Pelajar SMP sampai dewasa; satu kejadian nyata yang pernah Anda alami jadi bahannya
Les Storytelling Semarang Home Visit & Online
Satu cerita bekerja karena ada yang berubah di dalamnya, dan yang nol memuat perubahan apa pun laporan, nol cerita.
Mengenal Les Storytelling di Semarang
Satu cerita bekerja karena ada yang berubah di dalamnya, dan yang nol memuat perubahan apa pun laporan, nol cerita. Dari satu uji itu seluruh pekerjaan storytelling jadi pekerjaan memotong. Rp97.300 sekali pertemuan, dan sembilan puluh menitnya dipakai memotong, nol menambah.
Konsultasi & DaftarRincian Layanan
Tarif
Rp97.300 sekali pertemuan, dan sembilan puluh menitnya dipakai memotong, nol menambah
Satu jam Storytelling yang benar-benar fokus
Tutor storytelling datang dengan rencana belajar yang disusun dari kebutuhanmu.
Kenapa Edusora
Yang membuat sesi Storytelling terasa beda
Ada yang berubah
Satu cerita punya keadaan di awal dan keadaan yang berbeda di akhir. Yang nol bisa menyebut perubahan itu sedang menyampaikan laporan kejadian, dan pendengar merasakannya.
Memotong, nol menambah
Cerita pemula hampir selalu kelebihan keterangan sebelum perubahannya datang. Jadi latihan di sini sebagian besarnya membuang, dan membuang jauh lebih sulit daripada menulis.
Harga yang dibayar
Perubahan yang nol berbiaya apa pun nol menggerakkan siapa pun. Bagian yang menyebut apa yang hilang maupun apa yang dilepaskan itu yang paling sering dipotong pemula, padahal ia intinya.
Satu benda yang jelas
Satu benda yang bisa dibayangkan mengalahkan tiga kata sifat. Pendengar membangun gambarnya sendiri dari benda itu, dan gambar yang ia bangun sendiri bertahan lebih lama.
Perubahan dulu
Lima medan, dan cara menyampaikan ada di medan keempat
Cara menyampaikan diletakkan di medan keempat, dan tiga medan sebelumnya dikerjakan di atas kertas. Alasannya terukur: cerita yang nol punya perubahan nol bisa diselamatkan cara menyampaikan mana pun, dan peserta yang memperbaiki suaranya lebih dahulu memperbaiki bagian yang nol salah.
Diperiksa di atas kertas
Delapan hal yang terbaca sebelum satu kata diucapkan
Enam butir pertama diperiksa di atas kertas, sebelum cerita pernah disampaikan. Dua butir terakhir menuntut satu rekaman suara, dan keduanya hampir selalu di luar dugaan peserta.
Anda bisa menyebut apa yang berubah di akhir ceritanya
Keadaan awal dan akhir Anda nol sama
Keempat bagian cerita Anda bisa disebut satu kalimat masing-masing
Bagian harga yang dibayar ada, nol dipotong
Nol ada bagian yang bisa dibuang tanpa merusak perubahannya
Ada satu benda yang jelas, nol lima hal sekaligus
Ada jeda sesudah titik yang memutar di rekaman Anda
Bagian keadaan awal Anda nol memakan separuh waktunya
Dari dua kalimat
Empat tangga, dan tangga pertama cuma dua kalimat
Tangga pertama cuma dua kalimat: keadaan di awal, dan keadaan di akhir. Peserta lazim mengira kelas storytelling dimulai dari berbicara, dan dua kalimat itu yang paling sering memperlihatkan bahwa bahan ceritanya perlu diganti sebelum satu kalimat lain ditulis.
- 01
Tangga pertama: perubahannya bisa disebut
pertemuan awalKeadaan awal dan akhir ditulis masing-masing satu kalimat. Sebagian peserta mengganti bahan ceritanya di sini, dan penggantian itu memang hasil yang dituju.
