Pelajar SMP sampai mahasiswa, dan peminat rakitan sendiri
Les Robotika Semarang Guru ke Rumah & Online
Les robotika Edusora Semarang menggarap bagian yang pemula lewati: sensornya.
Kenalan dulu dengan Les Robotika
Les robotika Edusora Semarang menggarap bagian yang pemula lewati: sensornya. Hampir seluruh waktu pemula habis di motor, sementara hampir seluruh kegagalan tinggal di apa yang robot sangka ia lihat. Rp140.950 per pertemuan.
Konsultasi & DaftarSerba-serbi Program
Robotika jadi lebih dekat, di tempat pilihan keluarga
Mulai dari assessment, lalu belajar robotika rutin bersama tutor yang sama tiap sesi.
Kelebihan kami
Pembeda les Robotika Edusora
Tiga bagian, dan dua di antaranya diabaikan
Robot membaca keadaan, memutuskan, lalu bergerak. Pemula menghabiskan hampir seluruh waktunya di bagian ketiga, dan kegagalannya hampir selalu di bagian pertama.
Sensor berbohong, dan itu pelajaran intinya
Pengukur jarak membaca lain di kain hitam, lain di bawah matahari, dan lain lagi saat miring. Kode yang memercayai satu bacaan akan gagal, dan gagalnya nol teratur.
Dunia nyata punya gesekan dan kelonggaran
Perintah yang sama memberi hasil berbeda di lantai keramik dan di karpet, serta berbeda saat baterai penuh dan hampir habis. Jadi hitungan waktu nol pernah berulang.
Robot yang bergerak nol bisa ditelusuri baris demi baris
Jadi cara mencari kesalahannya berbeda: robot diminta melaporkan apa yang ia lihat, lewat angka yang dicetak atau lampu yang menyala.
Terbuka saja
Cocok sekarang, atau ada yang mendahului
Halaman ini cocok
- Robot Anda bekerja sekali lalu nol bekerja lagi tanpa sebab yang jelas
- Anda menyiapkan lomba dan robot Anda gagal di lapangan yang bukan ruang latihan
- Anda ingin membuat alat yang bekerja sendiri dan bertahan berbulan-bulan
- Anda sudah bisa membuat roda berputar dan nol tahu kenapa robotnya nol berhenti di dinding
- Anda sanggup menulis percabangan dan perulangan, atau siap memulai dari situ
Peta bahannya
Lima medan, dan motor masuk paling akhir
Urutan di sini membalik urutan yang biasa dipakai bahan perakitan, yang umumnya memulai dari membuat roda berputar. Motor diletakkan paling akhir meski ia yang paling ingin disentuh peserta, sebab robot yang bergerak dengan bacaan sensor yang keliru cuma bergerak ke tempat yang salah lebih cepat.
Membaca sensor dan memercayainya
Yang dibahas. Mengukur tiap sensor di keadaan yang sungguh akan dihadapi, mencatat angkanya, lalu membaca beberapa kali dan mengabaikan yang menyimpang.
Jebakan umum. Angka ambang disalin dari buku petunjuk, padahal angka itu diukur di keadaan lain dengan cahaya dan permukaan yang berbeda.
Melihat apa yang robot lihat
Yang dibahas. Mencetak bacaan sensor selama robot berjalan, memakai lampu penanda, dan menguji dengan robot diangkat dari lantai.
Jebakan umum. Robot yang bergerak nol bisa ditelusuri baris demi baris, jadi tanpa cara melihat bacaannya, mencari kesalahan berubah jadi menebak.
Memutuskan dan menangani keadaan ganjil
Yang dibahas. Menyusun keputusan yang sederhana, lalu menentukan apa yang robot kerjakan ketika bacaannya nol masuk akal.
Jebakan umum. Kode berisi belasan perkecualian khusus, dan itu hampir selalu tanda bahwa bacaan sensornya yang nol beres.
Gerak yang bisa diulang
Yang dibahas. Mengganti hitungan waktu dengan pengukuran: penghitung putaran roda, pembaca garis, atau sensor yang membaca perubahan hadap.
