SMA (Fisika) dan SMP (fisika di dalam IPA)
Les Fisika Semarang Tutor Visit & Online
Les fisika Edusora Semarang menggarap langkah yang paling sering gagal di pelajaran ini, yaitu mengubah keadaan pada soal menjadi gambar sebelum menjadi persamaan.
Kenalan dulu dengan Les Fisika
Les fisika Edusora Semarang menggarap langkah yang paling sering gagal di pelajaran ini, yaitu mengubah keadaan pada soal menjadi gambar sebelum menjadi persamaan. Sasarannya siswa SMA yang menempuh Fisika sebagai mata pelajaran tersendiri, dan siswa SMP yang berjumpa fisika di dalam IPA. Tutor datang ke meja belajar siswa, atau mengajar lewat layar. Satu pertemuan Rp97.300.
Konsultasi & DaftarData Program
Fisika terasa ringan dengan pendamping yang tepat
Belajar fisika fokus satu tutor satu siswa, di rumah atau online, jadwal fleksibel.
Kenapa Edusora
Yang membuat les Fisika kami beda
Soal diterjemahkan dahulu, dihitung kemudian
Sebelum satu angka dimasukkan, keadaan pada soal digambar: benda mana yang ditinjau, gaya apa saja yang bekerja, dan ke mana arah positifnya. Langkah ini yang paling sering dilewati, dan paling sering menentukan benar atau salah.
Rumus diturunkan, tidak ditumpuk
Daftar rumus yang panjang gampang tertukar saat ujian. Tutor menunjukkan dari mana sebuah persamaan datang, sehingga siswa bisa menyusunnya kembali ketika lupa, alih-alih menebak di antara rumus yang mirip.
Satuan dipakai sebagai alat pemeriksa
Satuan di sisi kiri dan kanan persamaan wajib cocok. Membiasakan memeriksanya menangkap kesalahan jauh sebelum jawaban selesai, dan ini keterampilan yang terpakai sampai jenjang kuliah.
Grafik dibaca sebagai cerita gerak
Soal fisika SMA banyak berangkat dari grafik. Kemiringan dan luas di bawah kurva punya arti fisis, dan siswa dilatih menyebut artinya sebelum menghitung apa pun.
Yang terbawa
Kebiasaan yang tertinggal setelah beberapa pekan
- Menggambar sebelum menghitungSoal apa pun dimulai dengan menggambar benda dan gaya yang bekerja padanya. Kebiasaan ini yang paling banyak mengubah nilai tanpa menambah satu rumus pun.
- Menurunkan rumus ketika lupaSiswa bisa menyusun kembali persamaan yang terlupa dari hubungan dasarnya, alih-alih menebak di antara beberapa rumus yang bentuknya mirip.
- Memeriksa satuan di tiap langkahSatuan diperlakukan sebagai alat uji, dan ketidakcocokannya menjadi tanda ada langkah yang meleset jauh sebelum jawaban sampai di baris terakhir.
- Membaca grafik sebagai peristiwaKemiringan dan luas di bawah kurva disebut artinya lebih dahulu, sehingga soal berbasis grafik berhenti terasa seperti jenis soal yang terpisah.
- Menimbang kewajaran jawabanAngka akhir diperiksa masuk akal atau tidak. Pemeriksaan ini menangkap kesalahan besar yang paling mudah dihindari saat ujian.
- Matematika penunjang yang ikut rapiVektor, trigonometri, dan manipulasi persamaan dibereskan dalam porsi kecil setiap pertemuan, karena fisika kelas 11 dan 12 menuntut ketiganya.
- Cara menuliskan hasil pengukuranSiswa tahu seberapa banyak angka yang pantas ditulis untuk tiap alat ukur, dan bagaimana menyebut sumber selisih yang paling mungkin pada percobaannya.
Hasil Terukur
Fondasi kecil yang dipakai ulang di hampir seluruh bab
- 7
- besaran pokok yang menjadi dasar seluruh satuan dalam fisika
- 3
- hukum Newton yang menopang hampir semua bab mekanika
- 16
- kecamatan Kota Semarang yang terjangkau penugasan tutor
Peta materi
Sembilan bab yang paling banyak diminta, dan di mana siswa tersandung
Urutan di bawah mengikuti permintaan nyata keluarga di Semarang, dari kelas 7 sampai kelas 12. Kolom jebakan memuat gambaran keliru yang terbukti awet, dan pertemuan biasanya dibuka dengan memeriksa apakah gambaran itu sedang dipegang siswa.
Besaran, satuan, dan pengukuran
Kelas 10Yang dibahas. Tujuh besaran pokok, besaran turunan, angka penting, serta ketidakpastian hasil pengukuran.
