Profesional yang baru memimpin orang
Kursus Manajemen Tim Semarang Tutor Visit & Online
Pelatihan manajemen tim di Semarang berformat satu lawan satu bersama seorang mentor, dijalankan di tempat Anda bekerja maupun lewat pertemuan daring.
Sekilas tentang Les Manajemen Tim
Pelatihan manajemen tim di Semarang berformat satu lawan satu bersama seorang mentor, dijalankan di tempat Anda bekerja maupun lewat pertemuan daring. Tarif per sesi Rp140.950. Sumbunya orang: mendelegasikan tanpa melepas tanggung jawab, menyampaikan umpan balik yang bisa dikerjakan, menjalankan percakapan empat mata, dan menghadapi perselisihan ketimbang mendiamkannya.
Konsultasi & DaftarSerba-serbi Program
Satu tutor Manajemen Tim khusus untuk Anda di Semarang
Mulai dari assessment, lalu belajar manajemen tim rutin bersama tutor yang sama tiap sesi.
Rekam Jejak
Empat kebiasaan yang membedakan atasan baru dari atasan yang dipercaya
- 4mata
- percakapan berkala antara atasan dan satu anggota, agenda dipegang anggotanya, bukan atasannya
- 2arah
- umpan balik yang diberikan dan yang diminta; atasan yang hanya memberi berhenti mendapat kabar buruk lebih awal
- 1perilaku
- satu hal konkret per percakapan umpan balik, sebab daftar panjang membuat tak ada yang tertangani
- 0kejutan
- penilaian kinerja yang isinya sudah pernah dibicarakan sepanjang periode, sehingga tak ada yang baru di hari penilaian
Perpindahan peran
Lima tahap dari rekan sejawat menjadi atasan yang dipercaya
Perpindahan inilah bagian yang paling tak nyaman dan paling jarang dibicarakan. Urutannya dipakai sebagai peta, dan peserta yang sudah beberapa tahun memimpin tetap kadang perlu kembali ke tahap kedua.
- 01
Menerima bahwa pekerjaannya sudah berganti
tahap pertamaAtasan baru biasanya tetap mengerjakan tugas lamanya karena di situ ia merasa mampu. Akibatnya ia sibuk, timnya terbengkalai, dan ia menyimpulkan dirinya kurang cakap padahal hanya salah memilih pekerjaan.
- 02
Melepas satu pekerjaan dan menahan tangan
ujian pertamaSatu tugas diserahkan beserta tingkat kewenangannya, lalu tak diambil kembali sampai titik pemeriksaan yang disepakati. Yang dilatih di sini adalah menahan diri, dan itu lebih sulit daripada menyerahkannya.
- 03
Membuka ruang bicara berkala
ritme mulai terbentukPercakapan empat mata berjalan pada jarak yang tetap, dengan agenda dipegang anggota tim. Di tahap ini atasan biasanya mendengar hal yang selama ini tak pernah sampai kepadanya.
- 04
Menyampaikan satu kabar yang tak menyenangkan
tahap penentuSatu percakapan sulit dijalani sampai selesai, bukan ditunda atau disampaikan lewat orang lain. Setelah satu percakapan semacam ini berhasil, yang berikutnya jauh lebih mudah, dan itu yang biasanya mengubah cara peserta memandang perannya.
- 05
Meminta umpan balik untuk diri sendiri
tahap terakhirAtasan menanyakan satu hal yang sebaiknya ia hentikan, lalu mengerjakan jawabannya. Tindakan atas jawaban itulah yang membangun kepercayaan, sebab pertanyaan tanpa tindak lanjut hanya mengajarkan tim bahwa bertanya itu formalitas.
Keunggulan
Alasan keluarga memilih les Manajemen Tim kami
Percakapan dilatih dengan bermain peran
Menyampaikan kabar yang tak menyenangkan terasa berbeda saat benar-benar diucapkan. Mentor berperan sebagai anggota tim, peserta berlatih membuka percakapan, lalu rekamannya ditinjau bersama.