Jebakan umum. Berputar dengan hitungan waktu berhasil sekali lalu berubah di lantai lain, dan berubah lagi saat baterai turun.
Daya dan rangkaian fisiknya
Yang dibahas. Memisahkan sumber daya motor dari papan kendali, mengenali gejala tegangan yang turun, dan merapikan sambungan yang menetap.
Jebakan umum. Motor disambung langsung ke papan kendali, lalu papan kehilangan tegangan dan peserta menyangka kodenya yang salah.
Tiga bagian yang wajib sepakat, dan dua yang diabaikan
Robot apa pun, sesederhana atau serumit apa pun, mengerjakan tiga hal berurutan: membaca keadaan di sekitarnya, memutuskan apa yang hendak dilakukan, lalu menggerakkan sesuatu.
Pemula menghabiskan hampir seluruh waktunya di bagian ketiga. Motor mana yang dipakai, bagaimana memasangnya, dan bagaimana membuatnya berputar. Bagian itu memang paling terlihat dan paling memuaskan ketika berhasil.
Dan hampir seluruh kegagalan tinggal di bagian pertama. Robot yang nol berhenti di depan dinding biasanya motornya sehat; yang keliru apa yang ia sangka ia lihat.
Bagian kedua, memutuskan, biasanya paling sederhana isinya dan paling sering jadi tempat menumpuk tambalan. Kode yang berisi belasan perkecualian khusus hampir selalu tanda bahwa bagian pertama nol beres.
Jadi urutan kelas ini membalik urutan yang biasa. Sensor dahulu, sampai robot sanggup melaporkan keadaan sekitarnya dengan bisa dipercaya. Baru keputusan. Dan motor masuk paling akhir, meski ia yang paling ingin disentuh peserta.
Sensor berbohong, dan ia berbohong dengan cara yang teratur
Ini pelajaran yang paling banyak mengubah peserta, dan ia nol pernah ada di petunjuk perakitan.
Pengukur jarak yang memakai bunyi membaca lebih jauh di kain dan benda berbulu, sebab bunyinya diserap. Ia membaca keliru pada permukaan yang miring, sebab bunyinya memantul ke arah lain. Dan ia kadang nol membaca apa pun pada benda yang sangat dekat.
Pengukur jarak yang memakai cahaya punya kelemahan lain: ia terganggu cahaya matahari, dan ia membaca lebih dekat pada benda putih daripada benda hitam.
Pembaca garis punya kelemahan yang paling sering menjatuhkan peserta lomba: ia membaca berbeda saat lampu ruangan berubah. Robot yang sempurna di ruang latihan bisa gagal seluruhnya di ruang lomba yang pencahayaannya lain.
Jadi yang diajarkan di sini nol menghafal kelemahan tiap sensor. Yang diajarkan satu kebiasaan: tiap sensor diukur dahulu di keadaan yang sungguh akan dihadapi, angkanya dicatat, dan kodenya ditulis dari angka itu, nol dari angka di buku petunjuk.
Uraian
Lima kekeliruan yang membuat robot bekerja sekali lalu nol lagi
Berputar dengan hitungan waktu
Nyalakan motor setengah detik untuk berputar sembilan puluh derajat. Ia berhasil sekali, lalu berbeda di lantai lain, dan berbeda lagi saat baterainya turun.
Memercayai satu bacaan sensor
Satu bacaan bisa keliru tanpa sebab yang terlihat. Membaca beberapa kali lalu mengabaikan yang menyimpang jauh menghilangkan sebagian besar kegagalan ganjil.
Ambang disalin dari petunjuk
Angka ambang di buku petunjuk diukur di keadaan lain. Yang berlaku angka yang Anda ukur sendiri di tempat robot akan bekerja.
Motor disambung langsung ke papan kendali
Motor menarik arus jauh lebih besar daripada yang papan sanggup berikan, dan akibatnya papan ikut terganggu atau rusak. Ia menuntut pemberi daya tersendiri.
Nol ada cara melihat apa yang robot lihat
Tanpa angka yang dicetak atau lampu penanda, mencari kesalahan jadi menebak. Robot yang bergerak nol bisa ditelusuri baris demi baris seperti program biasa.
