Pelajar sampai dewasa; penutur pasif maupun pendatang

Les Bahasa Jawa Semarang Guru ke Rumah & Online

Les bahasa Jawa Edusora Semarang menggarap jarak yang jarang disebut: bahasa Jawa yang Anda dengar sehari-hari di Semarang berbeda dari bahasa Jawa yang diujikan di sekolah dan dipakai di acara resmi.

Les Bahasa Jawa di Semarang

Ringkasan Bahasa Jawa privat di Semarang

Les bahasa Jawa Edusora Semarang menggarap jarak yang jarang disebut: bahasa Jawa yang Anda dengar sehari-hari di Semarang berbeda dari bahasa Jawa yang diujikan di sekolah dan dipakai di acara resmi. Yang satu pesisir dan lugas, yang lain baku dan berjenjang. Keduanya sah, dan tahu kapan memakai yang mana itulah pelajarannya. Rp68.600 setiap pertemuan.

Konsultasi & Daftar

Fakta Program

Untuk siapa
Penutur pasif, pendatang, dan siapa pun yang perlu krama
Cakupan
Tingkat tutur, kosakata krama, percakapan, dan aksara Jawa bila diminta
Format
Privat; seorang pengajar menemani seorang peserta
Tempat
Alamat Anda atau tempat lain di Kota Semarang; bisa juga lewat layar
Panjang pertemuan
Sembilan puluh menit
Tarif
Rp68.600 per pertemuan
Biaya jalan pengajar
Dihitung di luar tarif, mengikuti jarak alamatnya
Dua ragam dibedakan
Ragam pesisir Semarang dan ragam baku Solo-Yogya
2.000+tutor lolos kurasi1-on-1privat sepenuhnyaKe rumahSemarang atau onlineGaransiganti tutorAssessmentdipetakan di awal

Adu cara belajar

Menimbang cara belajar bahasa jawa di Semarang

FiturPilihan terbaikLes Bahasa Jawa Privat EdusoraKe rumah di SemarangBimbel Bahasa Jawa GrupBelajar Bahasa Jawa Sendiri
Perhatian tutor saat belajar bahasa jawaPenuh, satu untuk satuTerbagi ke banyak siswaTanpa pendamping
Materi bahasa jawa disesuaikan level siswa
Tutor bahasa jawa bisa diganti tanpa ribet
Jadwal menyesuaikan keluarga di SemarangKelas terjadwal
Latihan soal bahasa jawa terarahSeragamCari sendiri
Belajar bahasa jawa di rumah Anda, Semarang

Peta bahannya

Lima medan, dan di mana orang biasanya tersandung

Urutan dan kedalamannya bergeser menurut titik mula Anda. Penutur pasif melompati medan pertama; pendatang menghabiskan paling banyak waktu di situ.

  1. Telinga untuk ragam pesisir

    Yang dibahas

    Bunyi, kecepatan, dan kata penanda yang paling sering lewat di percakapan sehari-hari Semarang.

    Jebakan umum

    Dilewati karena terasa bukan pelajaran, lalu peserta hafal banyak kata tapi buntu begitu orang berbicara dengan kecepatan sebenarnya.

    Cara tutor

  2. Ngoko yang sanggup dipakai

    Yang dibahas

    Kalimat harian: menyapa, menanyakan kabar, menawar, menolak halus, dan menjelaskan keperluan.

    Jebakan umum

    Penutur pasif menundanya karena merasa sudah bisa, padahal yang ada baru kesanggupan memahami.

    Cara tutor

  3. Kosakata krama yang paling terpakai

    Yang dibahas

    Bentuk krama untuk perbuatan sehari-hari: makan, tidur, pergi, datang, berbicara, memberi, dan sejenisnya.

    Jebakan umum

    Dikejar sebagai daftar panjang, lalu nol satu pun melekat karena nol ada yang dipakai di percakapan nyata.

    Cara tutor

  4. Memilih tingkat tutur di tempat

    Yang dibahas

    Menimbang siapa yang diajak bicara, lalu memilih ngoko, krama, atau bentuk krama inggil untuk menyebut perbuatannya.