Umpan balik dipisahkan dari penilaian
Umpan balik membicarakan satu perilaku yang bisa diubah besok; penilaian kinerja merangkum satu periode. Mencampurnya membuat anggota tim mendengar penilaian setiap kali diajak bicara, dan ia berhenti mau diajak.
Delegasi dilatih bertingkat
Melepas pekerjaan punya beberapa tingkat, dari meminta rekomendasi sampai menyerahkan keputusan sepenuhnya. Atasan yang melompat ke tingkat terakhir biasanya menarik kembali pekerjaannya, dan penarikan itu yang merusak kepercayaan.
Memakai keadaan nyata, nama disembunyikan
Kasus yang dibahas berasal dari tim peserta, dengan nama diganti. Keadaan buatan mengajarkan kerangkanya, dan keadaan sendiri mengajarkan bagian yang sulit: memilih kata saat sudah ada riwayat di antara dua orang.
Sebelum mengambil
Pelatihan keterampilan, pendampingan pribadi, atau penanganan persoalan di tempat kerja
Pelatihan ini tepat bila
- Anda baru diangkat memimpin dan masih mengerjakan sendiri hampir semua yang dulu menjadi tugas Anda
- Ada satu percakapan sulit yang Anda tunda berbulan-bulan dan belum tahu cara membukanya
- Dua anggota tim berhenti saling berbicara dan pekerjaan kini berpindah lewat Anda
- Penilaian kinerja terasa seperti kejutan bagi anggota tim, dan Anda ingin itu berubah
- Anda memimpin bekas rekan sejawat dan belum menemukan cara menempatkan diri
Ritme kepemimpinan
Enam kebiasaan berkala dan selangnya masing-masing
Setiap pekan: satu percakapan empat mata per anggota
Tiga puluh menit cukup, dan yang menjaganya berguna adalah agenda dipegang anggota tim. Jadwal yang digeser berulang kali menyampaikan pesan bahwa pertemuan ini paling mudah dikorbankan.
Saat kejadian: satu umpan balik, satu perilaku
Disampaikan dalam beberapa hari setelah peristiwanya, bukan ditabung. Semakin jauh dari kejadian, semakin besar peluang dua orang mengingat kejadiannya berbeda.
Setiap bulan: tiga baris catatan per anggota
Ditulis atasan untuk dirinya sendiri, berisi peristiwa yang menonjol baik maupun kurang. Catatan ini yang kemudian membuat penilaian periode tak bergantung pada ingatan beberapa pekan terakhir.
Setiap bulan: periksa pekerjaan yang belum dilepas
Satu daftar tugas yang masih Anda pegang, dengan satu pertanyaan per baris: mengapa ini belum bisa diserahkan. Jawaban berupa belum ada waktu menjelaskan biasanya berarti tugas itu memang perlu dijadwalkan untuk diserahkan.
Setiap tiga bulan: minta satu hal untuk dihentikan
Pertanyaan diajukan kepada tiap anggota secara terpisah dan dijawab tanpa dihakimi. Satu jawaban yang benar-benar dikerjakan lebih berharga daripada sepuluh jawaban yang dicatat lalu didiamkan.
Setiap semester: tinjau kesepakatan kerja tim
Cara tim mengambil keputusan, batas waktu balasan, dan siapa yang dihubungi saat mendesak. Kesepakatan yang disusun setahun lalu sering sudah tak menggambarkan cara kerja yang sebenarnya berjalan.
Enam keterampilan
Yang dilatih per pertemuan, dan tempat atasan baru paling sering tersandung
Keenamnya dikerjakan mengikuti urutan kesulitan, dan peserta yang sudah lama memimpin biasanya masuk di keterampilan keempat. Pemeriksaan awal dilakukan lewat beberapa keadaan yang sedang Anda hadapi.