Dunia nyata punya gesekan, dan itu membatalkan hitungan waktu
Cara pertama yang dipakai hampir semua pemula untuk membuat robot berputar: nyalakan satu motor lebih cepat selama setengah detik.
Ia berhasil, sekali. Lalu robotnya dipindahkan ke lantai yang lain dan putarannya berubah. Lalu baterainya turun dan putarannya berubah lagi. Lalu satu rodanya sedikit lebih kotor dari yang lain dan ia berputar miring.
Sebabnya satu: hitungan waktu nol mengukur apa pun. Ia memberi perintah dan berharap. Dan dunia nyata punya gesekan, kelonggaran di roda gigi, dan tegangan yang turun, dan ketiganya berubah terus.
Jalan keluarnya mengukur, nol menghitung waktu. Roda yang punya penghitung putaran memberi tahu berapa jauh ia sungguh berputar. Sensor yang membaca garis memberi tahu robot sudah sampai di mana. Dan arah bisa dibaca dari sensor yang mengetahui perubahan hadap.
Peserta yang berpindah dari hitungan waktu ke pengukuran biasanya mengalami hal yang sama: robotnya jadi lebih lambat dan jauh lebih bisa diulang. Dan bisa diulang itu yang sesungguhnya dicari, baik untuk lomba maupun untuk alat yang dipakai.
Mencari kesalahan di robot: minta ia melaporkan apa yang ia lihat
Program biasa bisa dihentikan di tengah jalan lalu diperiksa baris demi baris. Robot yang sedang bergerak nol bisa.
Jadi cara mencari kesalahannya berbeda, dan ia satu keterampilan tersendiri yang nol diajarkan di bahan perakitan mana pun.
Cara pertama mencetak angka. Robot menuliskan bacaan sensornya ke layar komputer selama ia berjalan, dan Anda membacanya sesudahnya. Dari angka itu terlihat apakah sensornya membaca masuk akal, dan di detik mana ia mulai keliru.
Cara kedua untuk robot yang nol tersambung ke komputer: lampu penanda. Satu lampu yang menyala ketika robot menyangka ia melihat dinding sudah cukup memisahkan dua kemungkinan besar, yaitu sensornya keliru atau keputusannya keliru.
Dan cara ketiga yang paling murah: angkat robotnya dari lantai dan gerakkan tangan di depan sensornya. Kalau perilakunya benar saat digerakkan tangan dan keliru saat berjalan sendiri, masalahnya hampir pasti di gerakannya, nol di sensornya. Tiga cara itu diajarkan sebelum robot pertama dijalankan, nol setelah peserta kebingungan.
Daya: bagian yang paling sering merusak dan paling sering dilewati
Dari seluruh kerusakan yang kami temui pada rakitan peserta, sebagian besarnya berpangkal di satu tempat.
Motor menarik arus jauh lebih besar daripada yang bisa diberikan papan kendali, terutama saat ia mulai berputar atau saat ia tertahan. Menyambungnya langsung ke papan membuat papan ikut terganggu, dan kadang merusaknya.
Gejalanya kerap menyesatkan: robot berjalan sebentar lalu mati dan menyala kembali, atau program yang berjalan baik mulai berperilaku ganjil begitu motornya dinyalakan. Peserta menyangka kodenya salah, dan yang terjadi papannya kehilangan tegangan.
Jalan keluarnya memisahkan: motor mengambil daya dari sumbernya sendiri, dan papan kendali mengambil dari sumber lain, dengan keduanya berbagi titik dasar yang sama.
Hal kedua yang perlu diketahui: baterai yang turun mengubah perilaku robot jauh sebelum ia mati. Jadi robot yang bekerja di awal latihan dan nol bekerja di akhir latihan belum tentu rusak; ia mungkin cuma kehabisan tegangan, dan mengetahui kemungkinan itu menghemat berjam-jam mencari kesalahan yang nol ada.
Lengan dan penjepit: tempat kelonggaran paling terasa
Peserta yang beranjak dari robot beroda ke robot berlengan menemui satu masalah yang nol pernah ia temui sebelumnya, dan sebabnya mekanik, nol kode.
