Umum: pemula sampai menengah
Kursus Desain Grafis Semarang Home Visit & Online
Kursus desain grafis Edusora Semarang adalah pendampingan privat yang melatih mata lebih dulu, aplikasinya menyusul.
Kursus Desain Grafis: gambaran singkatnya
Kursus desain grafis Edusora Semarang adalah pendampingan privat yang melatih mata lebih dulu, aplikasinya menyusul. Satu mentor menemani satu peserta selama 90 menit tiap pertemuan, menelaah hierarki, kontras, jarak, dan keselarasan pada karya peserta sendiri, sampai portofolionya berisi karya yang layak ditunjukkan ke klien.
Konsultasi & DaftarDetail Program
Siapa yang belajar
Pemula tanpa dasar apa pun, pelajar yang sedang menyiapkan portofolio, pemilik usaha yang mengurus sendiri materi promosinya, dan staf kantor yang tiba-tiba diminta membuat bahan visual.
Perangkat dan aplikasi
Komputer atau laptop milik peserta. Mentor menyesuaikan ke aplikasi vektor dan olah gambar yang sudah terpasang di sana, termasuk aplikasi yang berjalan di peramban.
Tarif dan panjang pertemuan
Rp160.075 sekali pertemuan, dan pertemuannya berjalan 90 menit. Porsi terbesarnya dipakai memeriksa karya peserta, jadi durasi yang lebih pendek jarang cukup.
Jangkauan wilayah
16 kecamatan Kota Semarang, dari Genuk dan Semarang Utara di dataran pesisir sampai Tembalang dan Gunungpati di perbukitan selatan kota. Sesi daring tersedia untuk yang menginginkannya.
Urutan belajar
Empat tahap dari peniru menjadi pengambil keputusan
Waktu tempuh tiap orang berbeda dan bergantung pada jam latihan di luar pertemuan. Yang tetap sama adalah urutan tahapnya.
- 01
Membaca karya orang lain dengan kosakata yang tepat
Tahap 1Anda berlatih menjelaskan kenapa sebuah poster bekerja atau gagal memakai kata yang jelas: hierarki, kontras, jarak, keselarasan. Bahannya diambil dari yang ada di sekitar, termasuk papan nama dan spanduk di sepanjang Pandanaran dan seputar Simpang Lima.
- 02
Membuat ulang dengan alasan yang bisa disebutkan
Tahap 2Satu karya yang sudah ada dikerjakan ulang dengan perbaikan yang disengaja. Setiap perubahan wajib punya alasan, dan alasan itulah yang dibahas bersama mentor, di samping hasil akhirnya.
- 03
Mengerjakan brief nyata dan melewati putaran revisi
Tahap 3Mentor memberi brief lengkap dengan batasan yang wajar, lalu mengoreksi dengan cara klien mengoreksi. Di sini peserta belajar mengatur waktu dan menahan diri untuk tidak mengulang dari nol tiap kali ada masukan.
- 04
Menyusun portofolio dan merapikan berkas serah terima
Tahap 4Karya terbaik dipilih, diberi keterangan singkat, dan disusun dalam urutan yang menahan perhatian pembaca. Berkas kerjanya dirapikan supaya bisa diserahkan tanpa penjelasan tambahan.
Di antara pertemuan
Latihan yang menumbuhkan portofolio, bukan menumpuk karya
- Satu karya ulang per pekan dari karya yang Anda kagumi — Tiru susunannya tanpa menyalin isinya, lalu catat keputusan apa yang Anda temukan di dalamnya. Meniru susunan memperlihatkan alasan di balik jarak dan ukuran, dan alasan itu yang terbawa ke karya sendiri.
- Kumpulkan rujukan beserta keterangannya, tak gambarnya saja — Setiap rujukan yang disimpan diberi satu baris: apa yang Anda ambil darinya. Koleksi rujukan tanpa keterangan berhenti berguna setelah beberapa ratus berkas karena tak ada lagi yang bisa dicari.