- 02
Tangga kedua: empat bagian lengkap, termasuk harganya
pekan-pekan pertamaBagian harga yang dibayar muncul di cerita, dan ia lazim bagian yang paling mengubah tanggapan pendengar. Keempat bagian diuji dengan satu kalimat masing-masing.
- 03
Tangga ketiga: separuh ceritanya hilang
beberapa pekanBagian yang nol dibutuhkan untuk mengerti perubahan dibuang, dan kata sifat diganti benda yang jelas. Cerita lazim jadi jauh lebih pendek di tangga ini.
- 04
Tangga keempat: disampaikan dengan suara
sesudahnyaJeda sesudah titik yang memutar, laju yang berubah, dan akhir yang berhenti tanpa menjelaskan. Diperiksa dari rekaman, sebab jeda hampir selalu lebih pendek daripada yang terasa.
Adu cara belajar
Les storytelling privat, bimbel grup, atau belajar sendiri?
Perhatian tutor saat belajar storytelling
Materi storytelling disesuaikan level siswa
Assessment kebutuhan storytelling di awal
Perkembangan dipantau tiap sesi
Selaras kurikulum sekolah di Semarang
Latihan soal storytelling terarah
Sebelum cerita pertama
Kejadian nyatanya ada, atau medannya lain
Satu uji memisahkan cerita dari laporan kejadian
Hampir semua orang yang merasa ceritanya nol didengarkan menyimpulkan satu hal yang salah: bahwa ceritanya kurang menarik. Yang kurang lazim hal lain, dan ia bisa diuji dalam satu pertanyaan.
Pertanyaannya: apa yang berubah di akhir cerita Anda. Perubahan itu bisa pada keadaan, pada hubungan antara orang, maupun pada apa yang tokohnya percaya. Yang nol bisa menyebutnya sedang menyampaikan laporan kejadian, dan pendengar merasakan bedanya tanpa bisa menamainya.
Laporan kejadian berbunyi seperti ini: saya pergi, lalu ini terjadi, lalu itu terjadi, lalu saya pulang. Tiap bagiannya benar, urutannya rapi, dan nol ada yang berubah dari awal ke akhir. Pendengar menunggu sesuatu yang nol pernah datang.
Jadi pekerjaan pertama di kelas ini nol menyusun kalimat; ia menemukan perubahannya. Peserta membawa satu kejadian nyata, lalu dua pertanyaan diajukan: bagaimana keadaannya di awal, dan bagaimana ia di akhir.
Dan sebagian peserta menemukan bahwa kejadian yang ia pilih memang nol memuat perubahan apa pun. Itu temuan yang berguna, nol kegagalan: ia berarti bahan yang salah, dan bahan diganti jauh lebih murah daripada kalimat diperbaiki.
Begitu perubahannya ada, seluruh sisa pekerjaan jadi pekerjaan memotong. Tiap bagian diuji dengan satu pertanyaan: apakah pendengar masih mengerti perubahannya kalau bagian ini dibuang. Yang jawabannya iya dibuang, seberapa pun ia Anda sukai.
Rincian
Empat bagian satu cerita, dan yang keempat paling sering hilang
Keadaan di awal
Cukup untuk membuat perubahannya terasa, nol lebih. Pemula memakai separuh waktunya di sini, dan separuh itu yang paling banyak dipotong di kelas ini.
Satu hal yang mengganggunya
Kejadian yang membuat keadaan awal nol bisa diteruskan. Tanpanya cerita berjalan lurus, dan yang berjalan lurus nol punya tempat untuk berubah.
Titik yang memutar
Saat keadaan berpindah: keputusan yang diambil, hal yang diketahui, maupun hal yang terjadi di luar kuasa tokohnya. Ia bagian terpendek dan ia yang dituju seluruh cerita.
Harga yang dibayar
Apa yang hilang, dilepaskan, maupun nol lagi sama sesudah titik itu. Bagian ini yang paling sering dipotong pemula, dan tanpanya perubahan terasa nol penting.
Urutannya bisa diubah
Keempatnya nol wajib disampaikan berurutan. Memulai dari titik yang memutar lalu menjelaskan keadaan awal sah, dan ia lazim lebih kuat untuk cerita yang pendek.