Sendi yang digerakkan punya kelonggaran: sedikit ruang kosong di roda gigi dan di sambungannya. Akibatnya lengan yang diperintahkan ke satu sudut berhenti di sudut yang sedikit berbeda, dan arah datangnya menentukan selisihnya.
Jadi lengan yang bergerak dari kiri berhenti di tempat yang sedikit lain dibanding lengan yang bergerak dari kanan ke sudut yang sama. Dan kalau lengan itu memegang benda, bebannya menambah selisih lagi.
Yang biasanya dikerjakan pemula menambal angkanya. Yang dikerjakan di sini mengakui kelonggarannya lalu mendekat dari satu arah saja secara tetap, sehingga selisihnya berulang dan bisa diperhitungkan.
Hal kedua soal penjepit: benda yang bentuknya berbeda-beda hampir nol bisa dijepit dengan satu bentuk penjepit. Peserta yang sasarannya memindahkan beberapa jenis benda biasanya menemukan bahwa pekerjaan sesungguhnya merancang penjepitnya, nol memprogram lengannya.
Robot lomba dan robot yang dipakai: dua sasaran yang berbeda
Pembedaan ini pantas dibuat di awal, sebab jalannya berbeda dan menyatukannya merugikan keduanya.
Robot lomba dinilai di satu lapangan yang ketentuannya tertulis, dalam waktu yang ketat, dan ia cuma perlu bekerja di sana. Jadi yang digarap paling dalam kecepatan, ketepatan berulang di lapangan itu, dan menghadapi keadaan lomba yang berbeda dari ruang latihan, terutama pencahayaannya.
Robot yang dipakai untuk sesuatu, misalnya alat yang membuka pintu kandang atau menyiram tanaman, dinilai di keadaan yang berubah-ubah dan ia perlu bekerja berbulan-bulan. Jadi yang digarap paling dalam bertahan ketika keadaan berubah, dan apa yang ia lakukan saat sensornya keliru.
Yang kedua jauh lebih menuntut, dan ia jarang dibahas di bahan belajar. Robot lomba boleh berhenti ketika kebingungan; robot yang dipakai di kandang nol boleh.
Jadi pertemuan pembuka menanyakan sasaran Anda. Dan untuk peserta lomba, satu hal ditambahkan yang nol ada di ketentuan mana pun: ukur pencahayaan di tempat lomba kalau bisa, sebab pembaca garis yang disetel di ruang latihan adalah penyebab kegagalan lomba yang paling sering kami dengar.
Perangkat dan bekal: apa yang perlu, apa yang nol
Dua hal perlu disebut sebelum Anda menyusun rencana, dan keduanya lebih ringan daripada dugaan umum.
Soal bekal kode: yang diperlukan sanggup menulis percabangan, perulangan, dan menyimpan nilai. Itu saja. Yang nol diperlukan pengalaman memprogram sebelumnya, sebab bagian kode yang dipakai di robot kecil dan berulang. Peserta yang nol pernah menulis kode memulai dari situ di pertemuan-pertemuan awal, dan untuk sasaran yang lebih luas kursus pemrograman menggarapnya.
Soal perangkat: satu papan kendali kecil, beberapa sensor, dua motor beserta rodanya, dan sumber daya. Semuanya ada di toko komponen pada harga yang masih wajar, dan besarannya nol kami cantumkan karena tiap penjual berbeda dan angkanya bergerak.
Yang perlu diketahui: membeli paket besar di awal hampir selalu merugikan. Sebagian isinya nol pernah terpakai, dan sensor yang Anda butuhkan bergantung sasaran yang baru ditetapkan di pertemuan pembuka. Maka daftar belanjanya kita susun berdua, dilebihkan pada bagian yang gampang jebol.
Dan soal menyolder: ia nol diperlukan di awal. Papan tanpa solder berikut kabel jumpernya menutup nyaris semua bahan di sini. Menyolder baru masuk ketika rakitan Anda hendak dipasang menetap, dan les elektronika yang menggarapnya lebih dalam.
Langkah
Cara mendaftar
Dibuka dengan Sebutkan sasaran robotnya, lalu 3 langkah sesudahnya.