- 1
Mendelegasikan bertingkat
keterampilan pertamaYang dibahas. Memilih pekerjaan yang dilepas, menetapkan tingkat kewenangan, menyepakati titik pemeriksaan, dan menahan diri di antara titik-titik itu.
Jebakan umum. Pekerjaan diserahkan tanpa menyebut tingkat kewenangannya, lalu diambil kembali ketika hasilnya berbeda dari bayangan atasan. Penarikan itu mengajarkan anggota tim bahwa mencoba tak ada gunanya.
Cara tutor. Tingkat kewenangan diucapkan terang saat menyerahkan: apakah anggota memutuskan sendiri, memutuskan lalu memberi tahu, atau mengusulkan untuk disetujui. Satu kalimat di awal mencegah hampir seluruh salah paham sesudahnya.
- 2
Menyampaikan umpan balik yang bisa dikerjakan
paling sering ditundaYang dibahas. Memisahkan perilaku dari sifat, menyebut akibatnya, menyepakati satu perubahan, serta memilih waktu dan tempat.
Jebakan umum. Umpan balik disimpan sampai terkumpul banyak, lalu disampaikan sekaligus. Anggota tim mendengar daftar panjang yang terasa seperti serangan, dan tak satu pun bagian darinya tertangani.
Cara tutor. Satu percakapan membahas satu perilaku, disampaikan dekat dengan kejadiannya. Peserta berlatih menyusun kalimat pembuka yang menyebut peristiwa tertentu ketimbang pola umum.
- 3
Menjalankan percakapan empat mata
ritme yang menopang sisanyaYang dibahas. Jarak pertemuan, siapa memegang agenda, pertanyaan pembuka yang berguna, serta mencatat tindak lanjut.
Jebakan umum. Pertemuan berubah menjadi laporan kemajuan pekerjaan, sehingga hal yang sebenarnya perlu didengar tak pernah muncul. Anggota tim yang kesulitan akan diam bila satu-satunya ruang bicara dipakai menagih perkembangan.
Cara tutor. Agenda dipegang anggota tim, dan atasan datang membawa pertanyaan, bukan daftar tagihan. Perkembangan pekerjaan dibahas di tempat lain agar ruang ini tetap berfungsi.
- 4
Menghadapi perselisihan
yang paling sering didiamkanYang dibahas. Mengenali perselisihan yang perlu ditangani, memisahkan persoalan dari orangnya, menengahi percakapan antara dua anggota, dan menetapkan kesepakatan kerja.
Jebakan umum. Perselisihan dibiarkan dengan harapan mereda sendiri. Yang biasanya terjadi adalah keduanya berhenti saling berbicara dan pekerjaan berpindah lewat atasan, yang membuat beban atasan bertambah tanpa persoalannya terselesaikan.
Cara tutor. Peserta berlatih membuka percakapan bertiga dengan satu aturan: masing-masing menyebutkan apa yang ia butuhkan, tanpa menilai niat pihak lain. Kesepakatan ditulis dan ditinjau beberapa pekan kemudian.
- 5
Menilai kinerja tanpa kejutan
keterampilan menengahYang dibahas. Menetapkan harapan di awal periode, mencatat peristiwa sepanjang jalan, menyusun penilaian dari catatan, dan menyampaikan hasil yang kurang menyenangkan.
Jebakan umum. Penilaian disusun dari ingatan beberapa pekan terakhir, sehingga ia mencerminkan peristiwa terbaru ketimbang satu periode. Anggota tim yang membaik di awal dan goyah di akhir dinilai lebih buruk daripada kenyataannya, dan sebaliknya.
Cara tutor. Catatan peristiwa dikumpulkan sepanjang periode dalam satu lembar, dua sampai tiga baris per bulan. Penilaian kemudian disusun dari lembar itu, dan isinya sudah pernah dibicarakan sehingga tak ada yang baru.
- 6
Membangun kepercayaan dan menangani kabar buruk
keterampilan terakhirYang dibahas. Meminta umpan balik untuk diri sendiri, mengakui keputusan yang keliru, menyampaikan perubahan yang tak populer, serta menjaga apa yang dijanjikan.
