Anak sekolah sampai dewasa; satu dinding dan satu bola cukup untuk sentuhan pertamanya
Les Voli Semarang Guru ke Rumah & Online
Di voli satu pemain nol boleh menyentuh bola dua kali berturut-turut, jadi ia satu-satunya cabang bola besar yang melarang Anda menyelesaikan keadaan sendirian.
Les Voli itu seperti apa?
Di voli satu pemain nol boleh menyentuh bola dua kali berturut-turut, jadi ia satu-satunya cabang bola besar yang melarang Anda menyelesaikan keadaan sendirian. Dari satu larangan itu sentuhan pertama jadi umpan, dan berseru jadi bagian aturannya. Rp97.300 untuk satu kali latihan, dan sembilan puluh menit itu dibagi antara sentuhan pertama dan servis.
Konsultasi & DaftarRincian Layanan
Tarif
Rp97.300 untuk satu kali latihan, dan sembilan puluh menit itu dibagi antara sentuhan pertama dan servis
Sentuhan pertama dulu
Lima medan, dan pukulan menyerang baru dibuka di medan kelima
Pukulan menyerang diletakkan paling akhir, dan alasannya hitungan: sentuhan pertama beserta servis memberi lebih banyak poin di tingkat mana pun. Pemain yang mengejar pukulan keras lebih dahulu lazim punya satu pukulan bagus dengan bola yang nol pernah sampai ke tangannya dengan benar.
- 1
Sentuhan pertama
Yang dibahas. Menyatukan lengan jadi bidang yang diam, mengatur sudutnya dengan bahu, dan menyentuh sesudah kaki berhenti dengan badan menghadap pengumpan.
Jebakan umum. Peserta mengayun lengannya ke arah bola, dan arah bola jadi bergantung kekuatan ayunan sehingga ia nol bisa diulang.
- 2
Membaca tujuan umpan
Yang dibahas. Menilai sentuhan pertama dari apakah pengumpan bisa menjangkaunya dan punya pilihan sesudahnya.
Jebakan umum. Peserta menilai sentuhannya dari apakah bola terselamatkan, lalu puas dengan bola tinggi yang turun di dekat garis belakang.
- 3
Servis
Yang dibahas. Membangun keajegan lebih dahulu, lalu menambahkan tempat sasaran, dan kekuatan paling akhir.
Jebakan umum. Peserta mengejar servis keras di saat yang sepenuhnya terkendali, lalu memberi poin gratis sepanjang pertandingan tanpa menghitung berapa.
- 4
Berseru dan pembagian bola
Yang dibahas. Satu kata sebelum menyentuh, siapa yang berhak atas bola di antara dua pemain, dan seruan terpisah untuk bola yang akan keluar maupun menyentuh net.
Jebakan umum. Pemain yang nol berseru menahan diri bersama rekannya, dan bola jatuh di antara keduanya tanpa satu pun menyentuhnya.
- 5
Melompat, mendarat, dan menyerang
Yang dibahas. Melompat dan mendarat di tempat yang sama dengan dua kaki, menjaga tangan turun di sisi sendiri, lalu pukulan menyerang.
Jebakan umum. Peserta mendarat satu kaki maupun bergeser maju ke bawah net, dan keduanya jalur keluhan beserta pelanggaran sekaligus.
Diuji di dinding
Delapan hal yang diuji dengan satu bola dan dinding bertanda
Enam butir pertama diuji sendiri di dinding yang sudah diberi tanda. Dua butir terakhir menuntut rekan, dan keduanya bagian yang nol bisa dilatih sendirian di cabang ini.
- Lengan Anda nol diayun ke arah bola
- Sudut bidang lengan Anda diatur bahu, nol siku
- Kaki Anda sudah berhenti sebelum menyentuh bola
- Badan Anda menghadap tujuan umpan, nol bola yang datang
- Pantulan Anda mengenai tanda di dinding berulang
- Dari sepuluh servis Anda, angka yang masuk sudah Anda catat
- Anda menyerukan satu kata sebelum menyentuh, nol sambil menyentuh
- Anda menjauh, nol berhenti, ketika rekan Anda berseru
Belajar Voli di rumah atau online
Mulai dari assessment, lalu belajar voli rutin bersama tutor yang sama tiap sesi.
