Pemula sampai menengah; pembuat isi, dokumentasi acara, dan tim pemasaran
Kursus Videografi Semarang Home Visit & Online
Kursus videografi Edusora Semarang menggarap tahap merekam, dan ia tahap yang kekeliruannya nol bisa diperbaiki sesudahnya.
Kursus Videografi di Semarang, apa saja?
Kursus videografi Edusora Semarang menggarap tahap merekam, dan ia tahap yang kekeliruannya nol bisa diperbaiki sesudahnya. Cahaya hampir nol bisa ditambah; yang digeser letak orangnya terhadap cahaya yang sudah ada. Satu pertemuan Rp160.075.
Konsultasi & DaftarData Program
Bandingkan
Les videografi privat, bimbel grup, atau belajar sendiri?
Perhatian tutor saat belajar videografi
Materi videografi disesuaikan level siswa
Selaras kurikulum sekolah di Semarang
Tutor videografi bisa diganti tanpa ribet
Assessment kebutuhan videografi di awal
Latihan soal videografi terarah
Peta bahannya
Lima medan, dan yang pertama dikerjakan di ruang Anda sendiri
Urutan di sini disusun dari apa yang nol bisa diperbaiki nanti. Suara diletakkan lebih awal daripada gambar justru karena ia yang paling nol bisa diselamatkan, meski peserta hampir selalu datang untuk belajar gambar.
Terbuka saja
Halaman ini atau halaman tahap berikutnya
Belajar Videografi di rumah atau online
Jadwal les videografi disusun bareng keluarga, mengikuti ritme harian di rumah.
Alasan memilih
Yang membuat les Videografi kami beda
Kekeliruan di sini nol bisa diperbaiki nanti
Gambar yang gelap bisa diterangkan sedikit dan ia jadi berbintik. Suara yang pecah nol bisa dipulihkan. Jadi tahap merekam menanggung batas seluruh pekerjaan sesudahnya.
Cahaya digeser lewat letak, nol lewat lampu
Hampir nol ada pemula yang punya lampu memadai, dan hampir semuanya punya jendela. Memindahkan orang satu meter mengubah lebih banyak daripada membeli lampu.
Jarak mikrofon mengalahkan harganya
Mikrofon murah yang dekat mengalahkan mikrofon mahal yang jauh, dan selisihnya besar. Itu satu keputusan yang nol berbiaya sama sekali.
Satu kejadian direkam tiga jarak
Lebar, sedang, dan dekat. Tanpa ketiganya, potongan nol punya tempat untuk pergi, dan hasilnya video yang terasa tersendat.
Yang Anda terima
Isi pertemuannya, dan apa yang terbawa ke lokasi berikutnya
- Satu mentor mendampingi Anda — Pertemuan pertama berjalan di ruang yang biasa Anda pakai, sebab cahaya dan gaung di sana yang akan Anda hadapi terus, nol cahaya di ruang kami.
- Daftar gambar untuk pekerjaan Anda sendiri — Disusun dari jenis rekaman yang memang Anda kerjakan. Selembar, dibawa ke lokasi, dan dipakai ulang di pekerjaan berikutnya.
- Pengukuran cahaya di ruang Anda — Di beberapa titik, sebelum pembelian apa pun dipertimbangkan. Memindahkan orang satu meter kerap mengalahkan membeli lampu.
- Pemeriksaan suara dengan pendengar — Dijadikan kebiasaan sebelum merekam, nol sesudah. Mata nol bisa mendengar kipas, lemari pendingin, dan jalan di luar.
- Satu kejadian direkam dari tiga jarak — Lebar, sedang, dan dekat, lalu diperiksa apakah potongannya punya tempat untuk pergi. Ini syarat teknis, nol selera.
- Urutan pembelian yang disusun dari milik Anda — Dengan satu ukuran: apakah ia memperbaiki hal yang nol bisa diperbaiki nanti. Lampu sengaja diletakkan paling belakang.
Tahap yang kekeliruannya nol bisa dibatalkan
Tiga halaman di situs ini membahas video, dan masing-masing menggarap tahap yang berbeda. Halaman ini tahap paling hulu: merekam.