Jebakan umum. Atasan hanya memberi umpan balik dan tak pernah memintanya, sehingga ia berhenti mendengar persoalan sebelum persoalan itu membesar. Tim yang tak pernah ditanya akan menyimpulkan bahwa jawabannya tak diinginkan.
Cara tutor. Peserta berlatih mengajukan satu pertanyaan tertutup yang mudah dijawab, misalnya meminta satu hal yang sebaiknya ia hentikan. Pertanyaan luas tentang kesan umum hampir selalu dijawab dengan kata baik-baik saja.
Pekerjaan berganti, dan hampir tak ada yang memberi tahu
Orang biasanya diangkat memimpin karena ia pandai mengerjakan pekerjaan teknisnya. Lalu pekerjaannya berganti menjadi sesuatu yang sama sekali lain, dan tak ada yang menyebutkan pergantian itu secara terang. Akibatnya banyak atasan baru tetap mengerjakan tugas lamanya, sebab di situ ia merasa mampu dan hasilnya terlihat.
Tanda-tandanya cukup khas. Jam kerja memanjang sementara tim merasa kurang diperhatikan. Pekerjaan anggota tim diperiksa terlalu rinci, atau sebaliknya dibiarkan sampai tenggat. Keputusan menumpuk menunggu atasan karena tak pernah jelas siapa boleh memutuskan apa.
Pelatihan ini berangkat dari situ, bukan dari teori kepemimpinan. Yang dikerjakan di pertemuan pertama adalah mendaftar pekerjaan yang masih Anda pegang dan memeriksa satu per satu mana yang sebenarnya sudah bisa diserahkan. Daftar itu biasanya lebih panjang daripada perkiraan peserta sendiri.
Umpan balik yang bisa dikerjakan besok
Umpan balik gagal biasanya karena isinya tak bisa ditindaklanjuti, dan jarang karena atasannya kurang tegas. Kalimat tentang sikap atau sifat tak memberi anggota tim apa pun untuk dikerjakan; kalimat tentang satu peristiwa yang bisa diingat keduanya memberi pijakan.
Yang dilatih karena itu bentuknya: sebutkan peristiwa tertentu, sebutkan akibat yang Anda amati, lalu sepakati satu hal yang berubah. Satu hal, bukan daftar. Daftar panjang terasa seperti penilaian menyeluruh, dan penilaian menyeluruh membuat orang membela diri ketimbang memperbaiki.
Waktunya juga dilatih. Umpan balik yang ditabung sampai terkumpul banyak akan disampaikan saat atasan sudah jengkel, dan nada itu terdengar. Disampaikan dalam beberapa hari setelah kejadian, percakapannya hampir selalu lebih pendek dan lebih tenang.
Perselisihan yang didiamkan berpindah ke meja Anda
Dua anggota tim yang berselisih jarang datang melapor. Yang terlihat atasan adalah gejalanya: pekerjaan yang dulu berpindah langsung sekarang lewat Anda, rapat yang berisi dua orang yang tak saling menyapa, dan tenggat yang terlewat tanpa sebab yang jelas.
Mendiamkannya terasa seperti pilihan yang sopan, dan ongkosnya dibayar belakangan. Beban atasan bertambah karena ia menjadi saluran penghubung, dan anggota tim lain membaca bahwa hal semacam ini memang dibiarkan.
Yang dilatih adalah membuka percakapan bertiga dengan satu aturan yang disebut di muka: masing-masing menyampaikan apa yang ia butuhkan agar bisa bekerja, tanpa menilai niat pihak lain. Hasilnya ditulis sebagai kesepakatan kerja yang ditinjau beberapa pekan kemudian. Batasnya perlu jelas: mentor melatih Anda menjalankan percakapan itu, dan tak hadir menengahi di tempat kerja Anda.
Tanya jawab
Pertanyaan seputar les manajemen tim di Semarang
Berapa biaya pelatihan manajemen tim privat di Semarang?