- Periksa karya dalam ukuran yang sesungguhnya — Cetak di kertas untuk karya cetak, buka di ponsel untuk karya daring. Karya yang terlihat seimbang di layar besar sering kehilangan hierarkinya pada ukuran pakai, dan itu baru terlihat setelah diperiksa pada ukuran itu.
- Tulis brief sendiri sebelum mulai menggambar — Tiga baris cukup: untuk siapa, apa yang harus dilakukan pembacanya, dan apa batasannya. Karya tanpa brief tak bisa dinilai, sebab tak ada ukuran untuk menyatakannya berhasil.
- Simpan berkas kerja dengan penamaan yang Anda tentukan — Versi diberi nomor dan tanggal, lapisan diberi nama. Kebiasaan ini terasa berlebihan saat karya masih sedikit, dan ia yang membedakan desainer yang bisa diajak bekerja dari yang berkasnya tak bisa dibuka orang lain.
- Minta satu tanggapan dari orang di luar bidang — Tanyakan apa yang pertama ia baca, tak tanyakan apakah bagus. Jawaban atas pertanyaan pertama memeriksa hierarki Anda, sedangkan jawaban atas yang kedua hampir selalu sopan dan tak berguna.
Hasil Terukur
Angka yang menopang kursus desain grafis di Semarang
- 1.100+
- Peserta yang sudah didampingi Edusora
- 2.000+
- Tutor terseleksi di jaringan Edusora
- 2018
- Tahun Edusora mulai mendampingi
- 16
- Kecamatan Kota Semarang terjangkau
Peta materi
Yang ditelaah di kursus desain grafis Semarang
Urutannya mengikuti cara sebuah karya dibaca orang, dari susunan besar sampai berkas yang diserahkan. Kedalaman tiap topik disesuaikan dengan karya yang sedang Anda kerjakan.
- 1
Hierarki visual dan urutan baca
Pertemuan awalYang dibahas. Menetapkan satu unsur utama, mengatur ukuran serta posisi pendukungnya, lalu menguji urutan bacanya dengan melihat karya dari jarak jauh dan dalam ukuran kecil.
Jebakan umum. Semua bagian dianggap penting, jadi semuanya dibuat besar dan tebal. Mata pembaca kehilangan pintu masuk dan halaman terasa ramai.
Cara tutor. Mentor meminta Anda menyebut satu kalimat yang wajib terbaca lebih dulu, lalu mengecilkan sisanya sampai kalimat itu benar-benar menang.
- 2
Tipografi dan panjang baris
Keputusan terukurYang dibahas. Menentukan jumlah keluarga huruf, menyusun beda ukuran antartingkat teks, mengatur jarak antarbaris, dan menjaga panjang baris tetap nyaman diikuti mata.
Jebakan umum. Huruf dipilih karena bentuknya menarik di daftar contoh, tanpa diuji pada kalimat panjang dan ukuran kecil yang nanti benar-benar dipakai.
Cara tutor. Tiap pilihan huruf langsung diuji pada teks asli karya Anda, sehingga kelemahannya muncul di ruang belajar, jauh sebelum berkasnya sampai ke tangan klien.
- 3
Kontras dan warna
Ujungnya keterbacaanYang dibahas. Menyusun pasangan warna yang cukup jauh beda terangnya, memakai warna sebagai penanda urutan, serta menjaga teks tetap terbaca di atas latar bergambar.
Jebakan umum. Dua warna dipilih karena terasa serasi, padahal tingkat terangnya nyaris sama, sehingga teks lenyap saat dicetak hitam putih atau dilihat di layar redup.
Cara tutor. Karya diperiksa ulang dalam versi abu-abu. Kalau urutan bacanya tetap jelas tanpa warna, susunannya memang sudah kuat.