Nilai lebih
Kenapa memilih les Voli Edusora
Nol boleh dua kali berturut-turut
Aturan ini membuat voli satu-satunya cabang bola besar yang melarang satu pemain menyelesaikan keadaan sendirian. Seluruh sisa cabangnya mengikuti dari situ.
Sentuhan pertama itu umpan
Ia nol pernah jadi penyelesaian, jadi ia dinilai dari apakah sentuhan kedua punya pilihan. Bola yang selamat tapi nol terjangkau pengumpan tetap bola yang gagal.
Bidang yang diam
Lengan nol diayun ke arah bola; ia disatukan jadi bidang yang diam, dan sudutnya diatur bahu. Tenaga tambahan yang perlu datang dari kaki.
Berseru itu aturan
Karena nol boleh dua sentuhan berturut-turut, dua pemain yang menjangkau bola yang sama berakhir dengan bola jatuh. Jadi seruan bagian aturan, nol pilihan pribadi.
Sebelum lapangannya dicari
Bola dan dindingnya cukup, atau medannya lain
Syaratnya terpenuhi
- Ada satu bola voli dan satu dinding yang boleh dipantuli
- Anda bersedia memakai tangga pertama tanpa net maupun lawan
- Anda bersedia mencatat angka servis masuk tiap sesi
- Ada satu orang untuk bagian berseru, maupun Anda bersedia menundanya
- Anda bisa menyebut jenis lapangan yang akan Anda pakai
Dari dinding
Empat tangga, dan nol ada net di tangga pertamanya
Nol ada net di tangga pertama, dan nol ada lawan. Peserta memantulkan bola ke dinding dengan satu tanda sebagai sasaran, dan itu bagian yang paling banyak menentukan di seluruh cabang: sentuhan pertama yang bisa diulang.
- 01
Tangga pertama: sentuhan pertama bisa diulang
pertemuan awalBidang lengan yang diam, badan menghadap tujuan, kaki berhenti lebih dahulu. Diukur dari jumlah pantulan yang mengenai tanda di dinding.
- 02
Tangga kedua: servis masuk berulang
pekan-pekan pertamaDari sepuluh servis, berapa yang masuk. Angka itu dicatat tiap sesi dan ia naik lebih cepat daripada dugaan peserta, sebab servis saat yang sepenuhnya terkendali.
- 03
Tangga ketiga: seruan jadi otomatis
beberapa pekanSatu kata sebelum menyentuh, dan yang nol berseru menjauh alih-alih berhenti. Diukur dari jumlah bola yang jatuh tanpa satu pemain menyentuhnya.
- 04
Tangga keempat: melompat, mendarat, menyerang
sesudahnyaMendarat dua kaki di tempat yang sama, tangan turun di sisi sendiri, lalu pukulan menyerang dibuka. Bagian ini terakhir sebab ia paling sedikit memindahkan angka di tingkat awal.
Nol boleh dua kali berturut-turut, dan semuanya mengikuti dari situ
Satu aturan membedakan voli dari hampir semua cabang bola besar, dan ia cukup untuk menjelaskan kenapa latihannya terasa berbeda: satu pemain nol boleh menyentuh bola dua kali berturut-turut.
Artinya Anda nol bisa menerima bola lalu menyelesaikan keadaan sendiri. Di cabang bola lain, pemain yang bagus bisa menerima, mengatur, lalu menyerang sendirian ketika rekannya nol siap. Di sini itu melanggar, dan hukumannya langsung.
Akibatnya sentuhan pertama berubah sifat. Ia nol pernah jadi penyelesaian; ia selalu umpan ke orang lain. Jadi yang dinilai dari sentuhan pertama nol apakah bola terselamatkan, melainkan apakah sentuhan kedua punya pilihan.
