Pemula sampai lanjutan
Kursus Bahasa Arab Semarang Guru Datang & Online
Kursus bahasa Arab privat di Semarang, satu pengajar mendampingi satu pembaca, dari pengenalan huruf hijaiyah sampai membaca teks tanpa harakat.
Kenalan dulu dengan Kursus Bahasa Arab
Kursus bahasa Arab privat di Semarang, satu pengajar mendampingi satu pembaca, dari pengenalan huruf hijaiyah sampai membaca teks tanpa harakat. Pertemuannya digelar di mana pun teks bisa dibuka berdua: meja di rumah peserta, meja di tempat kerjanya, atau satu layar yang dibagi dua secara daring. Per sesi tingkat dasar Rp86.375, tingkat menengah Rp97.300, dan tingkat lanjutan Rp124.325. Arah belajar dipilih di pertemuan pertama, karena memahami teks keagamaan dan menguasai percakapan sehari-hari menuntut urutan materi yang berbeda.
Konsultasi & DaftarSerba-serbi Program
Sekilas Angka
Empat angka yang menjelaskan kenapa aksara Arab didahulukan
- 28 huruf
- jumlah huruf hijaiyah, dan tiap huruf perlu dikenali dalam sampai empat bentuk menurut letaknya di kata
- 6 huruf
- alif, dal, dzal, ra, zai, dan wau tak pernah menyambung ke huruf sesudahnya sehingga satu kata bisa terlihat terputus
- 3 huruf
- panjang akar kata yang paling lazim, sumber belasan turunan lewat pola bentukan yang baku
- 183/2019
- nomor Keputusan Menteri Agama yang menetapkan kurikulum Bahasa Arab di madrasah
Latihan harian
Rutinitas pendek yang membuat aksara dan kosakata menetap
Menyalin lima baris dengan tangan
Dari teks berharakat, setiap hari, tanpa mengejar kecepatan. Menyalin melatih arah tulisan dari kanan ke kiri sekaligus bentuk huruf menurut letaknya, dan keduanya menempel lewat tangan ketimbang lewat mata.
Membaca satu paragraf dengan suara
Dibaca terdengar, lalu diulang sampai tak tersendat di tengah kata. Membaca dalam hati menyembunyikan huruf yang sebenarnya belum dikenali, dan suara memaksanya terlihat.
Tiga akar kata baru per hari
Satu akar dicatat bersama dua atau tiga turunannya. Mencatat kata lepas memaksa hafalan satu per satu, sedangkan mencatat akarnya membuat belasan kata lain bisa diduga ketika bertemu kemudian.
Menutup harakat pada teks yang sudah dikenal
Ambil kalimat yang sudah pernah dibaca, tutup tanda vokalnya, lalu baca lagi. Latihan ini memindahkan pembacaan dari menebak bunyi menjadi mengenali pola kata, dan itu tangga menuju teks polos.
Menyimak bacaan oleh penutur fasih
Beberapa menit sehari, teks yang sedang dipelajari, sambil mengikuti tulisannya dengan mata. Telinga menangkap panjang pendek bacaan yang sering luput ketika teks hanya dibaca sendiri.
Mengumpulkan kata yang berulang salah
Kata yang keliru dibaca dicatat di satu tempat dan dibuka kembali setiap pekan. Kekeliruan membaca cenderung jatuh pada pola huruf yang sama, jadi daftar pendek biasanya menyelesaikan banyak kata sekaligus.
Dua arah
Arah teks keagamaan atau arah percakapan sehari-hari
Arah teks keagamaan cocok bila
- Tujuan Anda memahami Al-Quran, hadis, dan kitab berbahasa Arab tanpa bergantung pada terjemahan
- Anda sedang menempuh madrasah atau pengajian yang materinya mengikuti kurikulum Kementerian Agama
- Ujian kemampuan bahasa Arab kampus keislaman ada di daftar syarat kelulusan Anda
- Anda siap memberi porsi besar pada pola kata dan kedudukan kata sejak tingkat menengah
- Yang Anda kejar adalah membaca dan mengurai, sementara berbicara boleh datang belakangan
Sebelum memilih
Kenapa satu tutor bahasa Arab untuk satu siswa lebih unggul?