Cara memeriksa cerita Anda
Sebutkan keempatnya dalam satu kalimat masing-masing. Bagian yang nol bisa Anda sebut berarti ia belum ada, nol berarti ia tersirat.
Satu benda yang jelas mengalahkan tiga kata sifat
Ada satu pergeseran kecil yang paling cepat mengubah cerita peserta, dan ia nol menuntut kemampuan menulis apa pun: mengganti keterangan umum dengan satu hal yang bisa dibayangkan.
Kalimat yang menyebut keadaan sulit membuat pendengar nol membayangkan apa pun. Kalimat yang menyebut satu benda yang jelas membuatnya membangun gambar sendiri, dan gambar yang ia bangun sendiri bertahan jauh lebih lama daripada gambar yang Anda deskripsikan untuknya.
Jadi aturannya satu benda, nol tiga. Peserta yang menyebut lima hal sekaligus membuat pendengar memilih nol membayangkan satu pun, sebab lima gambar nol bisa dibangun dalam waktu yang tersedia.
Dan benda yang dipilih sebaiknya yang paling tertentu. Benda yang umum kembali jadi keterangan umum, sementara benda yang punya rincian aneh yang nol bisa dikarang memberi tanda bahwa Anda sungguh berada di situ.
Hal yang sama berlaku untuk perasaan. Menyebut nama perasaannya lazim memberi lebih sedikit daripada menyebut apa yang badan Anda kerjakan pada saat itu. Pendengar menyimpulkan perasaannya sendiri, dan kesimpulan itu lebih ia percayai daripada pernyataan Anda.
Jadi di kelas ini satu latihan diulang berkali-kali: satu bagian cerita ditulis ulang tanpa satu kata sifat pun. Hasilnya lazim lebih pendek, lebih jelas, dan peserta lazim kaget bahwa ia nol kehilangan apa pun.
Sorotan
Menyampaikan dengan suara: enam hal yang berbeda dari menulis
Pendengar nol bisa membaca ulang
Kalimat yang panjang dan berlapis hilang di telinga. Jadi kalimatnya dipendekkan, dan satu kalimat memuat satu hal.
Jeda sesudah titik yang memutar
Pendengar perlu satu saat untuk menerimanya. Pembicara yang langsung meneruskan menghapus bagian yang paling ia kerjakan keras untuk sampai ke situ.
Laju yang berubah
Bagian keadaan awal boleh cepat; bagian yang memutar diperlambat. Laju yang sama sepanjang cerita membuat pendengar nol tahu bagian mana yang penting.
Nol menghafal kata demi kata
Yang dihafal urutan keempat bagiannya, nol kalimatnya. Cerita yang dihafal kata demi kata terdengar dibacakan, dan satu kata yang terlupa menghentikan seluruhnya.
Mata ke pendengar di bagian yang memutar
Di bagian itu pendengar memeriksa apakah Anda sungguh memaksudkannya. Pandangan yang pergi di saat itu membuat bagian terkuat terasa nol diyakini.
Akhir yang berhenti, nol menjelaskan
Cerita yang ditutup dengan penjelasan maknanya memberi tahu pendengar apa yang seharusnya ia rasakan. Ia lazim berhenti merasakannya di saat itu.
Cerita siapa: satu aturan yang nol dilonggarkan di kelas ini
Bagian ini disebut lebih dahulu sebab ia satu-satunya hal di cabang ini yang punya akibat di luar mutu ceritanya.
Cerita orang lain disebut milik siapa. Kalau yang Anda sampaikan kejadian yang dialami orang lain, itu dinyatakan di dalam ceritanya, dan ia nol disusun seolah Anda yang mengalaminya.
Sebabnya dua, dan yang pertama cukup berdiri sendiri: mengakui pengalaman orang lain sebagai pengalaman sendiri nol benar. Yang kedua praktis: pendengar yang mengetahuinya nanti akan membuang seluruh kepercayaannya pada hal lain yang pernah Anda sampaikan, termasuk yang sungguh milik Anda.