Dan pembedaan itulah yang paling besar mengubah cara peserta baru bermain. Bola yang melesat tinggi lalu turun di dekat garis belakang memang selamat, dan pengumpan nol bisa mengerjakan apa pun dengannya. Di hitungan kelas ini, bola itu gagal.
Akibat kedua: berseru jadi bagian aturan permainan. Karena dua pemain nol bisa saling menambal sentuhan, dua orang yang menjangkau bola yang sama berakhir dengan keduanya menahan diri dan bola jatuh di antara mereka.
Jadi di kelas ini seruan dilatih sejak bola pertama, bersamaan dengan sentuhannya, nol ditambahkan nanti sebagai kebiasaan baik. Tim yang nol berseru kehilangan bola yang keduanya sebenarnya bisa jangkau, dan itu kehilangan yang paling murah diperbaiki di seluruh cabang ini.
Uraian
Sentuhan pertama: enam hal yang dinilai, dan selamat nol termasuk
Apakah pengumpan bisa menjangkaunya
Ini yang pertama dinilai. Bola yang selamat di tempat yang nol terjangkau menghapus serangan, dan menghapus serangan sama ruginya dengan bola yang jatuh.
Ketinggiannya
Cukup tinggi untuk memberi pengumpan waktu, dan nol setinggi yang membuatnya turun terlalu cepat. Ketinggian yang bisa diulang lebih berguna daripada yang sekali tepat.
Lengan yang nol diayun
Bola memantul dari bidang yang diam, dan sudutnya diatur bahu. Lengan yang diayun ke arah bola membuat arahnya berubah menurut kekuatan ayunan, dan itu nol bisa diulang.
Kaki yang sudah berhenti
Sentuhan dikerjakan sesudah kaki berhenti bergerak, nol sambil berlari. Yang menyentuh sambil berlari memindahkan arah bola ke arah langkahnya.
Badan yang menghadap tujuan
Menghadap pengumpan, nol menghadap bola yang datang. Memutar badan lebih dahulu yang paling banyak memperbaiki arah umpan, dan ia nol menuntut kemampuan baru.
Cara melatihnya sendiri
Dipantulkan ke dinding dari jarak dekat, berulang, dengan satu tanda di dinding sebagai sasaran. Jumlah pantulan yang mengenai tanda itu yang dicatat.
Servis: satu-satunya saat Anda memegang kendali penuh
Di sepanjang satu pertandingan voli ada satu saat yang sepenuhnya milik Anda sendiri: bola di tangan Anda, waktunya Anda tentukan, dan nol ada yang mengganggu. Itu servis.
Dan justru di saat itu pemain baru paling sering membuang poin. Sebabnya ia memakai saat yang sepenuhnya terkendali itu untuk mengejar hal yang paling sulit: servis yang keras dan menukik.
Hitungannya nol mendukung. Servis yang gagal memberi poin ke pihak lain tanpa mereka mengerjakan apa pun, sementara servis yang masuk memaksa mereka mengerjakan tiga sentuhan dengan benar. Jadi servis yang masuk sudah memindahkan pekerjaan ke pihak lain.
Jadi yang dilatih lebih dahulu keajegan, nol kekuatan. Patokan yang dipakai di kelas ini sederhana: dari sepuluh servis, berapa yang masuk. Angka itu dicatat tiap sesi, dan ia naik lebih cepat daripada dugaan peserta.
Sesudah angkanya tinggi, yang ditambahkan nol kekuatan melainkan tempat. Servis yang diarahkan ke pemain yang sentuhan pertamanya paling lemah, maupun ke ruang di antara dua pemain, jauh lebih merugikan daripada servis keras yang mengarah ke tengah.
Dan satu hal yang perlu disebut: servis yang keras baru berguna sesudah keduanya ada. Pemain yang menambah kekuatan sebelum keajegannya terbangun memberi poin gratis sepanjang pertandingan, dan ia lazim nol menghitung berapa.