Les Bahasa Arab Privat Edusora
Ke rumah di Semarang
- Perhatian tutor saat belajar bahasa Arab — Penuh, satu untuk satu
- Materi bahasa Arab disesuaikan level siswa
- Belajar bahasa Arab di rumah Anda, Semarang
- Latihan soal bahasa Arab terarah
- Perkembangan dipantau tiap sesi
- Assessment kebutuhan bahasa Arab di awal
Bimbel Bahasa Arab Grup
- Perhatian tutor saat belajar bahasa Arab — Terbagi ke banyak siswa
- Materi bahasa Arab disesuaikan level siswa
- Belajar bahasa Arab di rumah Anda, Semarang
- Latihan soal bahasa Arab terarah — Seragam
- Perkembangan dipantau tiap sesi — Sesekali
- Assessment kebutuhan bahasa Arab di awal
Belajar Bahasa Arab Sendiri
- Perhatian tutor saat belajar bahasa Arab — Tanpa pendamping
- Materi bahasa Arab disesuaikan level siswa
- Belajar bahasa Arab di rumah Anda, Semarang
- Latihan soal bahasa Arab terarah — Cari sendiri
- Perkembangan dipantau tiap sesi
- Assessment kebutuhan bahasa Arab di awal
Enam tahap
Peta dari huruf pertama sampai membaca halaman tanpa tanda vokal
Peta ini ditulis untuk peserta yang berangkat dari nol dan menyisihkan latihan pendek tiap hari. Yang sudah lancar membaca mushaf umumnya bergabung di tahap ketiga, dan posisi itu dipastikan lewat membaca nyaring di pertemuan pertama.
- 01
Tahap 1: mengenali bentuk huruf di empat posisi
aksaraMenulis dari kanan, menyambung huruf, dan menyalin kata pendek. Targetnya tangan yang tak lagi ragu ke arah mana goresan berikutnya jatuh, dan kecepatan menyusul sendiri sesudah itu.
- 02
Tahap 2: membaca teks berharakat tanpa mengeja
membacaMerangkai huruf jadi kata, menjaga panjang pendek bacaan, dan membaca potongan mushaf atau buku pelajaran madrasah dengan tempo yang stabil.
- 03
Tahap 3: kosakata disusun menurut akarnya
kosakataKata kerja bentuk lampau dan sekarang, kata ganti, kata tanya, dan kata sambung yang paling sering muncul. Kosakata dikelompokkan per akar sejak awal.
- 04
Tahap 4: menyusun kalimat sendiri
produksiKalimat pendek dibentuk sendiri, baik untuk percakapan sederhana maupun untuk menerjemahkan ayat dan hadis pendek. Kesalahan di tahap ini yang paling banyak mengajari.
- 05
Tahap 5: tata bahasa dipakai sambil membaca
sintaksisKedudukan tiap kata ditentukan sambil jalan, dan teks pendek tanpa tanda vokal mulai masuk dalam porsi kecil di tiap sesi.
- 06
Tahap 6: teks utuh sesuai tujuan awal
penerapanKitab, artikel, atau percakapan panjang, tergantung arah yang dipilih di pertemuan pertama. Persiapan ujian kemampuan bahasa Arab kampus masuk di tahap ini bila memang dibutuhkan.
Lima lapis
Yang dilatih di kelas bahasa Arab dan tempat pembelajar paling sering tersendat
Kelima lapis ini berjalan berurutan di tingkat dasar dan mulai berjalan berdampingan begitu peserta bisa membaca. Peserta berlatar madrasah umumnya lekas melewati lapis pertama lalu tertahan di lapis keempat, sedangkan pemula dewasa sering mengalami kebalikannya.
Huruf hijaiyah dan bentuk sambungnya
aksaraYang dibahas. Dua puluh delapan huruf, bentuk berdiri sendiri, awal, tengah, dan akhir, serta enam huruf yang tak menyambung ke huruf sesudahnya.
Jebakan umum. Hafal urutan alif sampai ya dalam bentuk tunggal, lalu tak mengenali huruf yang sama ketika ia muncul menyambung di tengah kata.