Yang membuatnya menuntut perhatian lebih, kekeliruan di sini nol bisa dibatalkan di tahap mana pun sesudahnya.
Gambar yang terlalu gelap bisa diterangkan sedikit, lalu ia jadi berbintik. Gambar yang terlalu terang di bagian langit kehilangan bagian itu seluruhnya, dan nol ada cara mengembalikannya. Suara yang pecah nol bisa dipulihkan. Dan bagian yang nol terekam sama sekali nol bisa dibuat.
Jadi tahap ini menanggung batas atas seluruh pekerjaan sesudahnya. Penyunting terbaik pun nol bisa melewati batas yang ditetapkan di lokasi.
Dan kabar baiknya: sebagian besar perbaikan di tahap ini nol berbiaya. Memindahkan orang menghadap jendela, mendekatkan mikrofon, dan merekam satu kejadian dari tiga jarak semuanya gratis, dan ketiganya mengubah hasil lebih banyak daripada peralatan yang lebih mahal.
Cahaya: nol ditambah, melainkan dicari lalu dipakai
Hampir setiap pemula menyimpulkan bahwa yang ia butuhkan lampu. Dan hampir setiap pemula punya sumber cahaya yang jauh lebih baik dan sudah tersedia.
Jendela. Cahaya dari jendela besar, lembut, dan gratis, dan ia mengalahkan hampir semua lampu murah yang dijual untuk pemula.
Yang perlu dipelajari memakainya. Orang yang menghadap jendela mendapat cahaya yang rata di wajahnya. Orang yang membelakangi jendela jadi silhuet, dan kamera yang mencoba memperbaikinya justru membuat jendelanya memutih dan wajahnya tetap gelap.
Jadi aturan pertama di kelas ini satu kalimat: jangan menaruh sumber cahaya di belakang subjek. Dan aturan kedua: kalau cahayanya cuma dari satu sisi sehingga separuh wajah gelap, pantulkan sebagian kembali dengan apa pun yang berwarna terang, misalnya kertas atau dinding putih.
Soal waktu, cahaya matahari langsung di tengah hari jatuh dari atas dan membuat bayangan keras di bawah mata. Jadi merekam di luar ruangan lebih mudah di pagi atau sore, dan kalau nol bisa dipindahkan, naungan jadi sahabat terbaik Anda.
Selengkapnya
Lima kekeliruan lokasi yang paling mahal akibatnya
Jendela di belakang subjek
Kamera memilih antara wajah yang gelap atau jendela yang memutih, dan ia nol pernah bisa keduanya. Memutar subjek seratus delapan puluh derajat memperbaikinya tanpa biaya.
Mikrofon jauh dari mulut
Jarak dua kali lipat berarti suara ruangan jauh lebih banyak. Mikrofon murah yang dekat mengalahkan mikrofon mahal di atas kamera yang jaraknya dua meter.
Merekam di ruang bergema
Ruang berdinding keras tanpa kain membuat suara bergaung, dan gaung nol bisa dihapus di tahap menyunting. Satu ruang berkarpet atau bertirai mengubah segalanya.
Merekam semuanya tanpa daftar
Hasilnya bahan berjam-jam yang nol bisa dipotong jadi cerita, sebab bagian penghubungnya nol pernah diambil. Daftar gambar selembar mencegahnya.
Satu kejadian direkam dari satu jarak
Potongan nol punya tempat untuk pergi, sehingga penyuntingnya terpaksa memakai satu gambar panjang atau memotong ke gambar yang sama. Keduanya terasa tersendat.
Suara: jarak mengalahkan harga, dan ruangan mengalahkan keduanya
Dari seluruh keputusan di lokasi, ini yang paling besar hasilnya per rupiah, dan sebagian besarnya nol berbiaya sama sekali.
Keputusan pertama jarak. Suara yang masuk ke mikrofon bersaing dengan suara ruangan, dan perbandingan itu ditentukan jarak. Mikrofon kecil yang dijepit di kerah mengalahkan mikrofon mahal yang menempel di kamera dua meter jauhnya, dan selisihnya nol tipis.