Dan hal yang sama berlaku untuk rincian yang ditambahkan supaya ceritanya lebih rapi. Memperbaiki urutan boleh, memendekkan boleh, dan menambahkan kejadian yang nol terjadi nol boleh. Batas itu terdengar halus dan ia jelas ketika ditanya satu hal: apakah bagian ini sungguh terjadi.
Untuk cerita yang memang karangan, nol ada persoalan sama sekali: ia disampaikan sebagai cerita karangan, dan seluruh medan di kelas ini berlaku sama. Yang dilarang cuma mengaburkan mana yang mana.
Dan untuk peserta yang menyampaikan cerita atas nama lembaga maupun usaha, satu hal ditambahkan: nol ada cerita pelanggan yang disusun tanpa izin orangnya, dan nol ada kutipan yang diucapkan oleh orang yang nol pernah mengucapkannya.
Poin penting
Pendengar yang berbeda, pemotongan yang berbeda
Anak
Perubahannya perlu terlihat, nol disimpulkan. Bagian harga disederhanakan jadi satu hal yang bisa dibayangkan, dan bagian keadaan awal dipotong hampir habis.
Rekan kerja
Bagian harga justru dipertahankan penuh, sebab di situ ceritanya jadi berguna. Yang dipotong rincian suasana, sebab waktunya pendek dan perhatiannya terbagi.
Calon pembeli
Perubahan yang disebut perlu perubahan yang ia bisa alami juga. Cerita yang perubahannya cuma milik Anda terdengar seperti pujian diri, dan ia nol memindahkan siapa pun.
Penonton acara
Jeda dipanjangkan sebab ruangan yang besar menerima lebih lambat. Dan satu benda yang jelas dipilih yang bisa dibayangkan oleh orang yang nol mengenal Anda.
Satu orang di percakapan
Cerita dipendekkan sampai separuh, sebab percakapan menuntut giliran. Cerita yang panjang di percakapan berubah jadi pidato, dan pendengarnya berhenti menanggapi.
Yang perlu diketahui
Enam bahan cerita yang hampir selalu bekerja
Saat Anda salah menduga sesuatu
Dugaan yang ternyata keliru memuat perubahan di tempat yang paling jelas: pada apa yang Anda percaya. Dan ia nol menuntut kejadian yang besar.
Saat Anda memutuskan dan kehilangan sesuatu
Keputusan yang berbiaya memuat titik yang memutar beserta harganya sekaligus. Dua bagian yang paling sering hilang justru sudah ada di bahan ini.
Pertemuan pertama dengan sesuatu yang asing
Keadaan awal dan akhirnya mudah disebut, dan satu benda yang jelas lazim sudah menempel di ingatan Anda tanpa perlu dicari.
Saat Anda menerima kabar yang mengubah rencana
Perubahannya datang dari luar kuasa Anda, dan itu sah. Yang perlu dijaga ceritanya tetap berisi apa yang Anda kerjakan sesudahnya.
Kebiasaan yang Anda hentikan maupun mulai
Perubahannya terukur dan harganya jelas. Bahan ini lazim paling berguna untuk pendengar yang sedang mempertimbangkan hal yang sama.
Yang hampir selalu nol bekerja
Perjalanan yang isinya urutan tempat, dan hari yang isinya urutan kegiatan. Keduanya nyata, keduanya rapi, dan nol ada yang berubah di dalamnya.
Langkah
Sebelum cerita pertama disusun
Lima langkah. Yang pertama: Bawa satu kejadian nyata yang pernah Anda alami.
1Bawa satu kejadian nyata yang pernah Anda alami
Nol perlu besar maupun luar biasa; yang perlu ia nyata dan Anda ingat rinciannya. Kejadian kecil yang diingat jelas hampir selalu lebih kuat daripada kejadian besar yang kabur.
2Tulis keadaan di awal dan di akhir, masing-masing satu kalimat
Kalau keduanya sama, bahannya diganti. Itu temuan yang berguna dan ia nol kegagalan: bahan diganti jauh lebih murah daripada kalimat diperbaiki.