Jebakan umum. Hasil hitungan dituliskan sampai banyak angka di belakang koma, melampaui ketelitian alat yang dipakai.
Cara tutor. Angka penting dilatih langsung di atas data percobaan siswa sendiri, sehingga aturannya terasa berguna dan tidak terasa sewenang-wenang.
Gerak lurus dan grafik gerak
Kelas 10Yang dibahas. Kecepatan dan percepatan, gerak lurus berubah beraturan, serta pembacaan grafik jarak dan kecepatan terhadap waktu.
Jebakan umum. Kemiringan grafik dan luas di bawah kurva dihafal rumusnya tanpa tahu besaran apa yang keduanya hasilkan.
Cara tutor. Siswa diminta menerangkan arti kemiringan dan luas dengan kalimatnya sendiri sebelum satu angka dimasukkan.
Hukum Newton dan diagram gaya
Paling menentukanYang dibahas. Ketiga hukum Newton, gaya berat dan gaya normal, gesekan, tegangan tali, serta benda pada bidang miring.
Jebakan umum. Benda dianggap perlu didorong terus agar tetap bergerak, dan gaya normal dihafal selalu sama besar dengan berat.
Cara tutor. Setiap soal dimulai dengan menggambar gaya pada satu benda terpilih, lalu arah positifnya ditulis supaya tandanya tidak tertukar.
Usaha, energi, dan momentum
Kelas 10Yang dibahas. Usaha oleh gaya, energi kinetik dan potensial, kekekalan energi, momentum, impuls, serta jenis tumbukan.
Jebakan umum. Kekekalan energi dan kekekalan momentum dipakai bergantian, padahal keduanya berlaku pada keadaan yang berbeda.
Cara tutor. Syarat berlakunya masing-masing dibuat daftar pendek, lalu diuji pada beberapa soal tumbukan sampai pemilihannya otomatis.
Fluida statis dan dinamis
Kelas 11Yang dibahas. Tekanan hidrostatis, hukum Archimedes, hukum Pascal, debit, serta asas Bernoulli.
Jebakan umum. Gaya angkat dianggap bergantung pada berat benda, padahal yang menentukan adalah volume bagian yang tercelup.
Cara tutor. Benda dengan berat sama tetapi bentuk berbeda dibandingkan, sehingga peran volume terlihat sendiri.
Suhu, kalor, dan termodinamika
Kelas 11Yang dibahas. Pemuaian, kalor jenis, perubahan wujud, perpindahan kalor, serta hukum termodinamika.
Jebakan umum. Suhu dan kalor dipakai bergantian, sehingga soal pencampuran dua zat sering dijawab dengan menjumlahkan suhunya.
Cara tutor. Keduanya dipisahkan lebih dahulu memakai satu percobaan pencampuran sederhana, baru hitungannya dikerjakan.
Gelombang, bunyi, dan optik
Kelas 11Yang dibahas. Sifat gelombang, gelombang bunyi, efek Doppler, pemantulan dan pembiasan, lensa, serta alat optik.
Jebakan umum. Tanda pada rumus lensa dan cermin tertukar, sehingga sifat bayangan dijawab terbalik.
Cara tutor. Perjanjian tandanya dibuat satu tabel ringkas, lalu tiap soal dikerjakan sambil menggambar jalannya sinar.
Listrik dan magnet
Kelas 12Yang dibahas. Hukum Coulomb, hukum Ohm, rangkaian seri dan paralel, hukum Kirchhoff, medan magnet, serta induksi elektromagnetik.
Jebakan umum. Arus dibayangkan berkurang setelah melewati lampu, dan baterai dianggap sumber arus tetap alih-alih sumber beda potensial.
Cara tutor. Satu rangkaian ditelusuri dari kutub ke kutub sambil ditunjuk bersama, sampai siswa melihat sendiri bahwa yang keluar dari lampu sama banyak dengan yang masuk.
Fisika modern
Kelas 12Yang dibahas. Teori relativitas khusus, gejala kuantum, efek fotolistrik, model atom, serta inti atom dan radioaktivitas.
Jebakan umum. Bab ini dianggap murni hafalan karena contohnya jauh dari pengalaman, sehingga hitungannya dilewati.
Cara tutor. Tiap gagasan diikat ke satu percobaan yang melahirkannya, sehingga rumusnya punya tempat berpijak.
Adu cara belajar
Les fisika privat, bimbel grup, atau belajar sendiri?