- 4
Jarak, grid, dan keselarasan
Ruang kosong sebagai alatYang dibahas. Mengelompokkan unsur yang berhubungan, menyeragamkan jarak antarkelompok, dan memakai garis bantu supaya tepi tiap unsur bertemu pada satu sumbu.
Jebakan umum. Ruang kosong dianggap terbuang lalu diisi sampai penuh. Halaman jadi padat dan pembaca kehilangan tempat untuk beristirahat sejenak.
Cara tutor. Latihan pengurangan: satu karya yang sudah jadi diminta dihapus sepertiganya tanpa menghilangkan pesannya, lalu dibandingkan dengan versi awal.
- 5
Berkas akhir dan kesiapan cetak
Sebelum diserahkanYang dibahas. Memilih vektor atau raster sesuai kebutuhan, menetapkan ukuran dan kepadatan titik, mengatur mode warna, serta menyiapkan area lebih di tiap tepi untuk pemotongan.
Jebakan umum. Karya dikerjakan pada ukuran layar lalu diminta dicetak besar. Gambarnya melunak, dan seluruh pekerjaan diulang dari awal.
Cara tutor. Mentor membiasakan Anda menuliskan ukuran akhir dan tujuan cetak di baris pertama catatan, sebelum satu berkas baru dibuat.
Sebelum mendaftar
Kapan pendampingan privat ini tepat, dan kapan jalur lain lebih hemat
Tepat sekarang
- Anda sudah pernah menonton banyak tutorial tetapi karya Anda sendiri tetap terasa kurang rapi tanpa tahu sebabnya
- Ada portofolio yang perlu disiapkan dengan tenggat, misalnya untuk melamar atau mendaftar sekolah
- Anda mengurus sendiri materi promosi usaha dan ingin berhenti bergantung pada templat
- Pekerjaan Anda tiba-tiba menuntut membuat bahan visual, dan hasilnya perlu layak ditunjukkan ke luar
- Anda butuh orang yang menyebutkan alasan di balik setiap koreksi, tak menyerahkan versi perbaikannya saja
Keunggulan
Nilai lebih program Desain Grafis ini
Koreksi jatuh di atas karya Anda sendiri
Bahan bahasan tiap pertemuan adalah berkas yang sedang Anda kerjakan, jadi perbaikannya langsung terpakai malam itu juga. Contoh dari buku dipakai seperlunya, saat sebuah prinsip perlu dilihat dalam bentuk paling jernih.
Alasan selalu ikut disebutkan
Mentor berhenti sejenak untuk menunjukkan bagian mana yang bermasalah, prinsip mana yang tersenggol, dan pilihan apa saja yang tersedia untuk memperbaikinya. Peserta pulang membawa cara memeriksa, sehingga karya berikutnya bisa dinilai sendiri.
Aplikasi mengikuti komputer Anda
Mengajar memakai perangkat lunak yang sudah terpasang di komputer peserta membuat waktu belajar tidak habis untuk memasang apa pun. Prinsip yang dilatih berlaku sama di semua aplikasi, jadi berpindah alat kelak terasa ringan.
Layar Anda yang jadi patokan warna
Pertemuan berlangsung di perangkat yang benar-benar Anda pakai sehari-hari. Tiap layar menampilkan warna sedikit berbeda, dan mengenali kecenderungan layar sendiri termasuk keterampilan yang dilatih di sini.
Mata dulu, aplikasinya menyusul
Banyak orang mendaftar kursus desain grafis dengan satu keluhan yang sama: aplikasinya rumit. Beberapa bulan kemudian keluhan itu berganti. Menu sudah hafal, panel sudah lancar, tetapi poster buatannya tetap terasa penuh dan sulit dibaca dari jarak tiga meter.
Sebabnya jarang ada di aplikasi. Sebuah karya terbaca karena penataannya benar, dan penataan adalah keputusan yang diambil sebelum satu tombol pun ditekan. Aplikasi hanya menjalankan keputusan itu dengan rapi dan cepat.