Satu pertemuan dikenakan Rp140.950. Perjalanan mentor ditagih terpisah dan tak masuk ke dalam tarif itu. Durasi bisa diambil 90 menit atau 120 menit; yang lebih panjang biasanya dipilih ketika sesi berisi bermain peran, sebab meninjau rekaman percakapan menuntut waktu tersendiri. Tak ada paket maupun periode minimum yang harus ditebus.
Saya memimpin orang yang dulu rekan sejawat saya. Bagaimana menempatkan diri?
Keadaan ini salah satu yang paling sering dibawa peserta, dan yang biasanya menolong adalah membuat peran baru terbaca, di atas usaha mengubah sikap. Satu percakapan dijalankan dengan tiap bekas rekan: apa yang berubah dalam cara bekerja bersama, apa yang tetap, dan bagaimana ketidaksetujuan akan disampaikan sekarang. Percakapan itu menghapus dugaan, dan dugaan yang didiamkanlah yang paling sering merusak hubungan di masa peralihan.
Bagaimana memulai percakapan sulit yang sudah lama saya tunda?
Dengan membuka pada peristiwa, bukan pada pola. Kalimat yang menyebut satu kejadian tertentu beserta tanggalnya memberi lawan bicara pijakan untuk mengingat hal yang sama; kalimat tentang kebiasaan umum langsung memicu pembelaan. Di sesi, pembukaan itu disusun tertulis lalu dilatih dengan bermain peran sampai nadanya terkendali. Sebagian peserta menyadari bahwa yang menahan mereka selama ini hanya tak tahu kalimat pertamanya.
Anggota tim saya setuju saat dibicarakan lalu tak berubah. Apa yang salah?
Biasanya satu dari tiga hal. Pertama, kesepakatannya tak menyebut perilaku yang bisa diperiksa, sehingga keduanya pulang dengan pemahaman berbeda. Kedua, tak ada waktu tinjauan yang disepakati, sehingga tak ada momen untuk menanyakannya kembali. Ketiga, hambatan sebenarnya ada di luar kendali anggota itu dan tak pernah muncul karena tak ditanyakan. Ketiganya diperiksa dengan urutan tetap di sesi.
Bagaimana mendelegasikan tanpa merasa melepas tanggung jawab?
Tanggung jawab atas hasil memang tetap pada Anda, dan yang berpindah adalah kewenangan mengerjakan serta memutuskan. Keduanya bisa dipisahkan dengan menyebut tingkatnya di muka: apakah anggota memutuskan sendiri, memutuskan lalu memberi tahu, atau mengusulkan untuk disetujui. Titik pemeriksaan disepakati sejak awal sehingga Anda tak perlu menengok setiap hari, dan anggota tahu kapan ia akan ditanya.
Apakah pelatihan ini sama dengan pelatihan manajemen proyek?
Berbeda sumbunya. Manajemen proyek bekerja pada pekerjaan: lingkup, jadwal, anggaran, dan risiko. Pelatihan ini bekerja pada orang: delegasi, umpan balik, percakapan empat mata, dan perselisihan. Keduanya sering dibutuhkan orang yang sama, dan bila begitu urutan yang biasa dipakai adalah membereskan kejelasan pekerjaannya lebih dulu, sebab banyak persoalan yang terlihat sebagai persoalan orang sebenarnya berakar pada peran yang tak pernah dituliskan.
Tim saya hanya tiga orang. Apakah materinya tetap berlaku?
Berlaku, dan sebagian justru lebih penting pada tim kecil. Di tim tiga orang, satu perselisihan yang didiamkan memengaruhi seluruh pekerjaan, dan tak ada orang lain yang bisa menjadi penyangga. Yang disesuaikan adalah bentuknya: percakapan empat mata bisa lebih singkat dan lebih sering, dan penilaian periode bisa dijalankan tanpa formulir resmi selama catatannya tetap dibuat.