Keputusan kedua ruangan. Ruang berdinding keras, berlantai keramik, dan tanpa kain membuat suara memantul dan bergaung. Gaung itu nol bisa dihapus sesudahnya; ia bercampur dengan suaranya.
Jadi memilih ruangan jadi bagian pekerjaan merekam. Ruang yang berkarpet, bertirai, atau penuh perabot justru lebih baik untuk suara meski ia terlihat kurang rapi di gambar.
Keputusan ketiga memeriksa sebelum merekam, nol sesudah. Pakai pendengar di telinga dan dengarkan apa yang sungguh masuk, sebab mata Anda nol bisa mendengar kipas, lemari pendingin, dan jalan di luar. Merekam tiga puluh detik lalu mendengarkannya memakan satu menit dan ia menyelamatkan seluruh pekerjaan.
Dan satu hal untuk di luar ruangan: angin. Angin lembut yang nol terasa di kulit sudah cukup merusak rekaman, dan penutup berbulu di mikrofon memperbaikinya dengan harga yang sangat kecil.
Daftar gambar: dibuat sebelum berangkat
Pola yang paling sering kami temui pada dokumentasi acara: pulang dengan bahan berjam-jam yang nol bisa dipotong jadi cerita.
Sebabnya nol kurang banyak merekam. Sebabnya bagian penghubungnya nol pernah diambil, sebab nol ada yang memikirkan ceritanya sebelum kamera dinyalakan.
Jadi yang dibawa ke lokasi selembar daftar: gambar apa saja yang perlu ada supaya ceritanya bisa disusun. Pembukaan yang menunjukkan tempatnya, orang yang datang, kejadian utamanya dari beberapa jarak, tangan yang mengerjakan sesuatu, wajah yang menanggapi, dan penutup.
Daftar itu nol mengikat Anda. Kejadian tak terduga tetap direkam, dan ia kerap jadi bagian terbaik. Yang daftar itu cegah pulang tanpa bagian yang sudah pasti dibutuhkan.
Dan satu kebiasaan yang paling banyak menolong penyunting: rekam beberapa detik sebelum dan sesudah tiap kejadian. Potongan yang nol punya ruang di ujungnya memaksa penyunting memakai gambar persis seperti ia terekam, dan itu hampir selalu terasa tergesa.
Tiga jarak untuk satu kejadian, dan kenapa itu wajib
Aturan ini terdengar seperti selera dan ia sesungguhnya syarat teknis untuk bisa menyunting.
Satu kejadian yang sama direkam dari tiga jarak: lebar yang memperlihatkan tempat dan hubungan antar-orang, sedang yang memperlihatkan satu orang beserta apa yang ia kerjakan, dan dekat yang memperlihatkan tangan atau wajahnya.
Alasannya praktis. Potongan dari satu gambar ke gambar yang serupa terasa seperti tersandung, dan penyunting yang cuma punya satu jarak terpaksa memakai satu gambar panjang atau memotong ke gambar yang nyaris sama.
Dengan tiga jarak, potongan punya tempat untuk pergi. Dan ia juga memberi jalan keluar: bagian yang pembicaraannya keliru bisa ditutupi gambar dekat sambil suaranya berlanjut.
Untuk kejadian yang cuma terjadi sekali, misalnya pemotongan tumpeng, tiga jarak nol mungkin dengan satu kamera. Jalan keluarnya merekam ulang gambar dekatnya sesudahnya, misalnya tangan yang memegang pisau, dan itu cara yang biasa serta sah di dokumentasi.
Jadi yang dilatih berpikir seperti penyunting saat masih di lokasi. Peserta yang menguasainya hampir selalu pulang dengan bahan yang lebih sedikit dan lebih terpakai.
Setelan kamera: tiga angka, dan dua di antaranya ditetapkan sekali
Peserta kerap mengira setelan kamera bahasan yang paling rumit. Untuk hampir seluruh keperluan di halaman ini, ia tiga angka, dan dua di antaranya ditetapkan sekali lalu nol disentuh lagi.