    Jebakan umum

    Dipelajari sebagai tabel, sehingga hafal tabelnya tapi memilih keliru saat orangnya berdiri di depan.

    Cara tutor

  5. Ragam baku untuk ujian dan acara

    Yang dibahas

    Patokan Solo-Yogya yang dipakai buku pelajaran, lomba, dan sambutan resmi.

    Jebakan umum

    Dicampur dengan ragam pesisir tanpa disadari, lalu nilai ujian turun sementara peserta merasa sudah fasih.

    Cara tutor

Yang Anda terima

Isi tiap pertemuan, dan apa yang sampai kepada Anda

  • Seorang pengajar untuk seorang pesertaNol kelas bersama. Penting di bahasa ini sebab titik mula tiap orang berbeda jauh: ada yang paham tapi nol bisa menjawab, ada yang nol paham sama sekali.
  • Dua ragam dipisahkan terangMana yang dipakai di jalan dan mana yang diujikan di sekolah, disebut tiap kali bedanya muncul, supaya Anda nol menyimpulkan bahasa Jawa sendiri salah.
  • Berbicara sejak pekan pertamaMeski masih patah. Perbaikan diberikan sesudah kalimat selesai, nol dipotong di tengah, sebab dipotong terus-menerus membuat orang berhenti mencoba.
  • Daftar krama yang pendek dan terpakaiSekitar tiga puluh kata yang memang Anda ucapkan, nol seluruh daftar. Tiga puluh yang tepat sudah cukup membuat satu percakapan sopan berdiri.
  • Aksara Jawa bila Anda memintaDisediakan penuh untuk tugas sekolah, lomba, atau ketertarikan sendiri, dan dilewati bila sasaran Anda berbicara. Pembagian jamnya disepakati di awal.
  • Satu anjuran untuk rumah tiap pertemuanBerukuran kecil dan menyangkut orang nyata, misalnya satu kalimat kepada tetangga. Di bahasa ini percakapan nyata memberi lebih banyak daripada latihan sendiri.

Terbuka saja

Cocok diambil sekarang, atau sebaiknya ditunda

Anda memahami bahasa Jawa tapi selalu menjawab dengan bahasa Indonesia
Anda perlu krama untuk bertemu orang tua, calon mertua, atau hadirin di sebuah acara
Anda pendatang di Semarang dan ingin memahami percakapan di sekitar Anda
Nilai pelajaran bahasa Jawa anak Anda rendah padahal di rumah ia berbahasa Jawa
Anda ingin membaca atau menulis aksara Jawa untuk tugas maupun ketertarikan sendiri

Tutor Bahasa Jawa hadir di tempat ternyaman anak

Satu tutor untuk satu siswa, jadwal mengikuti keluarga, mulai dari assessment kebutuhan.

Nilai lebih

Nilai lebih program Bahasa Jawa ini

Dua ragam, dan sekolah mengujikan yang kedua

Bahasa Jawa yang hidup di Semarang lazim digambarkan lebih lugas dan lebih jarang memakai krama. Buku pelajaran serta acara resmi memakai ragam baku Solo-Yogya. Peserta yang nol tahu bedanya merasa dirinya salah padahal cuma sedang di ragam yang lain.

Krama mengganti kosakatanya, nol cuma akhirannya

Berpindah dari ngoko ke krama bukan soal memperhalus nada. Kata-katanya berganti: kata untuk makan, tidur, datang, dan berbicara punya bentuk yang berbeda sama sekali. Di situlah penutur pasif berhenti.

Paham tapi nol bisa menjawab, dan itu lazim

Banyak anak Semarang memahami ucapan orang tuanya lalu menjawab dengan bahasa Indonesia. Pendengarannya sudah ada; yang hilang kesanggupan menyusun. Titik mula semacam ini jauh lebih dekat ke sasaran daripada yang dirasakan pesertanya.