Bagaimana menangani anggota tim yang berkinerja baik tetapi sulit bekerja sama?
Dengan memisahkan dua hal yang sering dicampur: hasil kerjanya dan akibat cara kerjanya pada orang lain. Keduanya bagian dari kinerja, dan yang kedua sering tak pernah disampaikan karena hasilnya bagus. Yang dilatih adalah menyebut akibat itu secara konkret, misalnya rekan yang berhenti meminta bantuan atau informasi yang berhenti dibagikan, sebab tanpa akibat yang bisa diamati percakapan berubah menjadi soal kepribadian.
Apakah mentor akan berbicara dengan tim saya?
Tidak. Mentor melatih Anda, dan tak masuk ke dalam tim peserta untuk mewawancarai, menilai, maupun menengahi. Batas ini disengaja: pihak luar yang masuk sebagai penengah mengubah keadaan di tim dan meninggalkan Anda tanpa keterampilan ketika persoalan serupa muncul lagi. Kasus yang dibahas berasal dari cerita Anda, dengan nama orang disembunyikan.
Berapa lama sampai perubahannya terasa di tim?
Hal yang paling cepat terasa adalah ruang bicara berkala, biasanya dalam beberapa pekan setelah pertemuan empat mata berjalan tetap. Perubahan pada delegasi memakan waktu lebih lama karena ia menuntut kepercayaan yang dibangun dari beberapa kali menahan diri. Yang paling lambat adalah pulihnya hubungan yang sudah lama rusak, dan untuk itu jujurnya memang tak ada jaminan.
Bagaimana kalau atasan saya sendiri tak mendukung cara kerja ini?
Sebagian besar yang dilatih di sini bisa dijalankan tanpa izin siapa pun, sebab percakapan empat mata dan umpan balik berada di dalam kewenangan Anda. Yang memang menuntut persetujuan adalah perubahan pada cara penilaian resmi dan pembagian kewenangan formal. Untuk itu yang biasanya bekerja adalah menjalankan yang bisa dijalankan lebih dulu, lalu mengusulkan perubahan yang lebih besar dengan membawa hasil yang sudah terlihat.
Saya pemilik usaha kecil dan karyawan saya kerabat sendiri. Apakah materinya cocok?
Cocok, dengan satu bagian yang perlu digarap lebih dalam: memisahkan percakapan tentang pekerjaan dari hubungan keluarga. Yang paling menolong biasanya menetapkan waktu dan tempat tertentu untuk membicarakan pekerjaan, sehingga keduanya tak bercampur di meja makan. Kesepakatan kerja tertulis juga lebih penting di keadaan ini, sebab dalam hubungan kerabat harapan sering dianggap sudah dipahami tanpa pernah diucapkan.
Apakah ada bahan bacaan yang perlu disiapkan sebelum sesi?
Tak ada bacaan wajib, dan yang diminta hanya satu: tuliskan dua atau tiga keadaan nyata yang sedang Anda hadapi, tanpa nama. Keadaan itu yang menjadi bahan sesi pertama dan sekaligus menentukan dari keterampilan mana program dimulai. Bacaan dianjurkan setelah pertemuan pertama, dipilih sesuai keterampilan yang sedang digarap, sebab bacaan yang diberikan sebelum sasarannya jelas jarang terpakai.
Bisakah sesi berjalan online?
Bisa, dan untuk materi ini format daring cukup setara karena sebagian besar pekerjaannya berupa percakapan dan bermain peran. Yang justru menguntungkan: rekaman sesi lebih mudah dibuat dan ditinjau bersama, dan meninjau rekaman percakapan sendiri adalah bagian yang paling banyak mengubah cara peserta berbicara. Sambungan yang stabil diperlukan karena nada dan jeda ikut dinilai.
Bagaimana penentuan tempat dan jam pertemuannya?