3Sebutkan siapa pendengarnya
Anak, rekan kerja, calon pembeli, maupun penonton acara. Bagian mana yang dipotong berbeda menurut pendengarnya, dan yang nol disebut membuat pemotongannya ditebak.
4Siapkan perekam suara
Cerita direkam lalu dihitung dua hal: berapa lama bagian keadaan awal, dan apakah ada jeda sesudah bagian yang memutar. Keduanya hampir selalu di luar dugaan peserta.
5Sebutkan kalau ceritanya milik orang lain
Itu nol menghalangi apa pun, dan ia mengubah cara ia disampaikan. Cerita orang lain disebut milik siapa, dan ia nol disusun seolah Anda yang mengalaminya.
Langkah
Urutan menyiapkan satu cerita
Mulai di Tulis dua kalimat: keadaan awal dan akhir. Sisanya 5 langkah.
1Tulis dua kalimat: keadaan awal dan akhir
Kalau keduanya sama, bahannya diganti sebelum satu kalimat lain ditulis. Ini langkah termurah di seluruh urutan dan ia paling banyak menghemat waktu.
2Namai titik yang memutar, satu kalimat
Keputusan, pengetahuan, maupun kejadian yang memindahkan keadaannya. Titik ini yang paling pendek di cerita jadi dan ia yang dituju seluruhnya.
3Tulis harga yang dibayar
Apa yang hilang maupun dilepaskan sesudah titik itu. Kalau nol ada, ceritanya lazim belum selesai terjadi, dan menunggunya lebih baik daripada mengarangnya.
4Buang sampai nol ada yang bisa dibuang
Tiap bagian diuji: apakah perubahannya masih dimengerti tanpa bagian ini. Separuh bahan awal lazim hilang di langkah ini, dan itu yang diharapkan.
5Ganti kata sifat dengan satu benda
Satu bagian ditulis ulang tanpa kata sifat sama sekali. Lazimnya lebih pendek dan lebih jelas, dan nol ada yang hilang.
6Rekam sekali, lalu hitung dua hal
Berapa lama bagian keadaan awal, dan apakah ada jeda sesudah titik yang memutar. Dua angka itu yang menentukan apa yang diperbaiki berikutnya.
Tanya jawab
Sebelum daftar les storytelling, baca dulu ini
Cerita saya nol didengarkan. Berarti ceritanya kurang menarik?
Lazimnya yang kurang hal lain, dan ia bisa diuji dalam satu pertanyaan: apa yang berubah di akhir cerita Anda. Yang nol bisa menyebutnya sedang menyampaikan laporan kejadian.
Apa bedanya cerita dan laporan kejadian?
Laporan berbunyi seperti ini: saya pergi, lalu ini terjadi, lalu itu terjadi, lalu saya pulang. Tiap bagiannya benar, urutannya rapi, dan nol ada yang berubah dari awal ke akhir.
Perubahan itu perubahan apa?
Bisa pada keadaan, pada hubungan antara orang, maupun pada apa yang tokohnya percaya. Yang penting ia bisa Anda sebut dalam satu kalimat.
Bagaimana kalau kejadian saya nol memuat perubahan?
Bahannya diganti, dan itu temuan yang berguna, nol kegagalan. Bahan diganti jauh lebih murah daripada kalimat diperbaiki berulang tanpa hasil.
Sesudah perubahannya ada, apa yang dikerjakan?
Memotong. Tiap bagian diuji dengan satu pertanyaan: apakah pendengar masih mengerti perubahannya kalau bagian ini dibuang. Yang jawabannya iya dibuang, seberapa pun Anda menyukainya.
Ada berapa bagian dalam satu cerita?
Empat: keadaan di awal, satu hal yang mengganggunya, titik yang memutar, dan harga yang dibayar.
Bagian mana yang paling sering hilang?
Harga yang dibayar: apa yang hilang, dilepaskan, maupun nol lagi sama sesudah titik itu. Pemula memotongnya sebab ia terasa seperti tambahan, dan tanpanya perubahan terasa nol penting.