Aksara Jawa hanya bila Anda memerlukannya

Hanacaraka diajarkan di sekolah dan hampir nol dipakai sehari-hari. Ia disediakan di sini untuk yang memang perlu, misalnya tugas sekolah, dan dilewati untuk yang sasarannya berbicara.

Dua ragam bahasa Jawa, dan kenapa Anda merasa salah padahal nol

Ada satu hal yang perlu diluruskan di pertemuan pertama, sebab tanpanya sebagian peserta datang membawa rasa malu yang nol beralasan.

Bahasa Jawa yang hidup sehari-hari di Semarang berada di wilayah pesisir utara, dan ragam itu lazim digambarkan lebih lugas, lebih cepat, serta lebih jarang memakai krama dibanding ragam yang tumbuh di lingkungan keraton Solo dan Yogyakarta. Sementara itu buku pelajaran, lomba, dan acara resmi memakai ragam baku Solo-Yogya sebagai patokan.

Akibatnya dua hal terjadi sekaligus. Anak Semarang yang di rumah berbicara Jawa bisa mendapat nilai rendah di pelajaran bahasa Jawa, lalu menyimpulkan bahasa Jawanya buruk. Dan pendatang yang belajar dari buku bisa terdengar kaku di warung, sebab ia memakai ragam yang nol dipakai orang di sekitarnya.

Nol ada yang salah di antara keduanya. Yang salah cuma menganggap keduanya satu hal. Jadi di sini kedua ragam dipisahkan terang sejak awal, dan Anda memilih mana yang didahulukan: yang dipakai di jalan, atau yang dipakai di ujian dan acara. Sebagian peserta memerlukan dua-duanya, dan itu juga sah.

Tingkat tutur: kosakatanya berganti, bukan nadanya

Inilah bagian yang paling banyak menghentikan orang, dan yang paling sering diremehkan sebelum dicoba.

Bahasa Jawa punya tingkat tutur. Ngoko dipakai di antara teman sebaya, kepada yang lebih muda, dan di dalam keluarga dekat. Krama dipakai kepada orang yang dihormati, yang baru dikenal, dan di keadaan resmi. Di atasnya ada bentuk krama inggil, yang dipakai untuk menyebut perbuatan orang yang dihormati.

Yang membuatnya berat: berpindah tingkat nol dikerjakan dengan memperhalus nada atau menambah akhiran. Kosakatanya berganti. Kata untuk makan, tidur, pergi, datang, berbicara, dan memberi masing-masing punya bentuk berbeda di tiap tingkat, dan bentuk-bentuk itu nol saling menyerupai. Praktisnya, berpindah ke krama terasa seperti mempelajari kosakata baru untuk hal yang sudah Anda ketahui namanya.

Di situlah penutur pasif berhenti. Ia sanggup berbicara ngoko dengan lancar, lalu membeku begitu harus berbicara kepada orang tua temannya, kepada calon mertua, atau di hadapan hadirin. Maka yang digarap di sini dipersempit: kosakata krama untuk hal yang paling sering Anda ucapkan, nol seluruh daftar. Tiga puluh kata yang tepat sudah membuat satu percakapan sopan berdiri.

Paham tapi nol bisa menjawab: titik mula yang paling umum di kota ini

Keadaan ini begitu sering kami temui sampai ia pantas dijelaskan sendiri, terutama untuk orang tua yang mendaftarkan anaknya.

Polanya begini. Di rumah, orang tua dan kakek nenek berbicara Jawa. Anak memahami seluruhnya, menjawab dengan bahasa Indonesia, dan nol seorang pun merasa ada masalah. Bertahun-tahun berjalan, lalu muncul keadaan yang menuntut ia berbicara, dan ternyata ia nol bisa menyusun satu kalimat utuh.

Bahasa yang dipahami tapi nol diucapkan disebut penutur pasif, dan jumlahnya besar di kota ini. Kabar baiknya: titik mula ini jauh lebih dekat ke sasaran daripada yang dirasakan orangnya. Bunyi, irama, dan sebagian besar kosakata sudah tersimpan; yang hilang keberanian menyusun dan kebiasaan mengeluarkannya.