Les Fisika Privat Edusora
Ke rumah di Semarang
- Perhatian tutor saat belajar fisika — Penuh, satu untuk satu
- Materi fisika disesuaikan level siswa
- Jadwal menyesuaikan keluarga di Semarang
- Belajar fisika di rumah Anda, Semarang
- Assessment kebutuhan fisika di awal
- Selaras kurikulum sekolah di Semarang
Bimbel Fisika Grup
- Perhatian tutor saat belajar fisika — Terbagi ke banyak siswa
- Materi fisika disesuaikan level siswa
- Jadwal menyesuaikan keluarga di Semarang — Kelas terjadwal
- Belajar fisika di rumah Anda, Semarang
- Assessment kebutuhan fisika di awal
- Selaras kurikulum sekolah di Semarang — Umum
Belajar Fisika Sendiri
- Perhatian tutor saat belajar fisika — Tanpa pendamping
- Materi fisika disesuaikan level siswa
- Jadwal menyesuaikan keluarga di Semarang
- Belajar fisika di rumah Anda, Semarang
- Assessment kebutuhan fisika di awal
- Selaras kurikulum sekolah di Semarang
Yang runtuh di fisika biasanya bukan hitungannya
Banyak siswa yang kami dampingi sudah lancar berhitung. Mereka bisa memindah ruas, menyelesaikan persamaan kuadrat, dan memakai kalkulator dengan benar. Namun soal fisika tetap tidak terjawab, dan kesimpulan yang muncul di rumah biasanya menyangkut kemampuan matematika.
Letaknya lebih sering di langkah sebelum hitungan. Soal fisika datang sebagai keadaan: sebuah balok ditarik di atas lantai, sebuah mobil mengurangi kecepatan, dua lampu dipasang pada satu baterai. Mengubah keadaan itu menjadi gambar, lalu menjadi persamaan, adalah pekerjaan tersendiri. Pekerjaan itu jarang diajarkan secara terbuka, dan nyaris tidak pernah dilatih.
Karena itu urutan di sesi kami tetap: gambar dahulu, persamaan kemudian, angka terakhir. Siswa diminta menandai benda mana yang sedang ditinjau, menggambar gaya yang bekerja padanya, lalu menentukan arah mana yang dihitung positif. Setelah tiga hal itu berdiri, pemilihan rumusnya biasanya tinggal satu kemungkinan.
Enam keyakinan yang bertahan meski nilainya bagus
Fisika punya satu keanehan: sebagian salah paham bertahan di kepala siswa yang nilainya tinggi. Ia bisa menyelesaikan soal dengan benar memakai prosedur, sementara gambaran di kepalanya masih keliru. Penelitian pendidikan fisika sudah lama memetakan kekeliruan yang sama berulang di berbagai negara.
Yang paling awet: anggapan bahwa benda perlu didorong terus supaya tetap bergerak. Gagasan ini masuk akal dalam pengalaman sehari-hari, sebab gesekan selalu ada, dan ia bertabrakan langsung dengan hukum pertama Newton. Berikutnya: benda yang lebih berat diduga jatuh lebih cepat, padahal pada percepatan yang sama keduanya tiba bersamaan ketika hambatan udara diabaikan.
Yang ketiga menyangkut gaya normal, yang sering dihafal selalu sama besar dengan berat, padahal itu hanya berlaku pada keadaan tertentu. Yang keempat, pasangan gaya aksi dan reaksi dibayangkan saling meniadakan, padahal keduanya bekerja pada dua benda yang berbeda. Yang kelima, arus listrik dibayangkan berkurang sesudah melewati lampu. Yang keenam, suhu dan kalor dipakai bergantian, padahal keduanya besaran yang berbeda.
Memeriksanya tidak sulit kalau caranya dibalik. Siswa ditanya memperkirakan lebih dahulu apa yang akan terjadi, lalu alasannya diminta. Perkiraan yang meleset menunjukkan gambaran di kepalanya dengan jauh lebih jelas dibanding jawaban yang betul.
Di SMP fisika bercampur, di SMA ia berpisah dan menuntut lebih
Pada jenjang SMP, fisika belum berdiri sebagai pelajaran bernama sendiri. Ia menempati sebagian isi IPA, bertetangga dengan materi biologi serta sedikit materi kimia, lazimnya di tangan satu guru saja. Bagian fisikanya berisi besaran dan satuan, gerak lurus, gaya, usaha dan energi, bunyi, cahaya, serta kelistrikan sederhana.
Masuk kelas 10, Fisika memiliki jam dan guru tersendiri. Dua hal naik sekaligus: jumlah babnya bertambah, dan matematika yang dipakai ikut bertambah berat. Vektor masuk, trigonometri masuk, lalu turunan dan integral muncul di beberapa bab kelas 12. Siswa yang matematikanya tertinggal akan merasa fisikanya yang bermasalah, padahal hambatannya ada di lapis bawah.