Angka pertama berapa gambar yang direkam tiap detik. Ini ditetapkan sekali mengikuti tempat video akan tayang, dan mengubahnya di tengah pekerjaan membuat potongan nol bisa disatukan dengan rapi.
Angka kedua lama tiap gambar menerima cahaya. Ada satu pedoman yang membuat gerakan terasa wajar, dan ia diturunkan dari angka pertama, jadi ia pun ditetapkan sekali. Mengabaikannya menghasilkan gerakan yang terasa tersentak atau terlalu lembek.
Angka ketiga yang sungguh diatur di lokasi: kepekaan terhadap cahaya. Dinaikkan di tempat gelap, dan harganya bintik di gambar. Jadi menaikkannya pilihan terakhir, sesudah memindahkan orang menghadap jendela dan membuka tirai.
Urutan itu yang dilatih: perbaiki cahayanya dahulu, naikkan kepekaan paling akhir. Peserta yang membalik urutannya mendapat gambar yang terang dan berbintik, dan bintik nol bisa dihapus di tahap menyunting.
Kamera yang stabil mengalahkan kamera yang mahal
Dua hal yang paling cepat memperbaiki gambar pemula, dan keduanya nol menuntut pembelian.
Yang pertama kestabilan. Gambar yang bergetar melelahkan ditonton, dan ia tanda paling cepat yang membedakan rekaman pemula. Jalan termurah menyandarkan: tubuh ke dinding, siku ke meja, atau kamera ke benda apa pun yang nol bergerak.
Untuk gambar yang perlu bergerak, yang menolong bergerak dari seluruh tubuh, nol dari tangan. Berjalan dengan langkah rendah dan lutut agak lentur jauh lebih halus daripada berjalan biasa.
Dan satu hal yang perlu diketahui soal peredam getar di kamera: ia bekerja dengan memotong tepi gambar, lalu menggeser bagian tengahnya. Jadi menyalakannya berarti kehilangan sebagian bidang gambar, dan di ruang sempit itu terasa.
Yang kedua penempatan. Ruang di atas kepala yang terlalu banyak membuat orang terlihat tenggelam di bawah bingkai. Dan orang yang bergerak pantas punya ruang di arah ia bergerak, nol di belakangnya.
Soal bentuk gambar tegak atau lebar, keputusannya diambil sebelum merekam dan ia nol bisa diperbaiki sesudahnya. Kursus editing video membahas akibatnya di tahap penyuntingan; di sini yang ditegakkan menanyakannya lebih dahulu.
Peralatan: urutan membeli yang menghemat paling banyak
Pertanyaan ini datang di hampir tiap pertemuan pembuka, dan jawabannya hampir selalu mengejutkan peserta.
Kamera bukan pembelian pertama. Telepon masa kini sudah menghasilkan gambar yang memadai untuk hampir seluruh keperluan di halaman ini, dan selisih gambar antara telepon dan kamera jauh lebih kecil daripada selisih antara suara yang baik dan suara yang buruk.
Jadi urutan yang disarankan: mikrofon lebih dahulu, lalu penyangga, lalu pemantul cahaya sederhana, dan kamera paling akhir kalau memang diperlukan.
Mikrofon lebih dahulu karena suara yang buruk mengusir penonton lebih cepat daripada gambar yang biasa, dan karena suara nol bisa diperbaiki sesudahnya. Penyangga karena kestabilan terlihat langsung. Pemantul karena ia memperbaiki cahaya tanpa listrik.
Harga perlengkapannya sengaja nol kami tulis, sebab tiap penjual berbeda dan angkanya bergerak. Yang diajarkan satu ukuran untuk menakar pembelian: ia memperbaiki hal yang nol bisa diperbaiki nanti, atau nol.
Dan satu hal yang nol pantas dibeli lebih dahulu: lampu. Hampir semua pemula bisa bekerja dengan jendela lebih dahulu, dan lampu baru masuk akal ketika Anda sering merekam di tempat yang nol punya jendela atau pada malam hari.
Langkah
Cara mendaftar
Empat langkah. Yang pertama: Sebutkan apa yang Anda rekam.