Karena itu pertemuan di sini banyak berisi Anda berbicara, bahkan di pekan pertama, bahkan ketika kalimatnya masih patah. Pengajar nol memperbaiki tiap kata di tengah ucapan, sebab diperbaiki terus-menerus membuat orang berhenti mencoba. Yang dipakai cara lain: Anda selesaikan dahulu, baru satu atau dua hal yang paling berpengaruh dibicarakan sesudahnya.

Satu hal yang berguna untuk keluarga: paling menolong kalau di rumah ada satu waktu tetap yang sepakat berbahasa Jawa, sependek apa pun. Lima belas menit saat makan sore mengalahkan niat berbahasa Jawa sepanjang hari yang nol pernah terjadi.

Pendatang: yang dipelajari lebih dahulu bukan yang paling sopan

Untuk Anda yang pindah ke Semarang karena kerja atau sekolah, urutannya kami balik dari yang biasa disarankan buku.

Buku lazimnya memulai dari ragam baku dan krama, sebab itu yang pantas diujikan. Di jalan, yang Anda butuhkan sebaliknya: memahami ngoko cepat yang diucapkan penjual, tetangga, dan rekan kerja, dengan kecepatan nyata dan nol dilambatkan untuk Anda.

Jadi urutannya: memahami lebih dahulu, berbicara menyusul. Pekan-pekan awal dipakai membiasakan telinga pada bunyi pesisir, memisahkan kata yang diucapkan menempel, dan mengenali kata-kata penanda yang paling sering lewat. Berbicara dimulai dari kalimat yang memang Anda perlukan hari itu: menawar, menolak dengan halus, meminta jalan, dan menjawab pertanyaan tentang asal Anda.

Krama tetap digarap, dan ia diletakkan tepat sebelum Anda memerlukannya, biasanya ketika mulai diundang ke acara keluarga atau bertemu orang yang lebih tua. Satu peringatan jujur: memakai ngoko kepada orang yang pantas dihormati terdengar kasar, dan itu nol dimaafkan sebagai kekeliruan pendatang selama Anda sudah lama di sini. Jadi krama nol bisa ditunda tanpa batas.

Yang perlu diketahui

Empat kebiasaan yang bekerja di luar jam pertemuan

Satu waktu tetap berbahasa Jawa di rumah

Sependek apa pun, asal tetap. Lima belas menit saat makan sore mengalahkan niat sepanjang hari yang nol pernah terjadi, dan bagi penutur pasif inilah pengubah terbesar.

Dengarkan radio atau wayang lokal

Yang dicari bukan paham seluruhnya. Yang dicari telinga terbiasa pada kecepatan dan irama pesisir, dan itu tumbuh dari mendengar hal yang belum Anda pahami sepenuhnya.

Simpan tiga puluh kata krama yang Anda pakai

Kata untuk makan, tidur, datang, pergi, berbicara, memberi, dan sejenisnya. Daftar pendek yang benar-benar dipakai mengalahkan daftar panjang yang nol pernah dibuka.

Ucapkan kepada orang sungguhan, sekali sehari

Satu kalimat kepada tetangga atau penjual. Kesalahan di situ hampir selalu dimaafkan, dan satu percakapan nyata memberi lebih banyak daripada sejam latihan sendiri.

Aksara Jawa: disediakan, dan nol dipaksakan

Hanacaraka diajarkan di sekolah, dan di luar sekolah ia hampir nol dipakai. Dua kenyataan itu membuat ia perlu diperlakukan hati-hati di sebuah program les.

Aksaranya punya dua puluh bentuk dasar, ditambah pasangan untuk menggabungkan suku kata dan sandhangan untuk mengubah bunyi. Menuliskan satu kata menuntut memikirkan tiga lapis sekaligus, dan itu sebabnya ia terasa jauh lebih berat daripada jumlah hurufnya menyiratkan.