Keempatnya harus berurutan?
Nol. Memulai dari titik yang memutar lalu menjelaskan keadaan awal sah, dan ia lazim lebih kuat untuk cerita yang pendek.
Bagaimana saya memeriksa cerita saya?
Sebutkan keempat bagiannya dalam satu kalimat masing-masing. Bagian yang nol bisa Anda sebut berarti ia belum ada, nol berarti ia tersirat.
Bagian mana yang paling banyak dipotong?
Keadaan di awal. Pemula memakai separuh waktunya di situ, dan separuh itu yang paling banyak perlu dibuang supaya perubahannya punya ruang.
Apa pergeseran yang paling cepat memperbaiki cerita?
Mengganti keterangan umum dengan satu benda yang bisa dibayangkan. Pendengar membangun gambarnya sendiri dari benda itu, dan gambar yang ia bangun sendiri bertahan jauh lebih lama.
Kenapa satu benda, nol lima?
Karena lima gambar nol bisa dibangun dalam waktu yang tersedia. Peserta yang menyebut lima hal sekaligus membuat pendengar nol membayangkan satu pun.
Benda apa yang dipilih?
Yang paling tertentu. Benda yang umum kembali jadi keterangan umum, sementara benda yang punya rincian aneh yang nol bisa dikarang memberi tanda bahwa Anda sungguh berada di situ.
Perasaan disebut namanya?
Lazimnya memberi lebih sedikit daripada menyebut apa yang badan Anda kerjakan pada saat itu. Pendengar menyimpulkan perasaannya sendiri, dan kesimpulan itu lebih ia percayai daripada pernyataan Anda.
Latihan apa yang dipakai untuk itu?
Satu bagian cerita ditulis ulang tanpa satu kata sifat pun, berulang. Hasilnya lazim lebih pendek, lebih jelas, dan peserta lazim kaget bahwa ia nol kehilangan apa pun.
Menyampaikan dengan suara berbeda dari menulis?
Berbeda di enam hal, dan yang pertama paling menentukan: pendengar nol bisa membaca ulang. Jadi kalimatnya dipendekkan, dan satu kalimat memuat satu hal.
Kenapa perlu jeda?
Karena pendengar perlu satu saat untuk menerima titik yang memutar. Pembicara yang langsung meneruskan menghapus bagian yang paling ia kerjakan keras untuk sampai ke situ.
Laju bicara perlu berubah?
Perlu: bagian keadaan awal boleh cepat, dan bagian yang memutar diperlambat. Laju yang sama sepanjang cerita membuat pendengar nol tahu bagian mana yang penting.
Saya hafalkan ceritanya?
Yang dihafal urutan keempat bagiannya, nol kalimatnya. Cerita yang dihafal kata demi kata terdengar dibacakan, dan satu kata yang terlupa menghentikan seluruhnya.
Mata saya ke mana?
Ke pendengar di bagian yang memutar. Di bagian itu ia memeriksa apakah Anda sungguh memaksudkannya, dan pandangan yang pergi membuat bagian terkuat terasa nol diyakini.
Cerita ditutup dengan maknanya?
Lazimnya merugikan. Cerita yang ditutup dengan penjelasan maknanya memberi tahu pendengar apa yang seharusnya ia rasakan, dan ia lazim berhenti merasakannya di saat itu.
Boleh menyampaikan cerita orang lain?
Boleh, dan ia disebut milik siapa di dalam ceritanya. Ia nol disusun seolah Anda yang mengalaminya, dan itu aturan yang nol dilonggarkan di sini.
Kenapa seketat itu?
Dua sebab, dan yang pertama cukup berdiri sendiri: mengakui pengalaman orang lain sebagai milik sendiri nol benar. Yang kedua praktis: pendengar yang mengetahuinya nanti akan membuang kepercayaannya pada hal lain yang pernah Anda sampaikan.
Boleh menambahkan rincian supaya lebih rapi?