Kursus desain grafis Edusora Semarang memakai urutan itu apa adanya. Mentor mulai dari cara membaca sebuah tampilan: apa yang ditangkap mata lebih dulu, apa yang menyusul, apa yang boleh diabaikan. Sesudah itu barulah alat dipakai untuk mewujudkannya, aplikasi apa pun yang sudah terpasang di komputer peserta.
Cara ini terasa lambat pada dua pertemuan pertama dan terbayar sesudahnya. Peserta yang memahami alasan sebuah tata letak bekerja sanggup memindahkan pemahaman itu ke aplikasi lain, ke ukuran lain, dan ke jenis pekerjaan lain tanpa memulai dari nol.
Empat keputusan yang membuat sebuah karya terbaca
Literatur desain sudah lama meringkas penataan visual menjadi beberapa prinsip pokok. Buku pengantar yang paling banyak dipakai, The Non-Designer's Design Book karya Robin Williams, menyebut empat: kontras, pengulangan, keselarasan, dan kedekatan. Di ruang belajar Edusora keempatnya diterjemahkan menjadi empat pertanyaan praktis yang dipakai tiap kali karya peserta diperiksa.
Hierarki. Unsur mana yang harus dibaca pertama, dan apakah ukuran serta posisinya sudah mendukung urutan itu. Kontras. Apakah perbedaan antarunsur cukup tegas, sebab beda yang tipis membuat mata ragu. Jarak. Apakah unsur yang berhubungan diletakkan berdekatan dan yang tidak berhubungan diberi ruang, sebab ruang kosong yang diatur dengan sengaja bekerja sebagai alat. Keselarasan. Apakah tepi kiri, tengah, atau kanan tiap unsur benar-benar bertemu pada garis yang sama.
Empat pertanyaan itu bisa dijawab tanpa membuka aplikasi apa pun. Mentor sering menjalankannya di atas kertas lebih dulu, karena kertas memaksa peserta memutuskan sebelum sempat tergoda merapikan lewat efek.
Garis besar
Tipografi diputuskan lewat tiga angka
Berapa jenis hurufnya
Dua keluarga huruf sudah menutup hampir semua pekerjaan, satu untuk judul dan satu untuk teks isi. Menambah keluarga ketiga menuntut alasan yang bisa dijelaskan, dan menyusun alasan itulah yang dilatih.
Berapa jauh beda ukurannya
Ukuran judul dan teks isi perlu berjarak cukup lebar supaya urutan bacanya terbaca sekali lihat. Selisih satu atau dua poin terbaca sebagai kekeliruan cetak, sedangkan selisih yang tegas terbaca sebagai keputusan.
Berapa panjang barisnya
Robert Bringhurst dalam The Elements of Typographic Style menyarankan 45 sampai 75 karakter per baris untuk teks yang nyaman dibaca. Baris yang terlalu panjang membuat mata kehilangan jalur saat berpindah ke baris berikutnya.
Warna yang menyala di layar dan warna yang keluar dari mesin cetak
Kejutan yang paling sering menimpa pemula datang pada hari karya dikirim ke percetakan. Warna yang tampak menyala di layar keluar lebih redup di kertas, dan tak ada tombol yang sanggup mengembalikannya.
Layar menyusun warna dari cahaya. Titik merah, hijau, dan biru dinyalakan bersama sampai menghasilkan warna yang diminta, dan cara ini disebut RGB. Mesin cetak bekerja dengan arah sebaliknya. Ia menumpuk tinta sian, magenta, kuning, dan hitam di atas kertas putih, lalu tinta itu menyerap sebagian cahaya yang jatuh. Cara ini disebut CMYK.
Karena mekanismenya berbeda, rentang warna yang sanggup dicapai keduanya juga berbeda. Sebagian hijau dan biru terang yang wajar di layar berada di luar jangkauan tinta, jadi mesin cetak menggantinya dengan warna terdekat yang bisa ia buat.