Cara tutor. Huruf diperkenalkan berkelompok menurut kemiripan bentuk dasarnya, bukan menurut urutan abjad, dan tiap kelompok langsung dilatih menyambung di ketiga posisi.
Harakat dan cara membunyikan kata
membacaYang dibahas. Fathah, kasrah, dammah, sukun, tasydid, dan tanwin, serta panjang pendek bacaan yang mengubah makna.
Jebakan umum. Membaca kata demi kata dengan mengeja huruf lebih dulu, sehingga kecepatan berhenti di titik yang sama selama berbulan-bulan.
Cara tutor. Potongan pendek dibaca berulang sampai dikenali sebagai satu kesatuan, dan kesalahan panjang pendek dikoreksi saat itu juga sebelum menjadi kebiasaan.
Akar kata dan pola bentukan
morfologiYang dibahas. Akar tiga huruf, pola bentukan yang baku, serta pembagian kata menjadi isim, fi'il, dan huruf.
Jebakan umum. Kosakata dihafal satu per satu sebagai daftar panjang, padahal satu akar menurunkan kata kerja, pelaku, tempat, dan alat sekaligus.
Cara tutor. Tiap kata baru dikembalikan ke akarnya lalu diturunkan ulang ke pola lain, sehingga satu jam belajar menghasilkan lebih dari satu kata.
Kedudukan kata dalam kalimat
sintaksisYang dibahas. Perubahan akhir kata yang menandai pelaku, objek, dan keterangan, serta susunan kalimat yang dibuka kata benda maupun kata kerja.
Jebakan umum. Kaidah dihafal sebagai teori terpisah, lalu peserta tetap tersendat di baris pertama teks nyata karena tak pernah menerapkannya sambil membaca.
Cara tutor. Kaidah diperkenalkan lewat kalimat yang sedang dibaca peserta, lalu diuji ulang pada kalimat berikutnya di teks yang sama pada sesi itu juga.
Ragam tulis dan ragam lisan
percakapanYang dibahas. Bahasa Arab baku yang dipakai di berita, buku, dan khotbah, serta ragam percakapan harian yang berbeda antar kawasan.
Jebakan umum. Berlatih ragam baku saja lalu terkejut karena percakapan di pasar dan di tempat kerja tak terdengar seperti kalimat di buku.
Cara tutor. Ragam baku dipakai sebagai kerangka, lalu satu ragam kawasan sesuai tujuan peserta ditambahkan untuk kosakata dan sapaan sehari-hari.
Alasan memilih
Nilai lebih program Bahasa Arab ini
Aksaranya dilatih sebagai keterampilan tangan
Menulis dari kanan, menyambung huruf, dan menjaga urutan goresan diperlakukan sebagai latihan tersendiri, sama seperti postur pada alat musik. Bentuk huruf yang terlihat benar tetapi ditulis dengan urutan goresan keliru baru ketahuan ketika peserta diminta menulis cepat.
Tujuan teks keagamaan dan tujuan percakapan dipisah
Keduanya sah dan keduanya menuntut urutan berbeda. Arah teks bertumpu pada membaca dan mengurai kalimat, arah percakapan bertumpu pada mendengar dan menjawab. Bahannya ditentukan setelah arah itu jelas, sehingga porsi latihan tidak terbagi ke dua target sekaligus.
Naik bertahap dari teks berharakat ke teks tanpa harakat
Peserta membaca teks yang sama dua kali: versi lengkap dengan tanda vokal lebih dulu, versi polos beberapa hari sesudahnya. Porsi teks polos ditambah sedikit demi sedikit supaya kebiasaan menebak vokal tidak sempat terbentuk.
Bahan diambil dari teks yang Anda hadapi sendiri
Mushaf, buku pelajaran madrasah, kitab yang dipakai di pengajian, atau materi kerja yang berbahasa Arab dipakai sebagai bahan utama. Latihan tata bahasa diuji pada kalimat dari teks itu, bukan pada contoh yang berdiri sendiri.
Aksara Arab dan alasan membaca ditempatkan lebih dulu
Bahasa Arab ditulis dari kanan ke kiri, dan itu perubahan yang paling mudah dilihat. Yang lebih menentukan ada di lapisan berikutnya: bentuk huruf berubah menurut posisinya di dalam kata. Satu huruf hijaiyah bisa punya sampai empat wajah, yaitu berdiri sendiri, di awal kata, di tengah, dan di akhir.