1Sebutkan apa yang Anda rekam
Dokumentasi acara, isi media sosial, atau video jualan. Tiga sasaran itu punya daftar gambar yang berbeda sejak awal.
2Sebutkan alat yang sudah Anda punya
Telepon, kamera, mikrofon, atau penyangga. Urutan pembelian disusun dari apa yang sudah ada, nol dari daftar umum.
3Siapkan satu ruang yang biasa Anda pakai
Pertemuan pertama berjalan di sana, sebab cahaya dan gaungnya yang akan Anda hadapi terus, nol cahaya di ruang kami.
4Pilih bertemu langsung bila memungkinkan
Ia jauh mengalahkan jaringan di bahasan ini: memindahkan orang satu meter dan menilai gaung ruangan nol bisa dikerjakan dari balik layar.
Tanya jawab
Pertanyaan seputar les videografi di Semarang
Kenapa tahap merekam dibilang paling menentukan?
Karena kekeliruan di sini nol bisa dibatalkan di tahap mana pun sesudahnya. Gambar yang terlalu gelap bisa diterangkan sedikit lalu jadi berbintik. Bagian langit yang terlalu terang hilang seluruhnya dan nol ada cara mengembalikannya. Suara yang pecah nol bisa dipulihkan. Dan bagian yang nol terekam nol bisa dibuat. Jadi tahap ini menanggung batas atas seluruh pekerjaan sesudahnya.
Saya perlu beli lampu dulu?
Hampir pasti nol, dan ini jawaban yang paling sering mengejutkan peserta. Hampir setiap pemula punya sumber cahaya yang lebih baik dan sudah tersedia, yaitu jendela: cahayanya besar, lembut, dan gratis, serta mengalahkan hampir semua lampu murah yang dijual untuk pemula. Lampu baru masuk akal kalau Anda sering merekam di tempat tanpa jendela atau pada malam hari.
Wajah saya selalu gelap padahal ruangannya terang. Kenapa?
Kemungkinan besar jendelanya ada di belakang Anda. Kamera lalu memilih antara wajah yang gelap atau jendela yang memutih, dan ia nol pernah bisa keduanya. Memutar subjek seratus delapan puluh derajat sehingga menghadap jendela memperbaikinya tanpa biaya sama sekali. Itu aturan pertama di kelas ini: jangan menaruh sumber cahaya di belakang subjek.
Separuh wajah saya gelap karena cahayanya dari satu sisi. Bagaimana?
Pantulkan sebagian kembali dengan apa pun yang berwarna terang: kertas putih, kain, atau sekadar menggeser posisi sehingga dinding putih di sisi gelapnya ikut memantulkan. Pemantul sederhana memperbaiki cahaya tanpa listrik dan tanpa harga, dan ia masuk di urutan pembelian lebih awal daripada lampu.
Mikrofon seperti apa yang sebaiknya saya beli?
Yang bisa didekatkan, dan jarak menentukan lebih banyak daripada harga. Suara yang masuk bersaing dengan suara ruangan, dan perbandingan itu ditentukan jarak. Mikrofon kecil yang dijepit di kerah mengalahkan mikrofon mahal yang menempel di kamera dua meter jauhnya, dan selisihnya nol tipis.
Suara rekaman saya bergema. Bisa diperbaiki saat menyunting?
Dikurangi sedikit, dan nol bisa dihapus, sebab gaung bercampur dengan suaranya. Jadi memilih ruangan jadi bagian pekerjaan merekam: ruang berdinding keras, berlantai keramik, dan tanpa kain membuat suara memantul. Ruang berkarpet, bertirai, atau penuh perabot justru lebih baik untuk suara meski terlihat kurang rapi di gambar.
Bagaimana cara memeriksa suara sebelum merekam?
Pakai pendengar di telinga dan rekam tiga puluh detik, lalu dengarkan. Itu memakan satu menit dan ia menyelamatkan seluruh pekerjaan. Alasannya sederhana: mata Anda nol bisa mendengar kipas, lemari pendingin, dan jalan di luar, dan ketiganya baru terdengar saat rekamannya diputar di rumah.