Mentor melatih peserta memeriksanya jauh lebih awal: menetapkan mode warna sesuai tujuan akhir sejak berkas dibuat, menguji warna kritis sebelum dikirim, dan menyiapkan area lebih tiga milimeter di tiap tepi supaya pisau pemotong tidak memakan bagian penting.
Vektor dan raster, dan kenapa bedanya baru terasa saat diperbesar
Ada dua cara komputer menyimpan gambar, dan memilih yang keliru baru terasa akibatnya di tahap paling akhir.
Berkas vektor menyimpan gambar sebagai titik dan kurva yang dihitung ulang setiap kali ditampilkan. Ia sanggup dibesarkan dari kartu nama menjadi spanduk lebar tanpa kehilangan ketajaman. Logo, ikon, dan bentuk huruf hampir selalu dibuat dengan cara ini.
Berkas raster menyimpan gambar sebagai kotak berwarna dalam jumlah yang sudah tetap. Foto termasuk kategori ini. Ketika dibesarkan melewati jumlah kotak yang ia punya, komputer menebak isi kotak tambahan, dan hasilnya melunak atau bergerigi di tepian.
Dari sini lahir angka yang sering ditanyakan peserta: kepadatan sekitar 300 titik per inci untuk karya yang akan dicetak, dan ukuran secukupnya untuk karya yang hanya tampil di layar. Menentukan ukuran dan mode berkas di awal adalah kebiasaan kecil yang memisahkan berkas siap pakai dari berkas yang harus dikerjakan ulang.
Revisi menunjukkan seorang desainer bisa diajak bekerja
Klien jarang menilai desainer dari ide pertamanya. Yang mereka ingat adalah cara koreksi diterima: apakah masukan didengar utuh, apakah pertanyaan diajukan sebelum mengubah, dan apakah versi berikutnya benar-benar menjawab yang diminta.
Bagian ini sulit dilatih sendirian, dan di situlah pendampingan privat paling terasa gunanya. Mentor memberi koreksi langsung di atas karya peserta, menyebutkan alasannya, lalu meminta peserta memperbaikinya di pertemuan yang sama. Peserta juga berlatih memisahkan masukan yang menyentuh tujuan karya dari masukan yang murni selera, sebab keduanya ditangani dengan cara berbeda.
Selera visual seorang mentor ikut terbawa ke koreksinya. Kalau arah karya Anda terasa didorong ke gaya yang asing bagi Anda, sampaikan saja kepada tim Edusora dan kami menyiapkan mentor lain yang lebih dekat dengan arah itu. Pergantian semacam ini wajar di bidang yang sebagian penilaiannya memang visual.
Setelah beberapa putaran, peserta biasanya berhenti merasa sedang dikoreksi dan mulai memperlakukan koreksi sebagai bahan kerja.
Portofolio yang benar-benar dibuka klien
Saat memilih desainer, yang dibuka klien hampir selalu karyanya. Sertifikat menerangkan seseorang pernah belajar; portofolio menerangkan apa yang sanggup ia kerjakan hari ini.
Karena itu tiap latihan di kursus desain grafis Edusora Semarang diarahkan menjadi karya yang layak disimpan. Jumlahnya tak perlu banyak. Lima sampai delapan karya yang dipilih dengan sadar lebih kuat daripada dua puluh karya campur aduk, sebab pembaca portofolio menilai keputusan terlemah yang ia temukan di sana.
Tiap karya dilengkapi keterangan singkat: apa yang diminta, keputusan apa yang diambil, dan kenapa. Keterangan itu memperlihatkan cara berpikir, dan cara berpikir yang bisa dijelaskan lebih meyakinkan daripada hasil cantik tanpa alasan.
Kota Semarang menyediakan bahan latihan yang tidak dimiliki kota lain. Papan nama lama di kawasan Kota Lama menyimpan bentuk huruf yang jarang muncul di layar. Motif Kampung Batik Semarang melatih mata pada pengulangan dan irama. Warak Ngendog, sosok yang muncul tiap tradisi Dugderan, kerap dipakai mentor sebagai bahan latihan menyederhanakan bentuk menjadi ikon.