Ada pengecualian yang membuat tulisan Arab terlihat terputus-putus. Enam huruf, yaitu alif, dal, dzal, ra, zai, dan wau, tak pernah menyambung ke huruf sesudahnya. Jeda di tengah kata karena itu belum tentu menandai kata baru, dan pembaca pemula sering memenggalnya di tempat yang salah.
Angka menambah satu lapisan lagi. Di dalam baris yang mengalir ke kiri, angka tetap ditulis dari kiri ke kanan, sehingga mata berpindah arah dua kali dalam kalimat yang sama.
Karena itu urutan kelas di sini berbeda dari kebiasaan kursus bahasa berhuruf Latin. Membaca ditempatkan di depan, kosakata menyusul di belakangnya. Selama aksaranya belum otomatis, tiap kata baru akan terasa seperti gambar utuh yang harus dihafal, dan daftar kosakata sepanjang apa pun akan cepat menguap.
Dua tujuan belajar bahasa Arab yang menuntut urutan berbeda
Dua orang bisa sama-sama mengatakan ingin belajar bahasa Arab dan memaksudkan hal yang jauh berbeda. Yang pertama ingin memahami Al-Quran, hadis, dan kitab berbahasa Arab tanpa perantara terjemahan. Yang kedua ingin berbicara: menyapa, menawar, menjelaskan pekerjaan, menjawab pertanyaan di bandara atau di ruang rapat.
Keduanya sah, dan keduanya menuntut urutan yang berlainan. Arah teks keagamaan bertumpu pada bahasa Arab baku yang dipakai berabad-abad, dengan porsi besar pada pola bentukan kata dan kedudukan kata di dalam kalimat. Keterampilan yang dikejar adalah membaca dan mengurai.
Arah percakapan menghadapi kenyataan lain: bahasa tulis dan bahasa lisan sehari-hari di dunia Arab memang berbeda. Ragam baku dipakai di berita, buku, khotbah, dan surat resmi, sementara percakapan harian di Mesir, di kawasan Syam, dan di kawasan Teluk memakai ragam masing-masing yang tidak sama satu sama lain. Peserta yang berlatih ragam baku saja akan paham siaran berita dan tetap tertinggal di percakapan pasar.
Pertemuan pertama dipakai untuk memilih arah, dan pilihan itu yang menentukan bahan, urutan materi, serta porsi latihan sampai berbulan-bulan ke depan.
Harakat dan teks polos: keterampilan yang membedakan pembaca Arab
Vokal pendek dalam bahasa Arab ditulis sebagai tanda kecil di atas atau di bawah huruf. Fathah, kasrah, dan dammah menentukan bunyi, sementara sukun dan tasydid menentukan cara huruf itu dibaca. Persoalannya, tanda-tanda itu hanya dipakai di sebagian teks.
Mushaf Al-Quran ditulis lengkap dengan harakat, begitu juga buku pelajaran madrasah untuk tingkat awal. Di luar itu, sebagian besar bacaan beredar tanpa harakat: buku umum, koran, papan nama, dan kitab yang dipakai di pesantren. Pembacanya diandaikan sudah mengenali pola kata sehingga sanggup memberi vokal sendiri sambil membaca.
Di titik inilah banyak pembelajar berhenti. Mereka lancar pada teks berharakat, lalu membuka halaman polos dan mulai menebak. Tebakan menghasilkan bacaan yang terdengar wajar sementara maknanya bergeser, dan kebiasaan itu sulit dicabut setelah mengendap setahun.
Jalan yang dipakai di kelas berbentuk tangga. Teks yang sama dibaca dua kali, versi berharakat lebih dulu dan versi polos beberapa hari sesudahnya. Porsi teks polos ditambah sedikit demi sedikit, dan tiap kesalahan vokal ditelusuri ke pola kata yang belum dikenali.