Kalau sasaran Anda berbicara dengan orang tua, menawar di pasar, atau tampil di acara keluarga, aksara ini nol menolong sedikit pun, dan memasukkannya cuma akan memakan jam yang seharusnya dipakai berlatih bicara. Maka ia nol kami masukkan secara bawaan.

Ia disediakan penuh untuk yang memang memerlukannya: tugas sekolah, lomba, membaca nama tempat yang ditulis beraksara, atau ketertarikan sendiri. Sebutkan di pertemuan pertama, dan pembagian jamnya kami susun supaya ia nol memakan porsi berbicara.

Tanya jawab

Pertanyaan populer les bahasa jawa

Saya paham bahasa Jawa tapi nol bisa menjawab. Itu bisa diperbaiki?

Bisa, dan keadaan Anda termasuk yang paling cepat bergerak. Bunyinya, iramanya, dan sebagian besar kosakatanya sudah tersimpan dari bertahun-tahun mendengar; yang hilang kebiasaan mengeluarkannya. Jadi pertemuan di sini banyak berisi Anda berbicara, bahkan di pekan pertama, bahkan ketika kalimatnya masih patah. Yang lazimnya diperlukan sedikit lebih dari dorongan dan tempat yang aman untuk keliru.

Kenapa nilai bahasa Jawa anak saya rendah padahal di rumah ia berbahasa Jawa?

Hampir selalu karena dua ragam yang berbeda diperlakukan sebagai satu. Yang hidup di Semarang ragam pesisir, yang lazim digambarkan lebih lugas dan lebih jarang memakai krama. Yang diujikan di sekolah ragam baku Solo-Yogya. Anak Anda nol salah berbahasa; ia sedang berada di ragam yang lain. Begitu keduanya dipisahkan terang, nilainya biasanya ikut membaik, dan yang lebih penting ia berhenti menyimpulkan bahasa Jawanya buruk.

Apa sebenarnya ngoko, krama, dan krama inggil?

Tiga tingkat tutur. Ngoko dipakai di antara teman sebaya, kepada yang lebih muda, dan di dalam keluarga dekat. Krama dipakai kepada orang yang dihormati, yang baru dikenal, dan di keadaan resmi. Bentuk krama inggil dipakai untuk menyebut perbuatan orang yang dihormati. Yang perlu diketahui sejak awal: berpindah tingkat nol dikerjakan dengan memperhalus nada. Kosakatanya berganti, dan bentuk-bentuknya nol saling menyerupai.

Berapa banyak kosakata krama yang harus saya hafal?

Jauh lebih sedikit daripada yang Anda duga, asal yang dipilih tepat. Sekitar tiga puluh kata untuk perbuatan yang paling sering Anda ucapkan sudah cukup membuat satu percakapan sopan berdiri. Mengejar daftar panjang justru nol menolong: kata yang nol pernah dipakai di percakapan nyata akan hilang dalam sepekan. Jadi daftarnya kami pendekkan dan pemakaiannya kami perbanyak.

Saya pendatang dan baru pindah ke Semarang. Mulainya dari mana?

Dari memahami, nol dari berbicara, dan itu kebalikan dari urutan buku. Pekan-pekan awal dipakai membiasakan telinga pada kecepatan sebenarnya, memisahkan kata yang diucapkan menempel, dan mengenali kata penanda yang paling sering lewat. Berbicara dimulai dari kalimat yang memang Anda perlukan hari itu: menawar, menolak dengan halus, meminta jalan, dan menjawab pertanyaan tentang asal Anda.

Kalau saya pendatang, krama bisa ditunda saja?

Bisa ditunda sebentar, nol bisa ditunda tanpa batas, dan sebaiknya Anda tahu alasannya terus terang. Memakai ngoko kepada orang yang pantas dihormati terdengar kasar, dan sesudah Anda cukup lama di sini hal itu nol lagi dimaafkan sebagai kekeliruan pendatang. Jadi krama diletakkan tepat sebelum Anda memerlukannya, biasanya ketika mulai diundang ke acara keluarga atau bertemu orang yang lebih tua.