Langkah
Dari brief sampai berkas yang siap dikirim
Lima langkah berurutan, dan nomor satunya Membaca brief dan menanyakan yang belum jelas.
Membaca brief dan menanyakan yang belum jelas
Peserta berlatih menggali tujuan, sasaran pembaca, ukuran akhir, dan tanggal dibutuhkan. Brief yang dijawab tanpa satu pertanyaan pun biasanya melahirkan revisi yang panjang.
Mengumpulkan acuan dan menyepakati arah visual
Beberapa acuan dikumpulkan lalu dipilih dengan alasan. Arah karya disepakati di depan supaya waktu tidak habis untuk merapikan hal yang memang salah arah.
Membuat beberapa susunan kasar
Tiga sampai lima susunan dibuat cepat di kertas. Ide pertama tetap disimpan, walaupun ia jarang menjadi versi yang akhirnya dikerjakan.
Mengerjakan versi rapi lalu meminta koreksi
Satu susunan dipilih dan dikerjakan sampai layak dilihat orang lain, lalu dibawa ke pertemuan berikutnya untuk diperiksa bersama mentor.
Merapikan berkas akhir dan menyerahkannya
Ukuran, mode warna, huruf, dan area potong diperiksa satu per satu, lalu berkas disimpan dalam format yang memang diminta penerimanya.
Tanya jawab
Sebelum daftar les desain grafis, baca dulu ini
Berapa biaya kursus desain grafis di Semarang?
Tarifnya Rp160.075 per pertemuan, dengan panjang pertemuan 90 menit. Jumlah pertemuan tiap pekan Anda yang menentukan, dan tim menghitungkan totalnya sesuai jadwal yang disepakati sebelum pertemuan pertama berjalan. Tak ada biaya bahan tambahan, karena seluruh latihan memakai berkas digital di komputer Anda sendiri.
Saya belum pernah memakai aplikasi desain sama sekali. Masih bisa ikut?
Bisa. Materi awal justru berjalan tanpa aplikasi: mengenali hierarki, kontras, jarak, dan keselarasan pada karya yang sudah ada di sekitar Anda. Aplikasi diperkenalkan setelah keputusan penataannya sanggup Anda ambil sendiri, dan mentor menyesuaikan ke aplikasi yang memang tersedia di komputer Anda.
Apakah kursus ini terikat pada satu aplikasi tertentu?
Materinya prinsip yang berlaku di aplikasi mana pun: hierarki, tipografi, warna, jarak, dan penyiapan berkas. Mentor mengajarkannya memakai aplikasi yang sudah ada di komputer Anda. Peserta yang ingin mendalami satu aplikasi vektor atau satu aplikasi penyuntingan video secara khusus bisa meminta program tersendiri, dan tim akan mengarahkan ke halaman yang sesuai.
Berapa lama sampai punya portofolio yang layak ditunjukkan?
Bergantung pada jam latihan di luar pertemuan. Peserta yang menuntaskan satu karya kecil tiap pekan biasanya mengumpulkan lima sampai delapan karya berketerangan dalam hitungan bulan. Mentor menandai karya mana yang layak masuk portofolio dan mana yang sebaiknya dikerjakan ulang lebih dulu.
Tutor bisa datang ke wilayah mana saja di Semarang?
Pendampingan berjalan di 16 kecamatan Kota Semarang, dari Genuk dan Semarang Utara di dataran pesisir sampai Tembalang dan Gunungpati di perbukitan selatan kota. Sesi daring juga tersedia, dan untuk pembahasan berkas cara itu sering sama efektifnya karena layar peserta bisa dilihat langsung oleh mentor.
Apakah perlu komputer dengan spesifikasi tinggi untuk ikut?