Seluruh kecamatan di Kota Semarang terjangkau. Khusus pelatihan ini, cukup banyak peserta memilih bertemu di luar kantornya: membahas keadaan tim di ruang yang dindingnya tipis membuat orang menahan kalimat, dan kalimat yang ditahan adalah bahan yang paling dibutuhkan sesi. Soal jam, kami menyepakatinya sebelum program berjalan agar pilihannya realistis terhadap kepadatan lalu lintas di waktu tersebut.
Saya memimpin orang yang lebih senior dan lebih berpengalaman. Bagaimana bersikap?
Keadaan ini menuntut peran yang berbeda dari peran pengarah. Yang dikerjakan atasan di posisi itu adalah menghilangkan hambatan, memastikan keputusan tak menggantung, dan menjaga agar pengalaman orang tersebut sampai ke tim. Yang perlu dihindari adalah berpura-pura lebih tahu perihal teknis, sebab hal itu cepat terbaca dan merugikan kepercayaan. Di sesi, peserta berlatih menanyakan pendapat secara terbuka lalu menyatakan keputusannya beserta alasan, termasuk ketika keputusan itu berbeda dari saran yang diterimanya. Yang juga menolong adalah menyebut terbuka bagian mana yang Anda andalkan dari orang tersebut, sebab pengakuan yang spesifik jauh lebih dipercaya daripada pujian umum tentang pengalaman.
Bagaimana memberi kabar bahwa seseorang tak naik jabatan atau tak mendapat kenaikan?
Dua hal yang menentukan hasil percakapan semacam ini adalah waktunya dan apakah isinya pernah dibicarakan sebelumnya. Kabar yang datang tanpa pendahuluan akan dibaca sebagai penilaian mendadak, walau dasarnya sudah terkumpul berbulan. Karena itu bagian terbesar pekerjaannya ada jauh sebelum hari itu: harapan dinyatakan di awal periode, dan jarak terhadap harapan itu disampaikan secara berkala. Di hari penyampaian, yang dilatih adalah menyebut dasarnya dengan peristiwa, menyediakan jalan ke depan yang konkret, dan tak menjanjikan apa yang belum pasti. Catatan percakapan itu disimpan peserta sendiri sebagai rujukan bila pertanyaan yang sama muncul lagi di periode berikutnya.
Apakah tim perlu tahu bahwa saya sedang mengikuti pelatihan ini?
Tak ada keharusan, dan sebagian peserta memilih menyampaikannya karena justru membantu. Menyebutkan bahwa Anda sedang belajar memimpin membuat perubahan cara kerja Anda terbaca sebagai usaha, bukan sebagai pergeseran sikap yang tak dijelaskan. Yang sebaiknya dihindari adalah menjadikannya pengantar setiap percakapan sulit, sebab hal itu memindahkan perhatian dari persoalan yang sedang dibahas kepada proses belajar Anda sendiri.
Bagaimana menjaga tim tetap bekerja baik ketika sebagian anggota bekerja dari jarak jauh?
Yang paling cepat rusak pada tim yang terpisah jarak adalah hal-hal kecil yang dulu terjadi sendiri: pertanyaan singkat di sebelah meja, dan kabar bahwa seseorang sedang kesulitan. Keduanya perlu digantikan oleh sesuatu yang dijadwalkan, dan di situlah percakapan empat mata berkala menjadi lebih penting daripada di tim yang berkumpul. Yang juga dilatih adalah menuliskan keputusan di tempat yang bisa dibaca semua orang, sebab pada tim terpisah jarak informasi yang hanya diucapkan akan sampai kepada sebagian orang saja, dan sebagian yang terlewat itu biasanya selalu orang yang sama. Jadwal pertemuan berkala juga sebaiknya ditulis di kalender bersama, agar ia terbaca sebagai bagian pekerjaan dan bukan sebagai kebaikan atasan yang bisa dibatalkan kapan saja.
Layani sekarang
Waktunya serius dengan manajemen tim
Tutor terbaik Semarang siap mendampingi. Mulai dari konsultasi kebutuhan belajarmu, tanpa komitmen.