Tempat tata bahasa Arab di dalam kelas privat
Tata bahasa Arab lazim dibagi dua. Cabang pertama mengurus bentuk kata: bagaimana satu akar yang umumnya terdiri atas tiga huruf melahirkan kata kerja, pelaku, tempat, dan alat lewat pola yang baku. Cabang kedua mengurus kedudukan kata di dalam kalimat, termasuk perubahan akhir kata yang menandai apakah ia pelaku, objek, atau keterangan.
Keduanya sering diajarkan sebagai teori tersendiri, dihafal kaidah demi kaidah, lalu baru dipertemukan dengan teks jauh belakangan. Hasilnya pembelajar yang sanggup menyebutkan kaidah dan tetap tersendat di baris pertama sebuah kitab.
Urutan di kelas ini dibalik. Tiap kaidah diperkenalkan lewat kalimat yang memang sedang dibaca peserta, lalu diuji ulang pada kalimat berikutnya di teks yang sama. Cabang bentuk kata masuk lebih dulu karena ia yang membuat kosakata tumbuh cepat: satu akar dikenali, dan belasan kata turunannya ikut terbaca.
Konteks di Semarang membuat urutan ini terasa langsung. Madrasah mengajarkan Bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib dengan kurikulum yang ditetapkan Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019, dan kampus keislaman menaruh ujian kemampuan bahasa Arab di daftar syarat kelulusan.
Di mana teks bisa dibuka berdua
Membaca didahulukan di kelas ini, dan membaca menuntut satu hal yang sederhana: sebuah permukaan tempat teks bisa terbuka dan dua pasang mata bisa menunjuk baris yang sama. Permukaan itu biasanya meja makan di rumah peserta di Semarang, kadang meja di tempat kerjanya. Pengajar membawa bahan latihan, sementara peserta membuka mushaf, buku madrasah, atau kitab yang memang sudah dipakainya. Yang perlu disiapkan pendek saja: buku tulis, pena, dan cahaya yang cukup untuk menyalin dari kanan.
Bila jaraknya menghalangi, baris yang sama tetap bisa ditunjuk lewat satu layar yang dibagi dua secara daring. Untuk tahap membaca dan tahap bercakap, layar sudah memadai. Untuk tahap menulis, kameranya perlu turun ke arah kertas supaya arah goresan dan titik sambung huruf terlihat. Huruf yang bentuk akhirnya benar bisa saja ditulis dengan urutan goresan yang keliru, dan hal itu baru terasa ketika peserta diminta menulis cepat.
Di Semarang bahasa Arab hidup di beberapa lapisan sekaligus. Madrasah dan pesantren memakainya sebagai bahasa pelajaran, kampus keislaman menaruhnya di syarat kelulusan, dan jejak komunitas Arab yang lebih tua masih terbaca di Kampung Melayu, Semarang Utara, tempat Masjid Layur berdiri.
Panjang pertemuan ditakar dari daya tahan mata
Aksara yang belum otomatis memakan tenaga yang tak terlihat dari luar. Di tiap kata, mata menelusuri bentuk huruf, menebak sambungannya, lalu memberi vokal, dan ketiganya berjalan sekaligus. Begitu rangkaian itu melambat, kekeliruan mulai muncul, dan penyebabnya nol pada materi: matanya yang sudah lelah.
Karena itu lama satu pertemuan dipilih dari daya tahan mata, tak dari kebiasaan jadwal. Satu jam cukup untuk peserta yang masih mengeja huruf demi huruf. Satu setengah jam mulai sepadan begitu satu baris bisa dibaca tanpa berhenti di tengah kata. Dua jam dipakai peserta yang sedang menggarap bacaan panjang, dengan sela menyalin di tengahnya supaya mata berpindah tugas sebentar.
Angka yang dibayar menempel pada tingkat materi: Rp86.375 per sesi di tingkat dasar, Rp97.300 per sesi di tingkat menengah, dan Rp124.325 per sesi di tingkat lanjutan. Perjalanan pengajar menuju meja Anda dihitung di luar ketiga angka itu.
Tanya jawab
Pertanyaan populer les bahasa Arab
Layani sekarang
Satu konsultasi, rencana bahasa Arab yang jelas
Tim kami siap membalas cepat di WhatsApp. Konsultasikan kebutuhan les bahasa Arab-mu, keputusan bergabung belakangan.