Untuk materi tata letak, tipografi, dan warna, komputer atau laptop biasa sudah memadai, dan sebagian latihan bisa dijalankan pada aplikasi berbasis peramban. Pertemuan sengaja memakai perangkat Anda sendiri, sebab tiap layar menampilkan warna sedikit berbeda dan mengenali kecenderungan layar sendiri termasuk keterampilan yang dilatih di sini.
Apakah saya akan diajari memakai aplikasi berbayar atau yang gratis?
Mentor menyesuaikan ke aplikasi yang sudah terpasang di komputer Anda, termasuk yang berjalan di peramban. Alasannya praktis: keputusan desain berlaku di aplikasi mana pun, sementara tombol dan menu berbeda-beda dan paling cepat dipelajari di alat yang memang Anda pakai. Bila nanti perlu berpindah aplikasi, perpindahannya jauh lebih mudah daripada mempelajari dasarnya dari awal.
Karya saya sering ditolak klien dengan alasan kurang menarik. Apa yang biasanya terjadi?
Alasan kurang menarik umumnya terjemahan dari dua hal yang sebenarnya terukur: pembaca tak tahu harus melihat ke mana lebih dulu, atau karya tak menjawab tujuan yang diminta. Keduanya bisa diperiksa. Hierarki dinilai dengan menanyakan apa yang pertama dibaca orang lain, dan kesesuaian tujuan dinilai dengan membandingkan karya terhadap brief. Setelah dua hal itu beres, perdebatan selera biasanya menyusut sendiri.
Apakah pertemuan bisa dipakai mengerjakan proyek klien yang sedang berjalan?
Bisa, dan itu sering menjadi pertemuan yang paling berguna karena batasannya nyata. Yang dikerjakan adalah Anda yang menggambar sementara mentor memeriksa keputusannya, tak mentor yang mengerjakan lalu menyerahkan hasilnya. Bila ada ketentuan kerahasiaan dari klien, bagian yang sensitif bisa diganti dengan isi contoh tanpa mengubah persoalan desainnya.
Bagaimana menentukan tarif setelah portofolio saya siap?
Pembahasannya ada di pertemuan dan bahannya tiga: waktu yang benar-benar terpakai termasuk revisi, hak pemakaian yang diminta klien, dan tarif yang berlaku di pasar yang Anda tuju. Yang paling sering terlewat adalah hak pemakaian: karya untuk satu unggahan media sosial dan karya untuk papan reklame setahun berbeda nilainya walau waktu pengerjaannya sama. Menetapkan tarif tanpa memisahkan keduanya membuat pekerjaan besar dihargai seperti pekerjaan kecil.
Apakah saya perlu bisa menggambar tangan untuk belajar desain grafis?
Tidak perlu, dan ini salah satu halangan yang paling sering menahan orang mendaftar. Desain grafis bekerja dengan menata unsur yang sudah ada: huruf, bidang, warna, dan gambar. Keterampilan yang menentukan adalah menilai hierarki dan jarak, dan keduanya dilatih dengan mata serta keputusan. Kemampuan menggambar tangan berguna untuk ilustrasi, yang merupakan bidang tersendiri dan bisa ditempuh terpisah bila memang diminati.
Hasil cetak saya sering berbeda dari yang terlihat di layar. Apakah itu bisa diperbaiki?
Bisa dikurangi jauh, dan sepenuhnya sama memang tak mungkin karena layar memancarkan cahaya sementara kertas memantulkannya. Yang dikerjakan adalah menyiapkan berkas pada ruang warna yang benar sejak awal, memeriksa karya pada layar yang kecerahannya tak berlebihan, dan meminta contoh cetak untuk pekerjaan yang jumlahnya besar. Kejutan warna hampir selalu bermula dari berkas yang disiapkan untuk layar lalu dikirim ke mesin cetak.
Layani sekarang
Kuasai desain grafis bersama tutor di Semarang
Satu langkah kecil: konsultasi kebutuhan desain grafis. Sisanya biar kami yang siapkan.