Aksara Jawa termasuk atau nol?

Termasuk bila Anda memintanya, dan nol dimasukkan secara bawaan. Alasannya: hanacaraka hampir nol dipakai di luar sekolah, sehingga memasukkannya pada peserta yang sasarannya berbicara cuma memakan jam yang seharusnya dipakai berlatih bicara. Sebutkan di pertemuan pertama bila Anda memerlukannya untuk tugas, lomba, atau ketertarikan sendiri, dan pembagian jamnya kami susun supaya ia nol memakan porsi berbicara.

Kenapa aksara Jawa terasa jauh lebih sulit daripada jumlah hurufnya?

Karena satu kata menuntut tiga lapis dipikirkan sekaligus. Ada dua puluh bentuk dasar, lalu pasangan untuk menggabungkan suku kata, lalu sandhangan untuk mengubah bunyinya. Hafal dua puluh bentuknya cuma menyelesaikan lapis pertama. Jadi yang kami latih menulis kata utuh dari awal, nol menghafal daftar bentuk lalu berharap penggabungannya datang sendiri.

Tarif dan lama pertemuannya berapa?

Lamanya sembilan puluh menit, tarifnya Rp68.600 sekali pertemuan. Perjalanan pengajar dihitung di luar itu dan besarnya mengikuti jarak alamat Anda; angkanya sampai ke Anda sebelum tanggal pertama ditetapkan. Pertemuan yang digelar lewat layar nol memakai biaya tersebut.

Sepekan berapa pertemuan yang masuk akal?

Satu kali sepekan sudah cukup untuk sebagian besar peserta, dan itu membedakan bahasa ini dari bahasa asing. Sebabnya bahannya ada di sekitar Anda: tetangga, penjual, rekan kerja, dan keluarga. Pertemuan dipakai menata dan membetulkan, sementara jam latihan sebenarnya terjadi di luar. Dua kali sepekan masuk akal bila Anda pendatang yang nol punya penutur di rumah, atau bila ada acara yang tenggatnya dekat.

Pengajarnya datang ke mana?

Ke alamat Anda, atau tempat lain yang Anda tunjuk, asalkan masih di dalam Kota Semarang. Kalau alamat Anda sudah di luar wilayah kota, tanyakan kepada tim sebelum apa pun disepakati: pengajar kami nol tersebar seimbang ke segala penjuru. Yang perlu disiapkan cuma satu, yaitu tempat yang cukup tenang untuk bersuara.

Bisa lewat layar?

Bisa, dan untuk bahasa ini layar berjalan cukup baik karena yang terbanyak dikerjakan berbicara dan mendengarkan. Satu hal yang perlu dijaga: suaranya jernih. Bahasa Jawa pesisir diucapkan cepat dan sebagian kata menempel satu dengan yang lain, jadi sambungan yang terputus-putus akan menghapus tepat bagian yang sedang Anda latih mengenali.

Anak saya umur enam tahun. Sudah bisa ikut?

Bisa, dengan satu catatan yang perlu kami sampaikan terbuka. Kalau bahasa pertamanya sendiri belum mantap, menambahkan satu bahasa yang berjenjang formal seperti ini lazimnya memperlambat dua-duanya. Untuk anak seusia itu kami menyarankan sasaran yang lebih sempit: memahami ucapan kakek nenek dan menjawab dengan ngoko sederhana. Krama ditunda sampai nanti, dan aksaranya nol disentuh sama sekali.

Saya perlu menyampaikan sambutan di acara keluarga bulan depan. Bisa dibantu?

Bisa, dan untuk keperluan dengan tenggat sedekat itu sasarannya kami persempit sejak hari pertama. Yang digarap satu naskah yang memang akan Anda ucapkan, dalam ragam yang sesuai acaranya, beserta latihan mengucapkannya sampai lancar. Kami akan menyebutkan terus terang apa yang karenanya nol tersentuh: kemampuan bercakap bebas nol akan terbangun dalam sebulan, dan menjanjikannya cuma akan menyesatkan Anda.