Karena itu pertemuan pembuka memeriksa dua hal sekaligus: pemahaman fisikanya dan kesiapan matematikanya. Kalau yang tertinggal matematikanya, bagian itu dibereskan dahulu dalam porsi kecil di tiap pertemuan, sambil bab fisika yang sedang berjalan tetap diikuti.
Angka pengukuran tidak pernah bulat, dan di situ nilainya
Di ruang praktikum siswa berjumpa kenyataan yang tidak pernah muncul di buku soal: ukuran yang sama dibaca dua kali bisa memberi dua angka. Itu wajar, dan justru cara memperlakukannya yang dinilai guru.
Empat hal yang paling sering memakan nilai. Membaca skala alat tanpa memperhatikan nilai terkecilnya. Menuliskan hasil sampai lima atau enam angka di belakang koma, padahal alatnya tidak sanggup sejauh itu, sehingga angka tambahan tersebut mengaku tahu lebih banyak daripada yang terukur. Mengukur satu kali lalu menganggapnya selesai. Dan menutup laporan tanpa menyebut dari mana selisih terhadap nilai teoretisnya mungkin datang, apakah dari pembacaan mata, dari gesekan yang diabaikan, atau dari alat yang belum ditara.
Tutor menyimak langkah dan angkanya, menunjuk bagian yang belum dipertanggungjawabkan, lalu meminta siswa memperbaikinya sendiri. Grafik hasil percobaan ikut dibaca bersama, termasuk menentukan kemiringannya dan menerangkan besaran apa yang kemiringan itu wakili.
Fisika yang bisa ditunjuk di sekitar Semarang
Fisika jauh lebih mudah diterima begitu contohnya bisa ditunjuk, dan kota ini menyediakan beberapa yang kebetulan pas. Jalan menanjak di sisi selatan kota adalah bidang miring seukuran sungguhan, lengkap dengan gaya berat yang terurai menjadi dua arah, dan itu persis bab tempat tanda paling sering tertukar. Rangkaian kereta yang melambat masuk stasiun memperagakan perlambatan sekaligus momentum. Pompa yang bekerja di kawasan rendah di utara kota berurusan dengan tekanan dan fluida.
Menambatkan bab pada benda yang pernah dilihat sendiri menggeser pertanyaan siswa. Yang semula menanyakan apakah materi ini diujikan berubah menjadi menanyakan di mana ia berlaku, dan pergeseran sekecil itu terasa pada daya tahannya duduk mengerjakan soal.
Tempat belajarnya meja siswa sendiri. Kami bekerja di atas buku yang dipakai sekolahnya beserta catatan gurunya, sebab soal ulangan lahir dari sana. Ketika hujan atau keadaan jalan menutup kemungkinan tutor datang, pertemuan itu dipindahkan ke layar dan jadwalnya utuh. Fisika termasuk pelajaran yang tahan dipindahkan, karena isi terbesarnya menggambar lalu menghitung berdampingan.
Langkah
Lima langkah yang dipakai di setiap soal hitungan
Dibuka dengan Tentukan benda yang ditinjau, lalu 4 langkah sesudahnya.
Tentukan benda yang ditinjau
Satu soal sering memuat beberapa benda. Memilih satu benda sebagai pusat tinjauan membuat gaya yang perlu digambar menjadi terbatas dan jelas.
Gambar gaya yang bekerja padanya
Hanya gaya yang bekerja pada benda itu, dan tidak gaya yang diberikannya kepada benda lain. Di sini pasangan aksi dan reaksi paling sering tertukar.
Pilih arah positif dan tuliskan
Arah positif adalah kesepakatan, dan menuliskannya mencegah tanda tertukar di tengah pengerjaan. Soal bidang miring paling sering gagal di langkah ini.
Susun persamaannya
Setelah gambar dan arah berdiri, persamaan yang cocok biasanya tinggal satu kemungkinan. Pemilihan rumus berhenti menjadi tebakan di antara daftar yang mirip.
Periksa satuan dan kewajaran jawabannya
Satuan di kedua sisi harus cocok, dan besarnya harus masuk akal. Kecepatan sepeda yang terhitung ratusan meter per sekon adalah tanda ada langkah yang terlewat.
Tanya jawab
Serba-serbi les fisika di Semarang
Layani sekarang
Satu konsultasi, rencana fisika yang jelas
Satu langkah kecil: konsultasi kebutuhan fisika. Sisanya biar kami yang siapkan.