Saya merekam banyak tapi hasilnya nol bisa dipotong jadi cerita. Kenapa?
Karena bagian penghubungnya nol pernah diambil, dan sebabnya nol ada yang memikirkan ceritanya sebelum kamera dinyalakan. Jadi yang dibawa ke lokasi selembar daftar gambar: pembukaan yang menunjukkan tempat, orang yang datang, kejadian utama dari beberapa jarak, tangan yang mengerjakan sesuatu, wajah yang menanggapi, dan penutup.
Daftar gambar nol membuat rekaman jadi kaku?
Nol, sebab ia nol mengikat. Kejadian tak terduga tetap direkam dan ia kerap jadi bagian terbaik. Yang daftar itu cegah cuma satu hal: pulang tanpa bagian yang sudah pasti dibutuhkan. Dan satu kebiasaan tambahan yang paling menolong penyunting, rekam beberapa detik sebelum dan sesudah tiap kejadian.
Kenapa satu kejadian perlu direkam dari tiga jarak?
Itu syarat teknis untuk bisa menyunting, nol selera. Potongan dari satu gambar ke gambar yang serupa terasa seperti tersandung, jadi penyunting yang cuma punya satu jarak terpaksa memakai satu gambar panjang atau memotong ke gambar yang nyaris sama. Dengan tiga jarak, potongan punya tempat untuk pergi, dan bagian yang pembicaraannya keliru bisa ditutupi gambar dekat sambil suaranya berlanjut.
Setelan kamera yang benar seperti apa?
Untuk hampir seluruh keperluan di halaman ini, ia tiga angka dan dua di antaranya ditetapkan sekali lalu nol disentuh lagi: berapa gambar direkam tiap detik, dan lama tiap gambar menerima cahaya yang diturunkan dari angka pertama. Yang sungguh diatur di lokasi cuma kepekaan terhadap cahaya, dan menaikkannya berharga bintik di gambar. Jadi urutannya perbaiki cahayanya dahulu, naikkan kepekaan paling akhir.
Kejadiannya cuma sekali dan saya punya satu kamera. Bagaimana?
Rekam ulang gambar dekatnya sesudahnya, misalnya tangan yang memegang pisau atau benda yang diletakkan. Itu cara yang biasa dan sah di dokumentasi, dan ia yang membuat kejadian sekali tetap bisa disusun jadi cerita. Yang dilatih di sini berpikir seperti penyunting saat masih di lokasi.
Peredam getar di kamera sebaiknya dinyalakan?
Bergantung ruangnya, dan ada satu hal yang perlu diketahui: ia bekerja dengan memotong tepi gambar lalu menggeser bagian tengahnya. Jadi menyalakannya berarti kehilangan sebagian bidang gambar, dan di ruang sempit kehilangan itu terasa. Jalan termurah untuk kestabilan menyandarkan: tubuh ke dinding, siku ke meja, atau kamera ke benda yang nol bergerak.
Urutan beli peralatan yang paling menghemat?
Mikrofon lebih dahulu, lalu penyangga, lalu pemantul cahaya sederhana, dan kamera paling akhir kalau memang diperlukan. Alasannya: telepon masa kini sudah menghasilkan gambar yang memadai untuk hampir seluruh keperluan di halaman ini, dan selisih gambar antara telepon dan kamera jauh lebih kecil daripada selisih antara suara yang baik dan suara yang buruk.
Berapa biaya kursus videografi di Semarang?
Satu pertemuan Rp160.075 untuk sembilan puluh menit, dengan satu mentor mendampingi Anda. Pertemuan langsung jauh mengalahkan jaringan di bahasan ini: memindahkan orang satu meter dan menilai gaung sebuah ruangan nol bisa dikerjakan dari balik layar. Peralatan di luar tarif ini, dan urutan pembeliannya disusun dari apa yang sudah Anda punya.
Layani sekarang
Jadwalkan sesi videografi pertamamu
Daftar hari ini, tim kami mencarikan tutor videografi yang paling pas untukmu.