Rincian
Berseru: lima hal yang disepakati sebelum bola pertama
Satu kata, nol kalimat
Diucapkan sebelum menyentuh, bukan sambil menyentuh. Kalimat memakan waktu yang nol tersedia, dan seruan yang terlambat sama nilainya dengan nol berseru.
Yang berseru mengambil
Dan yang nol berseru menjauh, nol berhenti. Menjauh menyediakan ruang; berhenti di tempat membuat pengambil menabrak rekannya sendiri.
Bola di antara dua pemain
Disepakati lebih dahulu siapa yang berhak: lazimnya yang badannya sudah menghadap arah tujuan. Kesepakatan itu dibuat di latihan, nol diperdebatkan di tengah reli.
Bola yang akan keluar
Juga diserukan, dan serunya berbeda. Bola yang dibiarkan keluar poin untuk Anda, dan pemain yang menyentuhnya karena ragu menghapus poin itu sendiri.
Bola yang menyentuh net
Arahnya berubah dan ia turun lebih cepat. Seruan untuk keadaan ini disiapkan terpisah, sebab ia keadaan yang paling sering membuat dua pemain sama-sama terlambat.
Cara memeriksanya
Rekam satu set lalu hitung berapa bola jatuh tanpa satu pun pemain menyentuhnya. Angka itu hampir seluruhnya soal seruan, nol soal kemampuan.
Melompat, mendarat, dan net yang nol boleh disentuh
Bagian menyerang di voli menuntut melompat, dan melompat menuntut mendarat. Yang kedua yang paling sering nol pernah diajarkan.
Pendaratan di cabang ini dikerjakan dua kaki, dengan lutut yang menekuk mengikuti arah kaki. Mendarat satu kaki menumpukan seluruh berat di satu sisi, dan karena pemain voli melompat berpuluh kali dalam satu pertandingan, kebiasaan itu paling banyak menghasilkan keluhan lutut maupun pergelangan.
Dan ada satu bahaya yang khas voli dan nol ada di cabang lompat lainnya: mendarat di kaki orang lain. Pemain depan dari dua pihak melompat di tempat yang hampir sama, dan pendaratan yang bergeser ke bawah net membuat kaki bertemu kaki.
Jadi satu aturan dipakai: melompat dan mendarat di tempat yang sama, nol maju ke bawah net. Itu sekaligus menjaga Anda dari menyentuh garis tengah, yang memang melanggar.
Net sendiri nol boleh disentuh selama bola masih hidup. Jadi tangan yang turun sesudah memukul perlu turun ke sisi Anda, nol melewati net, dan itu gerakan yang dilatih terpisah sebab ia terjadi sesudah peserta merasa pekerjaannya selesai.
Untuk peserta yang baru mulai, bagian menyerang sengaja ditunda. Sentuhan pertama beserta servis memberi lebih banyak poin di tingkat mana pun, dan pemain yang mengejar pukulan keras lebih dahulu lazim punya satu pukulan bagus dengan bola yang nol pernah sampai ke tangannya dengan benar.
Pengumpan: pekerjaan yang paling nol terlihat di lapangan
Di antara tiga sentuhan voli ada satu yang hampir nol pernah masuk tayangan sorotan, dan ia yang paling menentukan apakah serangan berhasil: sentuhan kedua.
Pekerjaannya memberi penyerang bola yang bisa dipukul. Itu berarti ketinggian yang bisa diulang, jarak dari net yang tetap, dan waktu yang sama tiap kali, sebab penyerang mengatur lompatannya dari kebiasaan, nol dari penglihatan saat itu.
Jadi yang dinilai dari pengumpan keajegannya, nol kepandaiannya. Umpan yang istimewa sekali lalu berbeda di percobaan berikutnya lebih sulit dipakai daripada umpan yang biasa dan sama terus.
Dan dari situ satu kenyataan yang menolong peserta yang merasa dirinya nol cukup tinggi maupun nol cukup kuat untuk cabang ini: posisi pengumpan menuntut keajegan beserta pembacaan, dan keduanya nol bergantung ukuran badan.