Bagaimana cara pengajar memperbaiki kesalahan saya?

Sesudah kalimat Anda selesai, nol di tengahnya. Ini keputusan yang disengaja: peserta yang dipotong tiap beberapa kata akan berhenti mencoba, dan di bahasa ini berhenti mencoba sama dengan berhenti maju. Jadi Anda selesaikan dahulu, lalu satu atau dua hal yang paling berpengaruh dibicarakan. Kesalahan kecil yang nol mengganggu makna sengaja dilewati di bulan-bulan awal.

Keluarga saya di rumah berbahasa Jawa. Apa yang bisa kami kerjakan sendiri?

Satu hal, dan ia pengubah terbesar untuk penutur pasif: sepakati satu waktu tetap yang berbahasa Jawa, sependek apa pun. Lima belas menit saat makan sore mengalahkan niat berbahasa Jawa sepanjang hari yang nol pernah terjadi. Satu anjuran tambahan untuk orang tua: jawab anak dengan bahasa Jawa meski ia menjawab dengan bahasa Indonesia, dan jangan memaksanya beralih. Pola itu yang paling sering memutus kebiasaannya mencoba.

Bahasa Jawa saya campur-campur dengan bahasa Indonesia. Itu masalah?

Di percakapan sehari-hari di Semarang, nol. Pencampuran itu memang hidup dan nol seorang pun menganggapnya aneh. Ia baru menjadi masalah di dua tempat: ujian sekolah dan acara resmi, sebab di situ yang diminta ragam baku yang utuh. Jadi cara bicara harian Anda nol kami bersihkan. Yang ditambahkan kesanggupan berpindah ke ragam utuh begitu keadaannya menuntut.

Dialek Jawa Timuran juga diajarkan?

Nol. Yang digarap di sini ragam pesisir yang hidup di Semarang dan sekitarnya, serta ragam baku Solo-Yogya yang dipakai buku dan acara resmi. Dialek lain punya kosakata serta kebiasaan yang berbeda, dan mengajarkannya sambil lalu akan membuat Anda mencampur hal yang seharusnya terpisah. Sebutkan di awal bila yang Anda tuju dialek tertentu, supaya kami bisa mengatakan terus terang apakah ia tersedia.

Kalau pengajarnya terasa nol pas, boleh minta ganti?

Bisa, kabari tim dan penggantinya kami carikan tanpa biaya apa pun. Di bahasa ini kecocokan berbobot besar sebab Anda akan banyak keliru di depan orang itu, dan keliru di depan seseorang yang membuat Anda merasa dinilai akan menghentikan Anda bicara. Sampaikan lebih awal, jangan ditahan sampai beberapa pertemuan terbuang.

Apa saja yang nol kalian kerjakan?

Tiga. Menerjemahkan naskah maupun dokumen; pekerjaan itu layanan tersendiri. Pembacaan naskah kuno beraksara, sebab itu pekerjaan filologi dan menuntut keahlian lain. Dan pengajaran dialek Jawa di luar ragam pesisir serta ragam baku. Sebutkan kebutuhan Anda di awal supaya kami bisa mengarahkan, nol menerima pekerjaan yang nol bisa kami selesaikan.

Mendaftarnya bagaimana?

Pendaftarannya lewat formulir di halaman ini, dan tim kami bisa dihubungi lebih dahulu kalau ada yang hendak ditanyakan. Sebutkan empat hal ini supaya pengajar yang kami pilihkan betul-betul sesuai: apakah Anda memahami bahasa Jawa tapi nol bisa menjawab, atau nol memahami sama sekali; ada atau nolnya penutur bahasa Jawa di rumah Anda; sasaran Anda, apakah percakapan harian, krama untuk acara, nilai sekolah, atau aksaranya; dan ada atau nolnya tenggat seperti acara keluarga atau ujian.

Layani sekarang

Kuasai bahasa jawa bersama tutor di Semarang

Konsultasi dulu tanpa biaya. Tutor bahasa jawa di Semarang menyesuaikan dengan jadwalmu.