Memperbaiki urutan boleh, memendekkan boleh, dan menambahkan kejadian yang nol terjadi nol boleh. Batasnya jelas ketika ditanya satu hal: apakah bagian ini sungguh terjadi.
Kalau ceritanya memang karangan?
Nol ada persoalan sama sekali: ia disampaikan sebagai cerita karangan, dan seluruh medan di kelas ini berlaku sama. Yang dilarang cuma mengaburkan mana yang mana.
Kalau saya bercerita atas nama usaha?
Satu hal ditambahkan: nol ada cerita pelanggan yang disusun tanpa izin orangnya, dan nol ada kutipan yang diucapkan oleh orang yang nol pernah mengucapkannya.
Pendengar berpengaruh ke isi cerita?
Berpengaruh ke bagian mana yang dipotong. Jadi siapa pendengarnya disebut lebih dahulu, sebab pemotongan untuk anak berbeda dari pemotongan untuk rekan kerja.
Umur berapa bisa mulai?
Pelajar SMP sudah bisa, dengan kejadian dari hidupnya sendiri. Untuk anak yang lebih muda, bentuknya berubah jadi cerita yang perubahannya terlihat, dan les dongeng lebih tepat untuk itu.
Les storytelling bisa online?
Bisa hampir seluruhnya: tiga medan pertama dikerjakan di atas kertas yang dibedah bersama, dan bagian suara diperiksa dari rekaman. Yang perlu tatap muka cuma kalau sasarannya panggung.
Pemotongan untuk anak berbeda?
Berbeda: perubahannya perlu terlihat, nol disimpulkan. Bagian harga disederhanakan jadi satu hal yang bisa dibayangkan, dan bagian keadaan awal dipotong hampir habis.
Untuk rekan kerja bagaimana?
Bagian harga justru dipertahankan penuh, sebab di situ ceritanya jadi berguna. Yang dipotong rincian suasana, sebab waktunya pendek dan perhatiannya terbagi.
Untuk calon pembeli?
Perubahan yang disebut perlu perubahan yang ia bisa alami juga. Cerita yang perubahannya cuma milik Anda terdengar seperti pujian diri, dan ia nol memindahkan siapa pun.
Di percakapan sehari-hari?
Cerita dipendekkan sampai separuh, sebab percakapan menuntut giliran. Cerita yang panjang di percakapan berubah jadi pidato, dan pendengarnya berhenti menanggapi.
Bagaimana urutan menyiapkan satu cerita?
Dua kalimat keadaan awal dan akhir, namai titik yang memutar, tulis harga yang dibayar, buang sampai nol ada yang bisa dibuang, ganti kata sifat dengan satu benda, lalu rekam sekali dan hitung dua hal.
Kalau bagian harga nol ada sama sekali?
Ceritanya lazim belum selesai terjadi. Menunggunya lebih baik daripada mengarangnya, dan mengarang bagian itu persis yang nol dikerjakan di sini.
Bahan cerita apa yang hampir selalu bekerja?
Lima: saat Anda salah menduga sesuatu, saat Anda memutuskan dan kehilangan sesuatu, pertemuan pertama dengan hal yang asing, saat kabar mengubah rencana Anda, dan kebiasaan yang Anda hentikan maupun mulai.
Kenapa dugaan yang keliru jadi bahan yang kuat?
Karena ia memuat perubahan di tempat yang paling jelas: pada apa yang Anda percaya. Dan ia nol menuntut kejadian yang besar sama sekali.
Bahan apa yang hampir selalu nol bekerja?
Perjalanan yang isinya urutan tempat, dan hari yang isinya urutan kegiatan. Keduanya nyata, keduanya rapi, dan nol ada yang berubah di dalamnya.
Tarif storytelling berapa, dan satu kali pertemuan berjalan berapa lama?
Rp97.300 sekali pertemuan, dan sembilan puluh menitnya dipakai memotong, nol menambah. Yang disiapkan peserta satu kejadian nyata beserta perekam suara.
Layani sekarang
Waktunya serius dengan storytelling
Daftar hari ini, tim kami mencarikan tutor storytelling yang paling pas untukmu.