Yang dibaca pengumpan dua hal, dan keduanya terjadi sebelum ia menyentuh bola: di mana penyerangnya berada, dan bagaimana bentuk pertahanan pihak lain. Pengumpan yang menunggu bola sampai baru melihat sekeliling sudah kehilangan pilihan yang paling berharga.
Untuk peserta yang menuju posisi ini, satu latihan dipakai berulang dan ia nol menuntut lapangan: bola dilempar rekan dari arah yang berubah, lalu diumpan ke satu tanda yang tetap. Yang dicatat jumlah umpan yang mengenai tanda, dan ketinggiannya diperiksa dari rekaman.
Lapangan voli di Semarang, dan tangga yang nol menunggunya
Lapangan voli lebih mudah ditemukan daripada lapangan banyak cabang lain di kota ini, dan ia tetap nol selalu tersedia di jam yang Anda butuhkan.
Yang lazim dipakai tiga: lapangan sekolah di luar jam pelajaran, lapangan kampung yang dipakai bergantian, dan lapangan berbayar di dalam ruang. Ketiganya bekerja, dan ketiganya menuntut izin maupun pemesanan yang diurus peserta.
Tingginya net ikut masuk perhitungan. Lapangan kampung lazim memakai tinggi yang menyesuaikan pemainnya, dan itu nol salah; yang perlu diketahui bahwa bagian menyerang terasa berbeda ketika netnya berubah, jadi latihan serangan dikerjakan di tinggi yang akan Anda pakai.
Dan permukaan lapangannya menentukan satu hal yang berkaitan dengan keselamatan: lantai yang berdebu halus membuat kaki bergeser saat berhenti mendadak, dan di cabang yang pemainnya banyak berhenti mendadak itu jalur jatuh yang paling umum. Jadi lantai diperiksa sebelum pemanasan.
Sisi baiknya, dua dari lima medan di kelas ini nol menuntut lapangan sama sekali. Sentuhan pertama berjalan dari pantulan dinding, dan servis bisa dilatih ke arah dinding maupun jaring apa pun yang cukup tinggi.
Jadi bagian berpasangan menunggu lapangan kosong, sementara dua medan itu bisa dikerjakan kapan saja. Pembagian seperti itu yang menjaga peserta tetap maju di pekan-pekan yang lapangannya penuh.
Langkah
Sebelum bola pertama di voli
Mulai di Siapkan satu bola dan satu dinding. Sisanya 4 langkah.
1Siapkan satu bola dan satu dinding
Sentuhan pertama bisa dilatih seluruhnya dari pantulan dinding, dengan satu tanda sebagai sasaran. Lapangan beserta net belum dibutuhkan di tangga pertama.
2Sebutkan lapangan yang bisa Anda pakai, dan jenisnya
Lantai keras di dalam ruang maupun pasir di luar. Keduanya cabang yang terasa berbeda: pasir memperlambat gerak dan mengubah lompatan, jadi latihannya disusun untuk yang akan Anda pakai.
3Sebutkan posisi yang Anda tuju
Penerima, pengumpan, maupun penyerang. Pembagian waktu latihannya berbeda, dan peserta yang nol menyebutnya mendapat porsi yang sama untuk semuanya.
4Sebutkan riwayat keluhan lutut, pergelangan kaki, dan bahu
Ketiganya yang paling menentukan urutan di sini. Bagian melompat ditunda lebih lama, dan bagian sentuhan pertama diperpanjang, dan itu nol memperlambat kemajuan sama sekali.
5Siapkan satu orang untuk bagian berseru
Seruan nol bisa dilatih sendiri, dan ia bagian yang paling murah memperbaiki hasil. Tanpa rekan, bagian itu ditunda sementara tiga medan lain berjalan penuh.
Tanya jawab
Pertanyaan populer les voli
Layani sekarang
Siap mulai Les Voli?
Tutor terbaik Semarang siap mendampingi. Mulai dari konsultasi kebutuhan belajarmu, tanpa komitmen.