1Sebutkan sasaran robotnya
Lomba, alat yang dipakai, atau tugas sekolah. Tiga sasaran itu menuntut jalan yang berbeda, dan menyatukannya merugikan ketiganya.
2Sebutkan bekal kode Anda
Pernah menulis percabangan dan perulangan atau belum. Yang belum memulai dari situ, dan itu beberapa pertemuan awal saja.
3Tunggu daftar beli disusun bersama
Nol beli paket besar lebih dahulu. Sensor yang Anda butuhkan bergantung sasaran yang baru ditetapkan di pertemuan pembuka.
4Pilih tempat pertemuannya
Untuk bahasan ini, bertemu langsung jauh lebih berguna sebab robotnya dijalankan di lantai yang sungguh akan ia hadapi.
Tanya jawab
Pertanyaan seputar les robotika di Semarang
Robot saya bisa jalan tapi nol berhenti di dinding. Motornya rusak?
Hampir pasti nol. Robot mengerjakan tiga hal berurutan: membaca keadaan, memutuskan, lalu bergerak, dan hampir seluruh kegagalan tinggal di bagian pertama. Robot yang nol berhenti di dinding biasanya motornya sehat; yang keliru apa yang ia sangka ia lihat. Pemula menghabiskan hampir seluruh waktunya di bagian ketiga karena ia paling terlihat.
Apa artinya sensor berbohong?
Bahwa bacaannya bergantung keadaan, dengan cara yang teratur dan bisa dipelajari. Pengukur jarak berbunyi membaca lebih jauh di kain dan benda berbulu sebab bunyinya diserap, dan keliru pada permukaan miring sebab pantulannya ke arah lain. Pengukur berbasis cahaya terganggu matahari dan membaca lebih dekat pada benda putih daripada hitam.
Jadi saya perlu hafal kelemahan tiap sensor?
Nol, dan menghafalnya justru nol cukup sebab keadaan Anda berbeda dari keadaan mana pun di buku. Yang diajarkan satu kebiasaan: tiap sensor diukur dahulu di keadaan yang sungguh akan dihadapi, angkanya dicatat, dan kodenya ditulis dari angka itu. Angka ambang di buku petunjuk diukur di tempat lain dengan cahaya dan permukaan yang lain.
Robot saya sempurna di rumah tapi gagal di lomba. Kenapa?
Penyebab yang paling sering kami dengar pencahayaan. Pembaca garis membaca berbeda saat lampu ruangan berubah, dan ruang lomba hampir selalu punya pencahayaan yang lain dari ruang latihan. Jadi untuk peserta lomba ada satu hal yang ditambahkan dan ia nol ada di ketentuan mana pun: ukur pencahayaan di tempat lomba kalau memungkinkan, dan siapkan cara menyetel ulang ambangnya di tempat.
Kenapa putaran robot saya berubah-ubah?
Karena ia diputar dengan hitungan waktu, dan hitungan waktu nol mengukur apa pun. Ia memberi perintah lalu berharap. Dunia nyata punya gesekan, kelonggaran di roda gigi, dan tegangan yang turun, dan ketiganya berubah terus. Jadi hasilnya berbeda di lantai lain, berbeda saat baterai turun, dan miring saat satu roda lebih kotor.
Lalu bagaimana cara berputar yang benar?
Mengukur, nol menghitung waktu. Roda yang punya penghitung putaran memberi tahu berapa jauh ia sungguh berputar. Pembaca garis memberi tahu robot sudah sampai di mana. Dan arah bisa dibaca dari sensor yang mengetahui perubahan hadap. Peserta yang berpindah ke pengukuran biasanya mendapat robot yang lebih lambat dan jauh lebih bisa diulang, dan bisa diulang itu yang sesungguhnya dicari.
Bagaimana mencari kesalahan di robot yang sedang bergerak?
Dengan meminta robotnya melaporkan apa yang ia lihat, sebab ia nol bisa dihentikan di tengah jalan lalu diperiksa baris demi baris seperti program biasa. Tiga cara: mencetak bacaan sensornya ke layar selama ia berjalan, menyalakan lampu penanda ketika ia menyangka melihat sesuatu, dan mengangkatnya dari lantai lalu menggerakkan tangan di depan sensornya.
Cara mana yang paling cepat memisahkan masalahnya?
Yang ketiga, dan ia nol butuh alat apa pun. Angkat robotnya dan gerakkan tangan di depan sensornya. Kalau perilakunya benar saat digerakkan tangan dan keliru saat berjalan sendiri, masalahnya hampir pasti di gerakannya, nol di sensornya. Dua kemungkinan besar langsung terpisah dalam hitungan detik.
Robot saya jalan sebentar lalu mati dan menyala lagi. Kodenya salah?
Kemungkinan besar nol, dan tersangkanya dayanya. Motor menarik arus jauh lebih besar daripada yang bisa diberikan papan kendali, terutama saat mulai berputar atau saat tertahan. Menyambungnya langsung ke papan membuat papan kehilangan tegangan, dan gejalanya persis seperti yang Anda sebutkan. Jalan keluarnya memisahkan: motor mengambil daya dari sumbernya sendiri.
Robot saya bekerja di awal latihan dan nol bekerja di akhir. Rusak?
Belum tentu, dan ini menghemat berjam-jam mencari kesalahan yang nol ada. Baterai yang turun mengubah perilaku robot jauh sebelum ia mati: motornya lebih lemah, putarannya berbeda, dan sebagian sensor mulai membaca ganjil. Jadi tegangan baterai masuk sebagai tersangka tetap, diperiksa sebelum kode disentuh.
Kode saya penuh perkecualian khusus supaya robotnya jalan. Normal?
Normal dan ia gejala, nol pekerjaan. Kode yang berisi belasan perkecualian hampir selalu tanda bahwa bacaan sensornya yang nol beres. Jadi yang diperbaiki sensornya: diukur ulang di keadaan nyata, dibaca beberapa kali, dan bacaan yang menyimpang jauh diabaikan. Setelah itu keputusannya kembali sederhana dan perkecualiannya hilang sendiri.
Saya nol pernah menulis kode. Masih bisa ikut?
Bisa, dan bekalnya lebih ringan daripada dugaan umum. Yang diperlukan sanggup menulis percabangan, perulangan, dan menyimpan nilai, dan bagian kode yang dipakai di robot kecil serta berulang. Peserta yang belum pernah memulai dari situ di pertemuan-pertemuan awal. Untuk sasaran memprogram yang lebih luas, kursus pemrograman menggarapnya.
Perlu beli paket robot yang besar dulu?
Hampir selalu merugikan. Sebagian isinya nol pernah terpakai, dan sensor yang Anda butuhkan bergantung sasaran yang baru ditetapkan di pertemuan pembuka. Maka daftar belanjanya kita susun berdua, dilebihkan pada bagian yang gampang jebol. Modal awalnya satu papan kendali kecil, beberapa sensor, dua motor berikut rodanya, serta sumber dayanya.
Berapa biaya les robotika di Semarang?
Rp140.950 per pertemuan berdurasi sembilan puluh menit, dengan satu pendamping untuk satu peserta. Untuk bahasan ini bertemu langsung jauh lebih berguna daripada lewat jaringan, sebab robotnya dijalankan di lantai yang sungguh akan ia hadapi, dan gesekan lantai termasuk hal yang menentukan. Papan, sensor, motor, dan dayanya di luar tarif ini.
Lengan robot saya berhenti di sudut yang nol tepat. Kodenya kurang teliti?
Kemungkinan besar sebabnya mekanik, nol kode. Sendi yang digerakkan punya kelonggaran, yaitu sedikit ruang kosong di roda gigi dan sambungannya, jadi lengan yang datang dari kiri berhenti di tempat yang sedikit lain dibanding lengan yang datang dari kanan ke sudut yang sama. Beban yang dipegang menambah selisihnya lagi. Yang dikerjakan mengakui kelonggarannya lalu mendekat dari satu arah saja secara tetap, sehingga selisihnya berulang dan bisa diperhitungkan.
Layani sekarang
Waktunya serius dengan robotika
Daftar hari ini, tim kami mencarikan tutor robotika yang paling pas untukmu.
